Leverage memberi trader kemungkinan untuk mengontrol trading dalam jumlah besar hanya dengan modal kecil. Trader akan menyebut ini sebagai trading dengan margin. Tapi tak semua trader nyatanya paham apa itu margin di trading forex.

Tak seperti trading saham, tak ada biaya apapun yang dikenakan pada trader jika memakai margin saat trading, tak masalah seberapa banyak atau sedikit modal yang dipunyai. Pada dasarnya, jika trader punya akun forex dan broker menawarkan margin, trader bisa memakainya untuk trading.

Keuntungan memakai margin atau leverage yaitu trader bisa menggunakan sejumlah modal dalam jumlah besar meski dengan uang terbatas. Kelemahannya, trader juga bisa mendapat kekalahan dalam jumlah besar jika trading dengan leverage.

Bagaimana Margin di Trading Forex Bekerja?

Margin pada dasarnya melibatkan peminjaman sebuah modal sehingga trader bisa meningkatkan nilai trading yang dibuka. Investor sering memanfaatkan margin saat ingin membeli suatu instrumen dalam jumlah besar dengan menggunakan leverage.

Dengan leverage di tangan, trader bisa mengontrol posisi lebih besar daripada yang seharusnya. Margin semacam ini umumnya dioperasikan oleh broker dan pemakaiannya tidak terbatas pada satu instrumen saja. Tapi untuk bisa memanfaatkannya, ada beberapa langkah yang harus dilakukan trader.

Untuk pertama, trader harus bergabung dengan broker forex teregulasi demi menghindari kemungkinan dicurangi. Begitu mendaftar, broker akan mengatur margin sesuai kebijakannya. Margin forex pada intinya hampir sama dengan margin ekuitas.

Dalam kata lain, margin merupakan dana pinjaman dari broker yang bersifat jangka pendek. Dana pinjaman ini lalu disetarakan dalam bentuk rasio leverage yang diambil trader. Tapi untuk bisa memakai, broker umumnya mensyaratkan trader untuk deposit lebih dulu.

Deposit ini dimaksudkan sebagai modal awal, atau dalam hal ini sebagai margin ekuitas, yang merupakan syarat lain agar trader bisa membuka trading. Jumlah deposit yang bisa diambil biasanya disesuaikan dengan prosentase margin ekuitas dari deposit trader.

Contoh mudah, trader yang ingin trading dengan 100,000 unit pecahan uang atau lebih, prosentase margin yang dikenakan biasanya berkisar antara 1% atau 2%. Jadi jika trader ingin trading hingga USD 100,000, margin 1% berarti trader harus deposit USD 1,000 ke akun forex.

Tidak ada biaya apapun yang ditagihkan pada trader saat memakai leverage. Tapi trader diharuskan menutup posisi di hari yang sama atau akan dikenai biaya rollover. Dalam hal ini, biaya yang ditarik akan bergantung pada posisi yang diambil trader, apakah long atau short.

Yang Harus Diperhatikan Dari Margin Forex

Khusus untuk Amerika, persyaratan margin forex sudah dibuat standar sehingga trader harus menimbang ketersediaan broker jika ingin menemukan satu yang tepat. Komisi dan biaya lain termasuk aspek penting yang harus dipikirkan, tapi masih ada aspek lain yang harus ditimbang.

Trader sebaiknya mencari broker yang memperbolehkan akun dengan jumlah deposit minimal tapi menyediakan pair dalam jumlah banyak. Karena margin forex umumnya berbeda dari satu broker ke broker lain, tapi ada beberapa ciri broker yang bagus.

Broker yang bisa diandalkan biasanya menawarkan rasio leverage yang tinggi, spread dan komisi rendah, memperbolehkan deposit minimal, menyediakan platform trading yang ramah pengguna, juga tersedia banyak variasi pair mata uang yang ditransaksikan.

Tapi tak semua broker berjalan seimbang pada praktiknya. Hanya karena ada satu broker yang menawarkan syarat margin terbaik, bukan berarti broker jenis ini akan tepat untuk semua trader. Jadi pastikan untuk memilih broker yang cocok dengan tingkat pengalaman dan gaya trading.

Forex merupakan bisnis yang melibatkan perputaran uang dalam jumlah besar, dan trader bisa kehilangan uang dalam jumlah berapapun jika tak benar-benar memahami margin di trading forex. Untuk hal ini, jangan asal masuk ke dunia trading tanpa melakukan riset lebih dulu.

Margin Call

Menghitung jumlah margin yang diperlukan untuk menjaga posisi trading tetap terbuka cukup mudah, trader tak perlu memakai beberapa jenis indikator di trading forex. Semisal broker mensyaratkan trader harus menjaga deposit margin 2%, itu berarti trader harus deposit USD 2,000 untuk bisa trading USD 100,000 dalam 1 lot standar.

Rasio margin juga ditentukan oleh rasio leverage. Rasio margin 2% bisa disamakan dengan rasio leverage sebesar 1:50 (50 รท 1 = 0.02% atau 2%), dan 1% rasio margin sama dengan rasio leverage 1:100. Itu berarti, 1% modal trading akan memakai dana deposit sedang 99% merupakan dana pinjaman broker.

Tapi dalam situasi tertentu trader bisa saja kehilangan seluruh akun dan modal yang dipunyai dalam akun forex. Jika benar terjadi, trader akan terkena margin call. Kondisi margin call akan terjadi jika trader kalah trading yang menyebabkan kehilangan batasan margin yang sudah ditetapkan broker.

Pada situasi seperti ini, modal yang dipunyai trader sudah benar-benar habis sehingga broker akan mengeluarkan trader secara paksa dari market. Pada contoh di atas, 99% modal pinjaman dari broker sudah habis digunakan saat trading.

Contoh sederhana, broker mensyaratkan margin deposit 2% dan trader ingin trading EUR/USD, modal yang tersedia dalam akun yaitu USD 2,300, dan ukuran trading EUR/USD USD 100,000. Deposit margin 2% sama dengan USD 2,000.

Nominal USD 2,000 akan digunakan sebagai used margin. Modal dalam akun yaitu USD 300 akan berperan sebagai unused margin, yang nantinya digunakan sebagai modal trading. Mari berasumsi bahwa EUR/USD sedang melemah sehingga total kerugian mencapai USD 250.

Pada sesi trading berikutnya, jika kekalahan mencari USD 300, trader tetap punya simpanan USD 2,000 dalam akun yang berperan sebagai margin deposit 2%. Saat kerugian melewati jumlah USD 300 dan saldo turun di bawah USD 2,000, maka broker akan terkena margin call.

Kisaran Leverage yang Digunakan Trader Professional

Satu di antara perbedaan trader professional dengan pemula yaitu terkait besaran leverage yang dipakai dalam trading. Trader pro seringnya memakai leverage rendah. Alasannya yaitu melindungi modal jika ternyata trader melalukan kesalahan dalam mengambil keputusan dan menjaga profit dengan konsisten.

Mayoritas trader pro menggunakan leverage dengan rasio 1:10 sampai 1:20. Rasio leverage yang dipakai sebenarnya bergantung sepenuhnya pada rencana trading yang dibuat, atau pada seberapa banyak leverage yang ditawarkan broker kepada trader.

Beberapa broker kadang mengharuskan trader untuk deposit dalam jumlah besar jika ingin trading dengan leverage besar, tapi beberapa lagi membebaskan jumlah leverage pada trader. Tapi apapun gaya trading yang dianut trader, baiknya pertimbangkan dengan matang sebelum mengambil leverage.

Hanya karena broker menyediakan leverage, bukan berarti trader harus memakainya di tiap trading. Secara umum, semakin kecil leverage yang digunakan, hasilnya akan semakin baik untuk trader. Diperlukan pengalaman untuk mengetahui kapan harus dan tidak menggunakannya.

Tapi apapun keputusan yang nantinya diambil, sikap kehati-hatian sangat diperlukan demi menjaga karir forex hingga waktu lama. Dengan demikian, mengetahui leverage atau margin di trading forex merupakan kebutuhan dasar tiap trader yang harus segera dipenuhi.

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini