Trading forex bisa menjadi hal yang menyulitkan untuk trader pemula, dan di sinilah peran indikator dalam membantu trader. Sebagai gambaran awal, ada beberapa jenis indikator di trading forex yang harus dipahami trader.

Pada dasarnya, peran indikator tak bisa disepelekan lagi. Tiap jenis indikator menyuguhkan fungsi berbeda yang pada intinya bisa digunakan membantu trading. Jika ingin mendapat hasil bagus dari trading forex hari Sabtu misalnya, trader harus bisa memanfaatkan indikator yang tersedia.

Indikator bisa menjadi teman terbaik trader dalam memahami perilaku market karena mampu menyediakan beberapa variabel kunci yang diperlukan trader. Bahkan agak sedikit tidak mungkin jika trader membuka trading tanpa memakai indikator satupun.

Analis teknikal forex kerap memakai sejumlah indikator untuk membagikan pandangannya terkait kondisi market. Indikator ini dimanfaatkan untuk memantau nilai tukar juga peluang lain yang ada dalam market. Itu sebabnya peran indikator kian krusial untuk trader.

#1. Indikator Tren

Di antara semua jenis indikator yang tersedia untuk menganalisa market, indikator tren berperan seperti penunjuk arah untuk trader. Arah yang ditunjukkan indikator tren akan berguna untuk trader dalam memahami situasi terbaru dari market hingga ke detil yang lebih kecil.

Dengan manfaat tersebut, indikator tren juga kerap diafiliasikan sebagai indikator penunjuk arah. Indikator tren pada dasarnya sering dimanfaatkan untuk mengilustrasikan situasi market dari awal sampai akhir sehingga terlihat gambaran besarnya.

Indikator tren akan membuat mudah trader dalam mem-visualisasi keadaan market beserta status terakhirnya. Ada beberapa jenis indikator tren yang populer di kalangan trader seperti parabolic SAR, moving average convergence divergence (MACD), moving average, (MA) dan lainnya.

Beberapa indikator tersebut berguna untuk mengidentifikasi tren yang terjadi pada market sehingga trader bisa memakai tren sewaktu akan membuka trading. Meski masih sangat diperbedatkan, tapi tiap trader sangat dianjurkan untuk memakai salah indikator tren jika ingin membuka trading.

Indikator tren memang bisa membantu trader dalam membuat keputusan trading, dan mampu mendikte sekaligus mengarahkan trader sebelum membuka trading. Selanjutnya terserah trader, yaitu poin mana yang akan diambil untuk masuk trading.

#2. Indikator Volume

Sangat penting untuk mengetahui volume terbaru dari market jika ingin membuka trading. Mengetahui volume trading bisa memberi tahu trader tentang arah tren yang sedang muncul, lalu melihat apakah ada kemungkinan pembalikan saat tren berlangsung.

Volume trading rendah berarti akan ada kemungkinan terjadinya tren pembalikan, dan jika volume naik berarti ada kemungkinan harga akan ikut terdorong naik. Walau demikian, volume market yang tinggi belum tentu membuat harga ikut terdorong naik.

Sangat mungkin pair mata uang ditransaksikan dengan range yang cukup sempit, atau dalam hal ini akan terjadi breakout. Ada banyak contoh dari indikator volume yang biasa dipakai trader seperti money flow, money flow index, on balance volume, demand index, dan lainnya.

Tapi seperti namanya, fungsi utama indikator volume yaitu untuk melihat volume trading dibalik suatu pergerakan harga yang mana bisa sangat menguntungkan trader karena pergerakan harga umumnya terjadi karena ada volume trading tinggi.

Volume trading tinggi merupakan instumen yang bagus untuk mencari sinyal daripada pergerakan harga itu sendiri. Alasannya, volume trading pasti dihasilkan dari dorongan harga dalam jumlah besar sehingga mampu menggerakkan market.

#3. Indikator Momentum

Dengan memanfaatkan indikator momentum, trader bisa mengetahui apakah market sedang ada dalam posisi overbought atau oversold. Saat market ada dalam area overbought, ada kemungkinan besar bahwa harga akan turun hingga ke dalam kondisi yang tak terprediksi.

Harga yang terus turun bahkan akan sangat mungkin mencapai area oversold. Situasi oversold bisa dimaknai dengan karena harga terus turun dalam periode lama, maka pada poin tertentu pasti akan naik. Ada banyak contoh dari indikator momentum yang banyak dipakai trader.

Beberapa jenis indikator momentum yang populer seperti relative strength index (RSI), commodity channel index (CCI), momentum and stochastic, dan lainnya. Indikator tersebut pada dasarnya merupakan indikator yang sudah dibuat oscillator.

Fungsi utamanya yaitu untuk menentukan posisi oversold dan overbought yang mana akan sangat berguna untuk mencari sinyal awal dari terbentuknya tren. Dari sini, trader bisa mendapat gambaran seberapa bagus momentum jika masuk ke market pada posisi tersebut.

#4. Indikator Volatilitas

Indikator volatilitas pada umumnya sering disebut dengan indikator band. Harga dan volatilitas saling terkoneksi, yang mana saat salah satunya berubah, yang lain akan ikut berubah. Indikator volatilitas memungkinkan trader mengetahui kisaran harga dan mempelajari situasi market terbaru.

Dalam hal ini, indikator volatilitas akan menentukan apakah market sedang dalam kondisi aktif atau tidak. Saat dalam kondisi aktif, market akan mempunyai variasi pergerakan harga yang optimal. Sampai saat ini, terdapat banyak indikator volatilitas yang bisa dipakai trader.

Beberapa indikator volatilitas yang populer dipakai trader seperti Bollinger bands, moving average (MA), envelopes, dan lainnya. Indikator tersebut umumnya memakai kisaran untuk menunjukkan perilaku harga dan volume di balik tiap pergerakan yang terjadi pada market.

Indikator volatilitas tentu sangat berguna untuk trader karena tiap perubahan perilaku bisa menyediakan sinyal entry yang bagus. Sinyal inilah yang nantinya bisa dimanfaatkan trader untuk membuka posisi dalam market, tentunya dibarengi dengan strategi yang sesuai.

Tapi terlepas dari rencana dan strategi trading yang nantinya dipakai untuk membuka posisi di market, trader sebaiknya melengkapi dengan satu indikator dari tiap jenisnya. Gunanya yaitu untuk mencari konfirmasi tambahan terkait posisi trading yang akan diambil.

#5. Indikator Profit Taking

Pemanfaatan indikator pada akhirnya bertujuan untuk mencari profit dengan kadar maksimal. Tapi khusus untuk mencari profit, terdapat sejumlah indikator khusus yang bisa dipakai trader. Indikator jenis ini akan membantu trader dalam menentukan kapan saat yang tepat untuk mengambil profit.

Ada banyak indikator di trading forex yang tersedia untuk keperluan ini, termasuk indikator RSI dengan time frame tiga hari. Jika memakai indikator ini, trader yang mengambil posisi long harus mengambil profit jika RSI durasi tiga hari naik ke level tinggi dari angka 80.

Di sisi berlawanan, jika trader mengambil posisi short, indikator RSI harus menunjukkan level terendah, yaitu 20 atau di bawahnya. Indikator lain yang juga bisa dimanfaatkan untuk mengambil profit yaitu Bollinger band yang menggunakan standar deviasi dari data perubahan harga di periode tertentu.

Pembagian jenis indikator di atas sebenarnya tidak mutlak karena masih ada banyak indikator yang tersedia. Indikator seperti apa yang akan dipakai untuk trading itu sepenuhnya bergantung pada trader, termasuk rencana dan strategi trading yang dipakai.

Manfaat indikator di trading forex adalah tentang mencari peluang terbaik sehingga saat mengambil posisi long misalnya, trader bisa mendapat sinyal yang paling optimal. Sinyal seperti ini mengindikasikan adanya kemungkinan tinggi untuk mendapat profit.

 

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini