E-Currency dan Transfer Lokal ILEGAL ?

Penggunaan media transfer seperti dengan e-currency semacam Liberty Reserve (LR) yang telah scam tersebut, Voucher, Transfer Lokal. Apakah itu Legal atau Ilegal kah ?

Penggunaan media-media tersebut banyak yang memperdebatkan apakah itu boleh atau tidak di Indonesia sebenarnya, mengingat menggunakan sarana tersebut katanya bisa untuk mempermudah, tetapi amankah dan legalkah di mata hukum ?

Sebelumnya, mari kita simak kisah dari perusahaan E-gold yang telah Scam.

E-Gold adalah suatu e-currency seperti Liberty Reserve ini yang berdiri semenjak tahun 1996, tetapi sekarang e-gold telah scam di sekitar beberapa tahun yang lalu, karena terbentur masalah perijinan, tidak ada backup uang yang sebenarnya, dan juga kalah bersaing secara telak dengan Liberty Reserve (LR), yang akhirnya mengakibatkan harga kurs e-gold jatuh dan sekarang scam. Banyak money changer online yang mempunyai stok di e-gold juga menjadi korbannya. E-Gold juga banyak menghadapi tuntutan, tetapi kemungkinan sia-sia, karena mereka ini seperti HYIP dan tidak jelas hukumnya.

Jika anda masih menyimpan uang anda di e-gold, maka anda harus merelakannya, dan tidak akan bisa kembali.

LIBERTY RESERVE (LR) –> sekarang telah scam dan dibekukan oleh FBI di pertengahan tahun 2013

Akibat dari pengalaman e-gold tersebut, Perusahaan LR (Liberty Reserve) menggunakan kantor pusat dan terdaftar di negara yang “tanpa hukum” yaitu Costa Rica, yang dimana di negara ini bentuk-bentuk yang seperti money laundry, perjudian, ataupun HYIP masih diperbolehkan dan tidak ada ketentuan hukumnya (bebas), sehingga bila terjadi hal yang buruk atau scam, maka Boss dari perusahaan yang scam di negara tersebut tetap bisa bebas melenggang kangkung dan tidak bisa dijerat hukum. (bisa dikatakan negara Costa Rica adalah surganya para Mafia dan Perdagangan Ilegal juga)

Beberapa orang mengatakan bahwa LR adalah untuk mempermudah transfer, tetapi media ini jelas melanggar hukum anti pencucian uang. Dan berikut adalah alasan bahwa LR adalah kurang kredibel dan bisa dibilang ilegal sebenarnya :

  • Liberty Reserve (LR) HANYA permainan angka saja atau seperti e-point.
  • Liberty Reserve tidak dibackup oleh uang yang sebenarnya (hanya bermain seperti angka point saja), hal ini dibuktikan bahwa penarikan uang di LR tidak bisa secara langsung , tetapi harus melalui seperti Exchanger/Perantara dahulu, dengan kurs harga ditentukan dari individu exchangernya sendiri. (Exchanger adalah bukan perusahaan milik Liberty Reserve, melainkan suatu individu bebas. Dan siapa saja bisa menjadi exchanger untuk penukaran point atau dollar LR tersebut)
  • Liberty Reserve terletak di negara Costa Rica yang boleh dikatakan negara BEBAS HUKUM. Dan hal ini jelas tidak aman (tidak ada perlindungan konsumen).
  • Pendirian badan usaha Liberty Reserve mungkin legal di negara terdaftarnya yaitu Costa Rica, tetapi cara kerja Liberty Reserve yang melanggar hukum anti money laundry itulah yang membuat LR bisa dikatakan ilegal dan tidak aman.
  • Pendaftaran di Liberty Reserve tidak memerlukan verifikasi dokumen identitas, dan jelas hal ini bisa dimanfaatkan untuk penyamaran ataupun hacker. Hal ini jelas melanggar hukum anti pencucian uang, karena asal usul tidak jelas dan tersamar. (anda bisa membuat account di LR dengan nama sembarangan dan tanpa diverifikasi)
  • Harga uang di LR tidak ada acuan sentralnya, dan kurs tergantung suka-suka penukarnya / exchangernya yang saat ini berpedoman pada perkiraan harga USDollar.
  • Bila terdapat pesaing LR yang lebih unggul di kedepannya, maka kurs LR rentan untuk jatuh atau digoreng (seperti kasus e-gold dulu), dan uang anda disana bisa menjadi kecil nilainya bahkan tidak bernilai lagi. Karena penetapan kurs LR adalah tergantung “suka-suka” exchangernya pula.
  • Liberty Reserve (LR) rentan terhadap pencurian/pembobolan , dan konsumen tidak bisa klaim bila terjadi masalah.

Sebenarnya penggunaan LR (liberty reserve) juga tidak terlalu mudah dan lebih mahal pula sebenarnya, karena memerlukan beberapa langkah untuk menukarkannya ke uang cash (harus melalui pihak-pihak orang perantaranya dahulu / Pihak ke 3 lagi). Selain itu perbedaan kurs jual dan belinya (spread) kalau dihitung-hitung juga sangat lebar dan melebihi spread di bank / pasaran pada umumnya. (spread kurs harga di LR ini lebih mahal kalau kita bandingkan dengan kurs di bank pada umumnya)

Setelah anda mengetahui mengenai Liberty Reserve (LR), Bagaimana dengan penggunaan Transfer Lokal dan Voucher ?

Cara kerja transfer lokal terdapat beberapa jenis yaitu:

  • Titip uang kepada Agen / IB / Whitelabelnya dengan mentransfer uang di bank lokal milik Agen / IB / Whitelabelnya tsb (sebagai penampung dana sementara) untuk ditransferkan kepada broker di luar negeri. Mereka rata-rata menggunakan bank-bank yang umum sebagai penampungnya, seperti BCA, Mandiri, BRI, BII, dan sejenisnya.
  • Titip uang kepada Exchanger (money changer online) dengan mentransfer uang di bank lokal milik exchangernya tersebut dengan tujuan agar diteruskan kepada broker di luar negeri. (mirip seperti metode titip agen/IB/Whitelabel)
  • Para Agen ataupun Exchanger ini memiliki stok sejumlah uang di account broker di luar negeri tersebut, dan stok uang ini digunakan untuk dikirim ke masing2 rekening trading dari si pentransfer.

Cara-cara seperti diatas dapat dikategorikan mengalihkan dengan pihak ke 3. Dan resikonya adalah bila si Agen/IB/Whitelabel/Exchangernya tidak meneruskan kepada brokernya atau stok uangnya bermasalah maka uang anda bisa beresiko hilang. (tergantung unsur kepercayaan saja)

Cara ini juga dapat mengkamuflase pengirim aslinya, karena melalui Pihak ke 3 tersebut dan tidak dilakukan secara langsung ke rekening pialang/broker.

Dan kalau kita melihat acuan pada hukum anti pencucian uang di Indonesia (anti money laundry), maka hal ini jelas melanggar, mengingat yang diperbolehkan menampung dana para nasabah DENGAN BANK LOKAL untuk perdagangan derivatif ini haruslah perusahaan pialang/broker yang sudah terdaftar di Bappebti. Karena kita berlokasi di Indonesia maka harus mematuhi hukum yang berlaku di Indonesia pula, atau akan terkena pelanggaran hukum.

Tuduhan pelanggaran terhadap tindakan ini dapat dikenai pasal pencucian uang, ataupun yang lebih parah lagi adalah pelarian dana ilegal/pembiayaan untuk kegiatan teroris, karena tidak jelas asal usulnya.

Hukuman dari pelanggaran ini bervariatif mulai dari denda hingga Rp.10 Miliar ataupun Penjara selama beberapa tahun

Selengkapnya baca ini juga mengenai artikel Payment Gateway untuk Transaksi Forex dan Transfer Bank Lokal

Bagaimana dengan penggunaan Voucher ?

Voucher untuk perdagangan derivatif dan forex ini juga dikategorikan sebagai sarana pencucian uang, karena tidak jelas asal usulnya, dan juga voucher adalah sebagai bentuk lain dari “titip transfer” melalui IB/Whitelabel/Agen/Exchanger tersebut.


Mengenai penggunaan media-media yang ilegal pada perdagangan derivatif iniΒ  (forex, index, saham, logam, komoditi, CFD, options) umumnya hanya terdapat pada perusahaan finansial ataupun pialang/broker yang tidak teregulasi benar, selain itu situs-situs perjudian, Investasi HYIP, dan Perdagangan Ilegal juga bisa menggunakan sarana Liberty Reserve ini karena untuk menyembunyikan identitas yang sebenarnya dan atau untuk money laundry (pencucian uang). Tetapi bila LR digunakan untuk pembayaran pada toko-toko online yang menjual produk non derivatif maka toko yang bisa menerima LR tersebut berarti berani mengambil resiko tinggi.

Baca ini juga mengenai Hukum Pencucian Uang di Indonesia:
http://id.wikipedia.org/wiki/Pencucian_uang

BAGAIMANA METODE TRANSFER UANG UNTUK TRADING YANG AMAN DAN LEGAL ?

Metode yang aman adalah harus melalui sarana yang LEGAL dan sudah TEREGULASI BENAR, seperti melalui transfer LANGSUNG dengan bank wire transfer direct ke brokernya (tanpa melalui perantara lagi secara ilegal) , ataupun bisa melalui media online yang LEGAL dan SUDAH TEREGULASI BENAR seperti teregulasi NFA/CFTC, FCA UK, ASIC, seperti yang dilakukan oleh Paypal, Moneybooker/Skrill dan Neteller itu adalah legal dan kredibel (bukan permainan angka).Β  Yang dimana media online ini juga memerlukan dokumen verifikasi yang jelas dan dapat dilacak asal usulnya (bukan tersamar), serta tidak bisa mendaftar secara ngawur.

Selain itu media-media online yang legal seperti Paypal, Skrill, Neteller adalah benar-benar dibackup oleh uang yang sesungguhnya (bukan permainan angka) dan anda bisa menarik uang langsung dari Paypal ke rekening bank anda TANPA melalui exchanger atau pihak ke 3 seperti halnya Liberty Reserve tersebut.

Pialang / Broker yang teregulasi benar, pasti tidak akan memperbolehkan menggunakan media-media yang ilegal seperti penjelasan diatas, KECUALI kalau mereka sebenarnya tidak teregulasi benar , main sembunyi, atau “broker nakal”.

Baca ini juga: http://brokerforex.com/broker-forex-terbaik-dan-kredibel/broker-legal-dan-broker-ilegal/

dan peraturan dari Bappebti (regulator Indonesia) mengenai penyaluran ke luar negeri :
http://www.bappebti.go.id/id/regulation/ordinance/detail/56.html

Para Exchanger ataupun IB/Agen/White Label yang bisa menerima transfer lokal dan titipan untuk uang transfer tersebut ataupun berjualan voucher, maka dapat dianggap atau dituduh secara hukum sebagai pengepul ataupun penadah ilegal yang memfasilitasi pencucian uang di luar negeri. KECUALI bila transaksi yang dilakukan adalah bukan untuk perdagangan derivatif maka hal itu masih diperbolehkan.

(Dari informasi link-link di atas, sudah jelas tertera bahwa penggunaan media ilegal seperti Liberty Reserve (LR), Voucher, Titip Transfer Uang kepada IB/Agen/Perwakilannya, dan semacamnya adalah melanggar Hukum Undang-Undang di Indonesia yang bisa mendapat ancaman hukuman berat)

Nah, setelah anda tahu akan penjelasan diatas, maka pilihan berada di tangan anda masing-masing…

Anda ingin jalur legal dan aman ATAUKAH dengan cara yang ilegal dan beresiko ?? (kalau sedang apes dan tersandung Hukum, bisa fatal akibatnya)

Hal ini memang sangat kontroversi, dan pasti menimbulkan pro dan kontra, tetapi kami menulis artikel ini beracuan pada hukum perundang-undangan yang telah ada di Indonesia, dan memang sudah jelas dipaparkan disana. Hanya saja mungkin penindakannya seringkali masih kurang tegas, dan masyarakat juga belum teredukasi dengan benar mana yang betul dan mana yang melanggar hukum.

Semoga bermanfaat dalam mempertimbangkan penggunaan metode tersebut, dan pemilihan perusahaan pialang atau broker yang benar dan legal.

(BrokerForex.com)

REFERENSI Undang-Undang Pencucian Uang:
http://www.bi.go.id/biweb/html/uu152002_id/index.html

188 KOMENTAR

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini