Jumlah warga amerika yang mengajukan aplikasi untuk subsidi pengangguran secara mengejutkan naik dari angka sebelumnya, namun tetap berada pada level yang sehat. Jumlah klaim meningkat sebesar 15.000 aplikasi ke angka 258.000 selama periode 11-18 maret 2017 berdasarkan laporan yang dirilis baru saja oleh Departemen Tenaga Kerja AS. Yang mana peningkatan terbesar terjadi di wilayah Ohio dan Kansas.

Angka klaim di minggu sebelumnya juga mengalami revisi; terdapat 2.000 tambahan aplikasi daripada yang dilaporkan dalam laporan yang sama. Angka klaim saat ini (258k, red) masih berada dibawah 300.000 aplikasi, batasan jumlah pengangguran yang sehat bagi kondisi pasar tenaga kerja di AS. Dan AS telah berhasil mempertahankan kondisi ini sejak tahun 1970.

Ketika angka pengajuan klaim berada <300.000, maka pasar tenaga kerja di AS berada dalam kondisi (mendekati) full employment; dimana hampir semua tenaga kerja yang tersedia mendapatkan lapangan pekerjaan.

Analis dari Departemen terkait mengatakan bahwa tidak ada faktor tertentu yang berdampak signifikan yang mempengaruhi perubahan angka pengajuan klaim tersebut.

Bahkan dengan kenaikan angka tersebut; berdasarkan survey yang dilakukan beberapa organisasi, para employer masih enggan untuk memberhentikan para pekerja di perusahaan mereka semenjak kondisi persaingan di pasar tenaga kerja yang menjadi ketat bagi para employer. Sehingga menyebabkan perusahaan lebih sulit untuk mendapatkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan yang cukup dan pengalaman yang matang. Tercatat perusahaan-perusahaan tersebut juga menaikkan gaji bagi para pekerjanya pada angka yang cukup sehat dan rutin.

Pertumbuhan lapangan pekerjaan mencapai angka rata-rata sebesar 209.000 per bulan selama 3 bulan terakhir dan rasio pengangguran sekarang adalah 4.7%, mendekati rekor terendah selama 9 tahun terakhir sebesar 4.6% di bulan November lalu.

Highlight :

  • Angka pengajuan klaim pengangguran meningkat ke angka 258.000; lebih tinggi dari yang diperkirakan pasar diangka 240.000.
  • Kenaikan tersebut masih berada dalam batasan yang sehat, <300.000 atau <5% dari jumlah total tenaga kerja.
  • Sehingga, dalam pasar forex, sentimen yang dihasilkan tidak cukup kuat (cenderung lemah) untuk dapat menggerakkan pasar secara signifikan.
  • Angka yang dirilis hari ini, menjadi afirmasi terhadap kebijakan menaikkan nilai suku bunga yang dilakukan oleh The Fed minggu lalu (ditunjang dengan kondisi inflasi yang terus meningkat tentunya).

 

 

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini