Bagi para trader, teknik scalping bukanlah sebuah teknik baru lagi. Banyak trader yang menguasai dan menggunakan teknik ini, karena trader bias mendapatkan keuntungan dari perubahan sekecil apapun. Walaupun strategi ini mengharuskan kedisiplinan tinggi karena membutuhkan strategi keluar yang sangat ketat. Satu kesalahan saja bias membuat keuntungan yang ada di depan mata bisa berubah menjadi sebuah kerugian.

Alat alat yang tepat seperti live feed, akses ke broker yang cukup cepat dan juga membutuhkan sebuah stamina yang prima saat melakukan trading dengan teknik ini. Scalping itu sendiri adalah sebuah teknik dimana teknik ini didasarkan pada sebuah asumsi dimana sebuah market akan bergerak ke arah yang kita inginkan dalam waktu yang singkat. Biarkan keuntungan anda berjalan dan optimalkan hasil keuntungan yang kecil dengan jumlah transaksi yang banyak.

Seorang scalper (trader yang menggunakan teknik trading scalping) akan memiliki rasio keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan trader biasa, karena seorang scalper akan tetap mengambil keuntungan sekecil 1-2 pips dalam jumlah yang besar, sehingga kalau mereka mengalami kerugian, itulah jumlah yang mereka bisa mereka toleransi. Selama disiplin dalam masuk dan keluar, keuntungan dari teknik ini sudah ada di depan mata.

Ada banyak cara untuk melakukan trading scalping ini, ada beberapa pendekatan yang dilakukan oleh para trader dengan menggunakan time frame yang tepat

  1. Trader mulai membuka sebuah posisi dengan time frame yang lebih besar
  2. Setelah arah tren terbaca, kecilkan time frame untuk menggunakan teknik trading scalping yang biasa anda gunakan.

Dalam arti yang mudah dalam setiap sistem trading scalping mendekati rasio keuntungan 1:1 dimana saat seseorang membuat sebuah keuntungan 1-2 pips, maka resiko yang ditolerir adalah 1-2 pips juga.

Trading dengan scalping tidak hanya dijalannkan dalam time frame yang kecil saja, sebenarnya scalping juga bisa delakukan dalam time frame yang besar juga dengan teknik yang berbeda seperti melakukan dengan sistem breakout atau range bound. Hanya saja semakin besar time frame yang digunakan resiko akan semakin besar.

TIGA MACAM SCALPING YANG BIASA DIGUNAKAN

Dalam perjalanannya ada tiga macam scalping yang biasa digunakan oleh para trader

Pertama, sering disebut juga dengan market making, disini seorang scalping benar benar memanfaatkan yang namanya spread dengan memasukkan buy dan sell untuk sebuah pair mata uang secara bersamaan untuk mengejar breakout dari masing masing.

Strategi ini hanya aka berhasil pada mata uang yang bergerak dengan volatilitas yang sangat besar. Strategi ini walaupun mungkin untuk dilakukan dan bisa mendapatkan hasil yang cukup besar, tapi pada kenyataannya teknik semacam ini sangat sulit untuk dilakukan dan membutuhkan insting trading yang tepat untuk menentukan titik breakout dan menentukan mana posisi yang harus dilepas untuk mengejar breakout sehingga bisa mendatangkan profit.

Kedua, seorang scalper akan masuk ke dalam market yang bergerak sangat cepat  dengan intensitas tik tak yang sangat tinggi sehingga membuat sebuah kuantitas yang sangat tinggi. Apakah memungkinkan terjadi kerugian dalam teknik ini? Sangat mungkin sekali, namun dengan banyaknya kuantitas trading yang dilakukan maka kerugian yang terjadi bisa tertutupi.

Teknik ini sebenarnya tidak sulit, hanya membutuhkan beberapa time frame yang kecil dan membutuhkan sebuah stamina yang prima supaya tetap bisa membaca chart dengan tepat.

Ketiga, adalah metode scalping yang tradisional dimana seorang trader masuk ke dalam pasar dengan beberapa posisi dan segera menutup posisi saat mendapatkan sinyal keluar. Rasio keuntungan dan kerugian dalam sistem ini adalah 1:1 seperti yang sudah dijelaskan diatas.

KESIMPULAN

Teknik scalping seperti ini sangat menguntungkan bagi mereka  yang bisa memutuskan kapan harus masuk dan keluar pasar dengan cepat serta menggunakannya sebagai bagian dari strategi trading mereka. Satu yang harus diperhatikan dari teknik ini, seorang scalper harus benar benar disiplin sebelum bisa melakuka teknik trading ini.

Kesalahan yang paling sering terjadi dari sistem ini adalah, seorang scalper tidak bisa mentolerir kerugian dan cenderung menunggu kerugian menjadi keuntungan. Padahal bisa saja kerugian itu semakin besar. Disaat yang sama apabila memutuskan untuk menutup kerugian dan segera membuka posisi berbalik arah, ada kemungkinan yang tadinya kerugian semakin melebar menjadi sebuah keuntungan.

Jadi kuncinya adalah disiplin.

 

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini

*