Pada artikel sebelumnya kita telah menjelaskan mengenai platform apa yang sering digunakan dalam bisnis forex trading. Dalam artikel tersebut sudah disebutkan bahwa dalam penampakannya, pasar forex akan ditampilkan dalam bentuk grafik atau chart. Dengan tampilan grafik tersebut, kita tentunya akan lebih mudah memahami kondisi pasar secara real time, sehingga akan membantu mempermudah kita dalam melakukan analisi dan mengambil suatu keputusan.

Dalam artikel kali ini, kami akan menjelaskan beberapa jenis chart atau grafik yang disediakan oleh platform trading tersebut. Secara umum, grafik memang terdiri dari dua koordinat utama, yang pertama adalah koordinat vertical (sumbu y) yang biasanya merupakan informasi mengenai harga. Sedangkan yang kedua adalah koordinat horizontal (sumbu x) yang biasanya merupakan variable waktu yang berjalan secara real time.

Jenis Harga dalam Grafik

Dalam grafik yang ditampilkan oleh platform forex trading seperti Meta Trader 4, sumbu y yang berisi harga terdiri dari beberapa jenis harga sebagai berikut:

Harga pembukaan

Harga pembukaan yaitu harga awal yang dibentuk pada awal periode trading, biasanya harga ini dibentuk pada saat kita melakukan open position atau membuka transaksi.

Harga penutupan

Harga penutupan yaitu harga akhir yang dibentuk pada akhir periode trading, biasanya harga ini dibentuk pada saat kita melakukan close position atau menutup transaksi.

Harga tinggi

Harga tinggi merupakan nilai harga yang memiliki point paling tinggi selama periode transaksi. Harga ini juga biasa disebut dengan harga maksimum.

Harga rendah

Harga rendah merupakan nilai harga yang memiliki point paling rendah selama periode transaksi. Harga ini juga biasa disebut dengan harga minimum.

Periode Trading dalam Grafik

Dalam Meta Trader 4, grafik yang dibentuk oleh poros dari sumbu x (horizontal) adalah informasi mengenai periode trading dalam jangka waktu tertentu. Apabila anda menggunakan Meta Trader 4, maka periode waktu yang bisa dipilih adalah interval 1 menit, 5 menit, 15 menit, 1 jam, 4 jam, 1 hari, 1 minggu, hingga 1 bulan.

Berbagai pilihan interval tersebut bisa kita gunakan untuk menggali informasi nilai penawaran dari historinya. Dengan memperpanjang atau memperpendek interval kita bisa mengetahui trend nilai penawaran pasanagn mata uang tersebut dari waktu ke waktu. Sehingga dengan dasar tersebut, kita bisa memanfaatkannya sebagai dasar dalam mengambil keputusan dalam transaksi trading.

Jenis Chart dalam Trading Forex

  1. Chart Tick

Chart tick merupakan grafik yang terbuat dari skala terkecil dari perubahan nilai satuan mata uang tersebut. Chart tick ini tidak terhubung dalam interval waktu tertentu saja dan hanya menunjukkan perubahan poin nilai mata uang secara real time saja.

Chart tick ini juga bisa menunjukkan berapa harga ASK dan berapa harga BID. Pada grafik yang atas, grafik menunjukkan berapa harga ASK yang merupakan nilai tukar beli. Sedangkan pada grafik bagian bawah menunjukkan berapa harga BID yang merupakan nilai tukar jual.

Grafik ini memang hanya menunjukkan perubahan poin harga saja, sehingga kurang tepat apabila digunakan untuk melakukan analisa pasar. Grafik ini hanya membantu para trader untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk memasuki pasar forex.

  1. Chart Garis

Chart garis adalah chart yang berupa kurva line chart yang menunjukkan perubahan naik turun suatu harga dari satu periode tertentu dalam jangka waktu yang singkat. Dalam grafik ini tidak ada informasi mengenai nilai harga dari mata uang, sehingga hanya menunjukkan perubahan harga dalam satu periode.

Biasanya para trader menggunakan grafik ini sebagai acuan untuk mengetahui apakah nilai mata uang cenderung naik ataukah cenderung turun selama periode trading tersebut.

  1. Chart Bar

Chart Bar merupakan chart yang terdiri dari harga tinggi serta harga rendah yang terhubung satu sama lain secara vertikal dalam jangka waktu atau periode trading tertentu.

Dalam garis vertikal tersebut, terdapat garis kecil di sebelah kiri dan di sebelah kanan. Garis di sebelah kiri merupakan harga pembukaan, sedangkan garis di sebelah kanan adalah harga penutupan.

Dari setiap garis vertikal yang ada tersebut, akan terhubung satu dengan yang lain hingga membentuk grafik yang dinamakan chart bar. Chart bar ini akan memberikan banyak informasi kepada kita, di antaranya adalah harga pembukaan, harga penutupan, harga tinggi serta harga rendah dalam rentang periode tertentu. Sehingga dalam melakukan analisa akan semakin lengkap dan mendalam.

  1. Candlestick

Secara konsep, candlestick ini mirip dengan chart bar ada poin tiga. Hanya saja candlestick ini akan memberikan gambaran yang lebih mudah mengenai apakah terjadi kenaikan ataukah penurunan selama periode chartbar tersebut.

Jika harga pada saat close lebih rendah daripada harga pada saat open position, maka lilin yang terbentuk akan berwarna hitam. Dan sebaliknya, apabila pada saat close harganya lebih tinggi daripada saat open, maka lilin yang terbentuk akan berwarna putih.

Demikianlah penjelasan singkat dari kami mengenai jenis chart yang ada dalam platform forex. Semoga dengan memahami chart ini bisa membantu anda dalam melakukan analisa pasar forex. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini

*