Untuk menambah income banyak diantara kita yang terpikir bahkan sudah menjalankan bisnis sampingan yaitu Investasi dan Trading Forex. Kali ini saya akan berbagi informasi seputar Investasi & Trading Forex agar anda tidak salah memilih dan salah mengerti apa itu Investasi dan apa itu trading Forex. Sebelum anda memulai kedua bisnis ini, anda harus membedakan terlebih dahulu kedua bisnis tersebut, karena saling bertolak belakang. Bahkan cara menjalankannya pun sangat berbeda.

Investasi

Investasi adalah mengeluarkan sejumlah uang atau menyimpan uang pada sesuatu dengan harapan suatu saat mendapat keuntungan financial. Contoh investasi adalah pembelian berupa asset financial seperti obligasi, saham dan, asuransi. Dapat juga pembelian berupa barang seperti mobil atau property seperti rumah atau tanah.

Lebih luasnya investasi dapat berarti pembelian barang modal untuk produksi dalam suatu usaha misalnya pembelian mesin. Bahkan pemberian pendidikan dan pelatihan bagi karyawan yang membuat lebih mahir dalam bekerja bisa dikatakan sebagai investasi. Kesamaan dari semua investasi diatas adalah harapan memperoleh keuntungan (gain) di kemudian hari.

Investasi yang akan kita bahas disini adalah investasi berupa asset financial dan liquid yang terjadi di pasar uang, pasar komoditi berjangka dan pasar saham diantaranya : saham, obiligasi, derivatif.

Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan investor saat melakukan investasi diantaranya :

  • Tidak memiliki rencana investasi yang jelas. Karena ini terkait dengan masa depan investor tersebut, maka tanpa memiliki konsep yang kuat investasinya bisa merupakan suatu kesalahan.
  • Investor terkadang kurang sabar dan ingin segera menikmati keuntungan padahal investasi adalah suatu program jangka panjang dan kita mesti bisa menerawang jauh ke depan dan jangan mengambil langkah yang emosional dan terlalu cepat. Tetapi mesti melakukan langkah-langkah yang terukur.
  • Investor terkadang memperoleh informasi yang terlalu berlebih sehingga mengaburkan analisis yang telah baik yang diperoleh sebelumnya.
  • Calon investor gampang terpengaruh gimik (rencana bisnis) yang menjanjikan kaya dalam sekejap (get rich quick scam). Dan melupakan hukum ekonomi yang paling mendasar yaitu High Risk High Return (Pengembalian tinggi pasti beresiko tinggi pula). Misalnya bila uang diinvestasikan ke deposito bank maka bunga yang didapat akan lebih rendah daripada bila diinvestasikan ke suatu bisnis seperti bisnis makanan yang dapat memperoleh pengembalian 100% dari modal.

Jika kurang hati-hati dalam menjalankan Investasi seringkali masyarakat jadi sangat buta perihal investasi, dan akhirnya salah mengambil jalan dan ikut semacam Money Game, Arisan Berantai, Investasi dengan kedok Jualan Pulsa, , Investasi Bibit Pohon, Penny Stock, dan semacamnya yang ujung-ujungnya pasti akan hilang ataupun dibawa lari uangnya oleh pengelolanya.

Untuk itu kita harus jeli dan berpikir tajam, jangan sampai dibohongi oleh orang-orang yang tidak benar seperti itu lagi yang menawarkan kedok investasi bodong atau money game.

Berikut ini ada berbagai cara berinvestasi yang benar dan aman yaitu :

  • Properti, seperti membeli properti dan disewakan, ataupun membeli tanah untuk disimpan (untuk membeli property, perhatikan lokasinya !)
  • Beli emas, dan disimpan untuk jangka panjang.
  • Kolektor produk-produk antik bernilai tinggi (lukisan, barang seni, dkk)
  • Franchise yang bisa pasif income, seperti Indomaret, Alfamart, Apotek K24, dll.
  • Bisnis (sebagai komisaris ataupun penyerta modal pasif saja), tetapi hati-hati ya karena bisnis juga banyak yang tidak benar pula. (Pelajari Sistem dan Laporan Keuangannya)
  • Berinvestasi langsung di saham-saham yang benar dan kredibel / bluechip
  • Reksadana Saham yang kompeten
  • Obligasi (bond) , diutamakan yang Obligasi Pemerintah agar lebih aman seperti ORI (Obligasi Republik Indonesia), ataupun Obligasi dari perusahaan swasta yang sudah solid seperti Astra.
  • SUN (Surat Utang Negara), Sukuk
  • Deposito di bank (jangan di rentenir ya), tapi deposito sangat kecil returnnya dan bisa habis termakan inflasi. (Tidak disarankan untuk Deposito !)
  • Pemilihan Unit Link secara tepat pada produk Asuransi

Untuk pemilihan lembaga investasinya (khususnya untuk produk Reksadana, ORI, Sukuk, Obligasi), kami menyarankan anda untuk ikut pada produk-produk yang ditawarkan oleh lembaga keuangan yang resmi dan legal di Indonesia (yang terdaftar di BAPEPAM), seperti pada produk-produk yang ditawarkan di Bank-Bank yang BESAR (sebaiknya jangan di bank-bank kecil ya), selain itu di produk-produk pada perusahaan sekuritas yang resmi terdaftar di Bapepam itu juga boleh (seperti E-Trading, OSK, Danareksa, Trimegah, Mandiri Sekuritas, Panin Sekuritas, dll). Selainitu anda bisa berkonsultasi kepada Ahli Investasi atau Badan resmi terlebih dahulu secara gratis daripada tersesat.

Pemilihan produknya boleh pada produk-produk investasi yang umum, yaitu seperti Emas, Reksadana, Unit Link Asuransi, Obligasi (bond), ORI, Sukuk Ritel, dan bahkan Deposito.

Trading Forex

Trading Forex adalah perdagangan mata uang dari negara yang berbeda. Forex ini adalah singkatan dari Foreign Exchange (Pertukaran mata uang). Sebuah contoh dari perdagangan forex adalah membeli Euro (mata uang Eropa), sementara secara bersamaan menjual USD (mata uang Amerika), bisa disingkat EUR/USD.

Biasanya bayangan orang awam, trading forex adalah kegiatan menukarkan uang di Money Changer, jual beli mata uang asing secara manual yang dilakukan melalui money changer. Padahal, trading forex berbeda dengan transaksi manual seperti di Money Changer. Pada umumnya, tujuan seseorang untuk membeli dan menjual uang di Money Changer adalah karena kebutuhan untuk menukarkan mata uang untuk bertransaksi di suatu negara. Sedangkan Trading Forex bisa dilakukan secara online tanpa menyertakan fisik uangnya dalam transaksi, kelebihan dari transaksi jual beli mata uang tersebut, selisihnya itulah yang bisa menjadi keuntungan. Jika tepat memilih mata uang yang akan ditransaksikan, misal nilai mata uang USDJPY sedang bagus harganya, maka keuntungan besar bisa didapatkan.

Mengenai Trading Forex, anda disarankan untuk menempatkan dana anda di perusahaan broker yang terpercaya dan memiliki regulasi yang jelas dan aman

Demikian sekilas informasi tentang Investasi dan Trading Forex, diharapkan masyarakat Indonesia seharusnya lebih disadarkan lagi apa pentingnya berinvestasi dan jenis investasi apa saja yang cocok dan aman yang terdapat di Indonesia, sehingga masyarakat bisa lebih cerdas memilih investasi serta  mengedepankan investasi daripada konsumsi.

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini

*