Investasi

Mengenal Investasi , Trading dan HYIP

Kami sering menerima pertanyaan, apakah perusahaan investasi A, perusahaan B, C, D ini bagus atau tidak, aman atau tidak, dan lain-lain ?

User yang bertanya tersebut mengatakan bahwa perusahaan investasi itu menawarkan return ataupun profit diatas 1% per hari bahkan ada yang diatas 10% per hari. Lalu ada yang 10% , 50% bahkan 100% per bulan, Dan perusahaan tersebut sudah terdapat akta PT ataupun CV nya, bahkan terdapat surat pernyataannya.

JAWABANNYA ADALAH : Semua perusahaan tersebut adalah termasuk CALON SCAM atau PENIPUAN, Jangan berinvest ataupun berani menempatkan dana di perusahaan seperti itu. Perusahaan seperti itu TIDAK BISA UNTUK JANGKA PANJANG! (kecuali jika mereka terdaftar di regulator seperti Bappebti, Bapepam, ataupun CFTC, dan cek pula kategorinya di bidang apa)

(Memeriksa Kategori ini sangat PENTING ! karena bisa saja dia bukan di kategori perusahaan investasi, tetapi hanya ijin seperti marketing saja atau lainnya yang tidak menjamin keamanan dana)

Perusahaan Investasi yang benar tidak boleh menjanjikan suatu keuntungan tertentu apalagi yang berbunga diatas rata-rata, kecuali bila didukung dengan JAMINAN ASET atau BARANG yang SETARA (bukan surat perjanjian atau akta perusahaan), dan Harus Legal, serta harus bisa dibuktikan kepemilikan Asetnya tersebut (jangan sampai aset barangnya itu ternyata milik orang lain yang tidak berhubungan).

Jika mereka (Investasi HYIP tsb) bisa pasti menghasilkan keuntungan diatas bunga rata-rata bank, kenapa mereka tidak meminjam uang saja dari bank ??
(mereka hanya cukup membayar bunga bank yang sekitar 1% per bulan saja, bukankah Perusahaan HYIP tsb akan lebih diuntungkan kan ?? Tetapi Bank tidak bodoh). Hal ini dikarenakan Bank tidak dapat diperdaya (bank pasti meminta jaminan aset juga) dan juga hukum legalitas di bank sangat ketat, oleh karena itu perusahaan investasi bodong seperti ini mereka memanfaatkan orang awam, agar bila terjadi Fraud maka mereka tinggal lari saja dan tidak ada tanggung jawab atau Aset yang ditinggalkan, tetapi jika itu Bank maka mereka tidak akan bisa mempermainkan seperti itu.

Sebagai Informasi Anda, jangankan yang 2% per hari atau yang 10% per bulan, yang menjanjikan return 2% PER BULAN pun juga banyak yang SCAM dan Menghilang tidak tahu rimbanya. Dan bahkan yang sudah berusia diatas 10 tahun pun juga banyak yang scam akhirnya, contoh: Dressel (PT WBG – Wahana), dan kasus Ponzi Madoff . Yang dimana Bossnya membawa lari Trilyunan Rupiah hasil dari menipu tersebut. Kemudian ada lagi Swisscash, SPI, QSAR, Balicon, dkk … mereka juga akhirnya Scam dan membawa lari dana nasabahnya hingga puluhan milyar bahkan trilyun rupiah.

Perusahaan yang MENJANJIKAN return tinggi (diatas normal) seperti itu adalah tergolong sebagai perusahaan HYIP (High Yield Investment Program) , dan bukan merupakan sarana yang bagus untuk investasi secara aman dan jangka panjang. Kecuali jika anda hanya iseng ingin bermain-main belaka secara short term dan sudah siap kehilangan uang anda.

Perusahaan Investasi yang benar haruslah terdaftar di suatu lembaga resmi milik pemerintah, seperti misalkan di Indonesia yaitu harus terdaftar di Bapepam ataupun di Bappebti di kategori perusahaan Investasi atau Pialang Berjangka. Dan biasanya perusahaan investasi yang umum beredar adalah tergabung di dalam suatu Bank yang resmi , ataupun Reksadana dan Asuransi. Diluar itu sebaiknya jangan diikuti bila anda belum paham akan resikonya.

Untuk perusahaan luar negeri, mereka juga harus terdaftar seperti di SIPC, FINRA, NFA, CFTC, SEC, FSA.

Kasus-kasus penipuan dengan memanfaatkan trading forex, valas, saham, options, emas, minyak dan komoditi adalah SANGAT MARAK, dan bila anda tidak berhati-hati maka anda akan terjebak ke suatu investasi bodong ataupun HYIP tersebut.

Bedakan antara Investasi, Trading dan HYIP

Investasi , yaitu anda duduk diam saja (pasif) dan menerima imbal hasilnya, bunga,  ataupun pertumbuhan capital gain.

Beberapa contoh Investasi adalah : menyimpan emas, reksadana, menyimpan suatu saham perusahaan yang terlisting di BEJ, asuransi unit link, deposito, obligasi, sukuk

Trading , yaitu anda harus ikut aktif di dalamnya untuk mendapatkan keuntungan ataupun cash flow.

Beberapa contoh Trading adalah : Forex (valas) dengan Margin, Jual Beli Saham secara short term, Trading Emas, Berdagang barang, dan hal-hal lainnya yang memanfaatkan pola jual beli secara short term dan langsung

HYIP , yaitu hampir mirip dengan investasi, tetapi menjanjikan return bunga yang sangat tinggi dan mimpi-mimpi, serta tidak terdapat suatu lembaga resmi (regulator) yang legal milik pemerintah yang menaungi. Dan HYIP tidak ada jaminan Aset atau Barang yang senilai. Biasanya perusahaan HYIP juga berstatus dan berlokasi tidak jelas (terletak di negara terpencil ataupun offshore yang hukumnya lemah)

Beberapa contoh HYIP yang pernah beredar di Indonesia : Swisscash, Dressel (PT.WBI – Wahana Bersama Globalindo), QSAR, SPI, Speedline, dan investasi-investasi ber-return profit sangat tinggi yang biasanya marak beredar pula di Internet.

TIPS PENCEGAHAN

Sebelum anda berinvestasi, perhatikan hal berikut :

  • Siapa yang menawarkannya, apakah bank yang resmi, asuransi resmi, reksadana yang terdaftar, lembaga yang terdaftar di Bapepam, Bappebti, ataukah bukan? (jika itu adalah perusahaan luar negeri, cek di Google Finance ataupun di Yahoo Finance , dan masukkan kode ticker emitennya disana untuk memeriksanya)
  • Legalitas Perusahaannya , perusahaan investasi yang benar harus terdaftar di lembaga milik pemerintah, dan CEK LAH SENDIRI DI LEMBAGA TERSEBUT, Apakah benar ataukah bohong / palsu. (Jangan hanya terdiri dari akta pendirian PT/CV atau surat jaminan pernyataan saja, itu siapa saja bisa membuatnya)
  • Cek Jaminannya. Selain ijin legalitas dari pemerintah yang resmi. Jangan mau percaya jika hanya diberi akta perusahaan atau suatu surat jaminan kontrak saja TANPA Anda memegang barang ataupun aset yang bernilai di tangan anda. Karena surat kontrak itu tidak akan bernilai lagi dan tidak dapat diuangkan bila perusahaan investasi tersebut melarikan diri. Kertas kontrak dan dokumen akta perusahaan tersebut akan menjadi kertas sampah jika terjadi hal buruk seperti Scam , Fraud , atau Lari Menghilang.
  • Return Profit yang ditawarkan apakah masuk akal atau tidak, dan apakah mereka MENJANJIKAN suatu return profit tertentu ? Karena jika mereka menjanjikan return profit yang tinggi sekali, misalkan 3% per hari (atau = hampir 100% per bulan), maka dalam 3 tahun dengan modal Rp.10 juta saja sudah akan bisa menjadi orang terkaya di dunia mengalahkan Bill Gates dan bahkan bisa mengalahkan Cadangan Devisa Negara Besar. Jelas ini suatu hal yang MUSTAHIL bisa ditempuh dalam waktu singkat tanpa kerja apa-apa. (tetapi banyak orang awam yang gelap mata akan uang atau terlengah akan terjebak dengan hal-hal semacam ini. Ada jutaan kasus seperti ini di dunia bahkan ada yang sampai hartanya habis gara-gara ditipu oleh Mafia Kerah Putih ini)
  • Lokasi mereka dimana, apakah di negara yang terpencil, tidak jelas, offshore, kantor sewaaan, PO BOX dan sejenisnya. Bila perlu, cek datang ke kantornya langsung di sana (di kantor pusatnya langsung)
  • Bila tujuan anda bertrading, maka juga jangan terjebak kepada broker yang tidak benar atau nakal. Baca ulasan mengenai broker forex di artikel dan berita yang kami tulis di situs ini.

Jadi harap berhati-hati bila anda menemukan suatu tawaran investasi yang menjanjikan return tinggi, apalagi yang menawarkan bukan berasal dari lembaga yang benar seperti Bank ataupun perusahaan Asuransi resmi. Karena lembaga yang tidak benar tersebut hanya memperkaya si Boss Mafia tersebut dan bukan Anda.

Jangan Serakah, dan Jangan Tergiur Dahulu, PELAJARI DENGAN BENAR SEBELUM BERINVESTASI

Hati-hati pula dengan Trik Marketing yang Menjebak !

Semoga bermanfaat.

BrokerForex.com

Baca juga: http://brokerforex.com/forex/mengapa-hyip-dan-perusahaan-tidak-benar-tetap-beroperasi/

859 Responses to Investasi

  1. ForexStudent says:

    Pak, mengenai pajak apakah hasil trading forex kena pajak? yang saya dengar hasil trading forex sudah tidak kena pajak lagi, benar tidak Pak?
    Jika kita mengisi pajak SPT apakah perlu juga kita menyertakan rekapan/mutasi trading kita di FXDD misalnya.? Bagaimana cara penyampaian pajak SPT jika penghasilan kita dari trading forex Pak?
    Terimakasih

    • Broker Forex says:

      itu tergantung pada SPT anda, kalau SPT anda hartanya tidak sebanding dengan aset yang anda punya, maka harus lapor Pak.

      lebih baik Bapak gunakan jasa konsultan Pajak, sebab biar lebih rapi dan tidak salah

Leave a Reply