Trader sering mendefinisikan breakout sebagai pergerakan poin ke titik lebih tinggi atau lebih rendah dalam satu chart untuk durasi waktu tertentu. Definisi lain yaitu saat harga bergerak keluar dari range yang sudah terbentuk. Bagaimanapun definisni yang dianut, breakout selalu dilihat sebagai peluang trading yang memberi kemungkinan profit besar untuk trader.

Untuk mendapatkan profit besar, trader harus membeli saat harga akan menembus batas atas, atau menjual saat harga mulai terlihat bergerak ke bawah. Metode ini kebanyakan berhasil, meski kadang tidak sama sekali. Trading breakout dengan cara tradisional seperti ini kadang dapat membuat trader rugi. Tapi pasti terdapat celah yang dapat dimanfaatkan trader untuk tetap profit di situasi seperti ini.

Trading Dengan Breakout Kedua
Trading Dengan Breakout Kedua, sumber: thebalance.com

Strategi Breakout Kedua

Salah satu kendala saat menerapkan strategi trading breakout yaitu munculnya false breakout. Padahal false breakout juga dapat dimanfaatkan sebagai strategi sendiri karena sering muncul dalam berbagai situasi. Suatu false breakout dapat ditandai saat harga bergerak melebihi batas sehingga membuat trader berpikir akan terjadi breakout, tapi kemudian harga bergerak ke arah berlawanan.

False breakout kerap mengecoh para trader karena terlihat potensial untuk mendapatkan profit, tapi sebenarnya justru merugikan. Salah cara untuk mengatasi situasi ini yaitu dengan tidak selalu membuka trading saat breakout terjadi. Meskipun harga bergerak membuat range atau membentuk pola chart tertentu, usahakan jangan mengambil keputusan apapun terlebih dulu.

Dengan begitu, trader akan terbebas dari kemungkinan terjebak oleh false breakout. Jika harga tidak bergerak menuju ke arah breakout, maka akan terjadi breakout yang sebenarnya. Setelah breakout sebenarnya terjadi, harga kemungkinan akan tertarik kembali ke level breakout sebelumnya. Situasi ini tidak selalu terjadi, tapi ada kalanya sering terjadi.

Saat harga tertarik kembali sampai ke level breakout sebelumnya, inilah waktu yang tepat untuk masuk trading. Sebagai contoh, jika harga bergerak dan menembus batas atas, terapkan long-trade saat harga mulai tertarik kembali ke poin breakout. Untuk dapat menerapkan strategi ini, trader harus sangat jeli melihat perubahan chart yang sedang terjadi dalam market.

Analisa Risiko Trading Bawah

Range dan pola chart tertentu akan terjadi dengan tren besar. Saat kondisi market seperti ini terjadi, trader tidak harus menunggu breakout untuk memulai trading. Asumsikan jika harga suatu aset mata uang mengalami tren naik lalu bergerak secara range. Situasi seperti ini akan memunculkan breakout terbalik seperti halnya breakout menurun karena akan mengalami tren kenaikan.

Oleh karenanya, daripada harus menunggu breakout terbalik terjadi, pertimbangkan untuk membeli di dekat garis bawah range atau support. Situasi semacam ini memberi beberapa keuntungan untuk trader.

  • Jika harga tetap di range, trader dapat keluar di dekat titik puncak dari range untuk mendapat profit bagus.
  • Trader akan mendapat potensi profit besar jika breakout terbalik terjadi sehingga akan mendapat harga lebih bagus daripada trader yang membeli saat harga breakout.
  • Karena trader membeli di bawah range, order stop-loss dapat ditempatkan di bawah entry point sehingga risiko yang diterima sangat sedikit.

Konsep yang sama dapat diterapkan di berbagai pola chart yang muncul, tidak masalah apakah tren sedang naik atau turun. Saat trader mendapati range atau pola triangle berkembang sesuai tren dan ada asumsi bahwa tren akan berkembang, segera ambil posisi trading alih-alih menunggu breakout terjadi. Strategi ini memang tidak selalu berhasil, tapi peluang profit yang dihasilkan sangat besar dan peluang rugi hanya kecil.

Contoh strategi untuk menangkap breakout, sumber: tradingsetupsreview.com

Selalu Amati Pola yang Muncul

Jika ingin trading dengan breakout lewat pola tertentu, tunggu hingga breakout muncul dan segera buka trading. Selalu fokus pada pola triangle atau flag/pennant sebagai kebalikan dari range. Range sangat mudah dipantau bahkan untuk trader pemula sekalipun. Yang artinya, range sangat menarik perhatian semua trader jangka pendek yang selalu menginginkan breakout dan range terjadi.

Pola triangle dan flag/pennant dinilai lebih jelas dalam memberi gambaran breakout dalam suatu chart, juga lebih baik dalam memberi informasi tentang rasio profit dan risiko daripada range. Strategi semacam ini masih lebih baik jika dibandingkan dengan strategi konvensional lain yang sama-sama menggunakan breakout sebagai instrumen utama.

Kuncinya yaitu jangan membuka trading saat semua breakout muncul. Pilih satu breakout yang memiliki ciri-ciri bahwa harga akan kembali tertarik ke poin awal dari breakout asli. Opsi lain yaitu membuka trading di dalam pola, yaitu searah tren yang terjadi sebelum pola muncul. Opsi ketiga, jika trader ingin trading breakout dengan cara tradisional, fokuslah pada pola triangle dan flag/pennant.

Dengan mencoba beberapa srategi tersebut untuk trading breakout, trader akan mengalami peningkatan kemampuan dalam mengolah sumber daya yang ada. Selain itu, trader pastinya akan lebih siap jika situasi dalam market terasa tidak berpihak. Jika trader dapat memaksimalkan breakout, maka ini akan menjadi strategi terbaik untuk mendapat profit besar dari trading forex.

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini

*