Jika tak ingin merasa tertipu oleh broker, ada cara cek dan memilih broker forex yang benar. Saat bekerja sama dengan broker, kepercayaan adalah aspek krusial. Karena trader harus bergantung untuk menjual atau membeli forex, harus dipastikan 100% bahwa broker aman.

Ibaratnya, apa yang didapat trader akan bergantung semuanya pada broker. Tak ada trader yang mau dirugikan, berapapun nominalnya. Beruntungnya, hanya dengan sedikit usaha melalui riset sederhana, hal negatif tentang broker bisa dihindari.

Satu yang pasti, broker harus punya lisensi sehingga akan mudah diverifikasi. Semisal trader sulit mendapat jawaban terkait aspek legatitas, bahkan jawabannya cenderung berputar-putar, segera tinggalkan. Lalu bagaimana cara cek dan memilih broker forex yang benar?

#1. Analisa Website

Langkah mudah memilih broker forex yaitu dengan menganalisa situsnya. Sekarang era teknologi tanpa batas, jadi jangan heran jika ada banyak konten palsu yang bertebaran. Dalam hal ini, coba cek situs broker untuk mendapat gambaran jelas terkait kebenaran kontennya.

Beberapa situs kadang dikhususkan untuk organisasi tertentu dengan maksud mencari perhatian untuk mendapat afiliasi. Untuk situasi seperti ini, trader harus bisa menilai sendiri apakah review yang ada merupakan asli, bukan setingan dari software otomatis untuk menarik lebih banyak pengunjung.

Carilah situs independen yang menyediakan ulasan tentang broker, karena ini lebih bisa diandalkan sebab tak ada balas jasa yang diberikan broker. Semisal ada banyak ulasan negatif seperti komplain biaya tersembunyi atau rating rendah, ini menunjukkan tanda broker tersebut bermasalah.

#2. Cek Kolom Komentar

Beberapa situs kadang dimoderasi dengan sangat ketat, termasuk komentar pengunjung yang akan ditampilkan dalam situs karena takut terkena spam. Semisal situs mengjinkan pengunjung biasa menaruh komentar, itu menandakan adanya keterbukaan.

Jika komentar tak kunjung ditampilkan segera di situs, atau justru berhenti di fase moderasi selamanya, trader tak perlu menghabiskan waktu untuk membaca ulasan lain terkait broker. Beberapa komentar tak terjawab berarti menandakan respon broker sangat buruk.

#3. Membayar Untuk Diulas

Cara cek dan memilih broker forex yang satu ini masih terkait situs, tapi bukan milik broker. Ada sejumlah situs broker yang mengulas tentang suatu broker lalu ‘memaksa’ pengunjung beralih ke situs broker karena sudah dibayar untuk promosi.

Meski tak ada yang salah dengan sistem referral semacam ini, tapi pengunjung tak mendapat gambaran pasti karena konten sudah dibuat-buat. Sebaiknya, coba hindari situs yang menyediakan link referral dalam satu ulasan yang selanjutnya bisa mengalihkan pengunjung ke situs broker.

#4. Transparansi

Praktik terbaik untuk mengatahui apakah broker scam atau tidak yaitu dengan melihat daftar klien yang dimiliki. Mungkin ada beberapa broker yang akan berdalih bahwa ini melanggar hukum karena membuka informasi, kenyataannya yang terjadi adalah sebaliknya.

Broker betulan akan memakai jaringan yang dimiliki dengan trader sebagai portofolio, dan trader mana pun bisa menilai keaslian broker dengan profil dari sejumlah trader. Cara cek dan memilih broker forex seperti ini memang tidak lumrah, tapi patut dilakukan.

#5. Amati Bagaimana Cara Kerja Broker

Meskipun ini akan terkesan seperti menilai sesuai dari sampulnya, tapi broker forex bisa dilihat kualitasnya dari caranya melayani trader. Jika broker menahan tiap dana dari trader dalam akun segregated yang sudah disetujui trader, bisa dipastikan broker tersebut aman.

Jadi, pastikan bahwa broker mampu menunjukkan bukti yang valid berupa lisensi yang dikeluarkan regulator setempat. Trader juga bisa menjadikan informasi dari pemerintah ini sebagai cara cek dan memilih broker forex yang sungguhan.

#6. Portofolio Broker

Setelah memerikan bagaimana cara kerja broker dan menunjukkan daftar panjang klien yang bekerja sama, trader tetap perlu mengamati apakah klien tersebut selalu mendapat profit reguler atau tidak. Ini penting untuk menghindari perilaku curang dari broker.

Lakukan pengecekan latar belakang tentang bagiamana performa trader saat bernaung di bawah broker tersebut untuk mengetahui keaslian layanan. Forex merupakan market dengan fluktuasi tinggi, dan untuk memastikan mendapat profit, trader memiliki mata yang tajam.

#7. Nota Kesepahaman (Letter of Opinion)

Nota kesepahaman merupakan satu cara untuk meningkatkan kredibilitas terkait verifikasi performa. Nota ini menjelaskan pernyataan tertulis dari pihak ketiga yang menunjukkan bahwa hasil trading sudah mendapat permeriksaan (semacam validasi).

Nota kesepahaman bisa berupa berasal dari akuntan bersertifikasi, dan ini menjadi ciri khas umum pada broker teregulasi. Nota seperti ini lebih bisa diandalkan karena lebih mudah diverifikasi karena trader bisa mengontak pembuat nota secara langsung untuk mengecek akurasinya.

Pada prosesnya, akuntan akan mengontak broker untuk tentang trading spesifik. Akuntan yang tak terdaftar sebaiknya jangan dipercaya, begitu juga dengan broker yang tak teregulasi. Cara kerja nota kesepahaman dalam trading sangat mudah karena hanya dijadikan rujukan validasi.

#8. Audit Penuh Performa Trading

Cara cek dan memilih broker forex yang paling bisa diandalkan yaitu dengan melakukan audit penuh pada broker, tapi cara ini cenderung berbelit dan lama. Audit sebenarnya hampir serupa fungsinya dengan nota kesepahaman yang dikeluarkan akuntan.

Perbedaannya hanya ada pada cakupan dan tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi. Akuntan bahkan akan memeriksa kembali nota kesepahaman yang sudah dibuat untuk tiap akun forex. Auditor bahkan bisa bertindak lebih jauh lagi hingga menginvestigasi detil tiap trading.

Investigasi akan melibatkan siapa penyedia likuiditas untuk posisi trading yang diambil. Auditor akan mengontak penyedia likuiditas untuk memastikan bahwa trading terjadi sesuai dengan apa yang dilaporkan. Auditor juga akan mengontak akun bank dari trader dan broker.

Alur transaksi keuangan juga ditelusuri guna mendapat kepastian. Ini akan memastikan bahwa profit dan loss yang terjadi saat trading benar-benar sesuai dengan yang ada dalam laporan. Audit tak hanya melibatkan akuntan saja, dan kemungkinan banyak pihak ketiga yang terlibat.

#9. Cek Langsung ke Badan Regulator

Semua broker resmi dan terlisensi pasti harus terdaftar pada badan regulator di wilayah kerja masing-masing. Misalnya, broker di Inggris teregulasi oleh FSA, SEC di Amerika, ASIC di Australian, atau BAPEPTI di Indonesia. Semua ini harus diperhatikan trader demi keamanan trading.

Amerika bahkan punya database broker sendiri yang berisi semua catatan aktivitas yang pernah dilakukan broker, termasuk pelanggaran. Beberapa regulator juga menyediakan akses informasi yang bisa dibuka trader, dan inilah cara cek dan memilih broker forex yang ideal.

Akan sangat mustahil bagi broker untuk memanipulasi catatan yang ada di database tersebut, dijamin netral. Dengan melihat database ini, trader bisa mendapat gambaran jelas terkait performa broker di masa lalu. Gambaran ini kemudian bisa dimanfaatkan trader sebagai bahan pertimbangan.

Trading forex merupakan bisnis risiko tinggi dan perlu banyak pengalaman dan kemampuan untuk bisa menghasilkan profit dalam jangka panjang. Jadi, itulah penting memiliki pemahaman yang tepat tentang cara cek dan memilih broker forex yang benar sebagai langkah awal.

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini