Trader individu umumnya kurang paham terkait jam trading forex terbaik sesi Asia sehingga profit yang dikumpulkan menjadi tidak maksimal. Tak seperti sesi trading lain, sesi Asia dikenal dengan pergerakan harga yang didominasi oleh range atau sideway.

Di sisi lain, likuiditas dan volatilitas menjadi dua faktor utama dalam mencari profit, dan market Asia kurang bisa menyediakan faktor tersebut. Tapi dengan karakteristiknya yang demikian unik, sesi Asia bisa menjadi opsi paling tepat untuk trader range.

Mayoritas trader menggabungkan sesi Sidney ke dalam sesi Asia. Sebabnya, waktu pembukaan dan penutupan tak berbeda jauh. Selain itu, dua market ini memiliki zona waktu yang tak jauh berbeda dan sama-sama didominasi pergerakan range.

Sesi Asia

Trading forex akan diawali di Asia, yang mana dimulai dengan market dari Selandia Baru dengan selisih beberapa jam dari market lain di Asia. Sesi trading Selandia Baru terbilang cukup baik dan dinilai sebagai salah satu jam trading forex terbaik di kawasan Asia.

Spread yang ditawarkan market ini cukup lebar dan sering terjadi gap. Dibanding sesi lain, gap yang terjadi di sini cukup besar karena merupakan permulaan sesi trading dalam seminggu ke depan. Saat trading reguler berjalan, gap cenderung tidak terjadi, kecuali hal luar biasa terjadi.

Karena kondisi tersebut, banyak broker yang justru ‘menghapus’ chart candlestick pada hari minggu. Dalam kata lain, broker tak jarang menyembunyikan aktivitas trading yang terjadi di market Selandia Baru. Situasi memunculkan dua efek, baik dan buruk.

Untuk broker, ini tak berarti apa-apa, tapi berbeda dengan trader. Untuk trader yang trading memakai algoritma bisa mendapati hasil berbeda jika tak mendapat rekap sesi trading tersebut. Terlebih trading sistem ini memerlukan detil tinggi dari tiap sesi trading yang terbuka.

Dengan segala kekurangannya, trader dari Amerika dan Eropa kadang juga membuka trading di sesi Asia. Meski mayoritas pergerakan harga didominasi range, tapi terkadang terjadi spike yang membuat harga naik. Situasi ini bisa terjadi saat beberapa bank sentral merilis berita selama sesi Asia terbuka.

Bank of Japan

Bank of Japan (BOJ) yang merupakan bank sentral dari Jepang termasuk salah satu bank paling berpengaruh di dunia. Dikenal karena ketidak-mampuannya membawa inflasi ke target 2%, BOJ menghadapi berbagai masalah demografi di Jepang yang tak terprediksi.

Itu sebabnya, kerja kerasnya untuk membawa inflasi mencapai target dan menstimulus pertumbuhan ekonomi sampai tingkat yang dikehendaki akan membuat pair JPY mendapat volatilitas yang cukup di market forex meski tidak sampai eksplosif.

Saat BOJ mengumumkan kebijakan keuangan yang baru atau melakukan perubahan tertentu, harga dapat bergerak secara agresif dan sesi Asia bisa menjadi salah satu sesi trading yang menarik.

Reserve Bank of Australia

Reserve Bank of Australia (RBA) atau bank sentral Australia secara reguler bertemu untuk membahas pertumbuhan sektor ekonomi. Hampir terisolasi dari belahan dunia manapun dan hanya bergantung pada China untuk keperluan ekspornya, ekonomi Australia masih menjadi tuan rumah untuk dolar Australia atau AUD.

Pair AUD menyediakan volatilitas yang cukup untuk sesi trading di Australia dan sesi Asia pada umumnya. Terlebih saat RBA bertemu di saat sesi Asia berjalan, volatilitas yang dihadirkan bisa cukup besar hingga cukup bisa diandalkan untuk mencari profit.

Begitu juga saat laporan inflasi dan GDP atau pendapatan per kapita diumumkan, gejolak harga pada pair UAD bisa semakin meningkat. Untuk trader sesi Asia, ini bisa menjadi jam trading forex terbaik yang bisa diambil.

Reserve Bank of New Zealand

Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) atau yang juga dikenal dengan bank sentral Selandia Baru punya peran penting dalam sesi trading Asia secara keseluruhan. Hanya ada sedikit trader yang paham bahwa bank ini termasuk salah satu yang paling revolusioner di dunia.

RBNZ merupakan bank yang pertama kali memperkenalkan target inflasi dan termasuk bank pertama yang memiliki dua mandat utama (membuat target inflasi dan lapangan kerja) setelah Fed di Amerika. Hasil laporan RBNZ mampu membuat spread NZD melebar selema sesi Asia berjalan.

Hasilnya akan menjadi lebih liar lagi jika pada Fed juga mengumumkan kondisi yang sama yang biasa terjadi di tiap hari Rabu tiap minggu. Itu sebabnya, mengikuti kalender ekonomi merupakan kunci sukses untuk mendapatkan volatilitas yang dihasilkan oleh kejadian tersebut.

Rahasia Trading Sesi Asia

Secara sederhana, tiap trader pasti paham bahwa tiap pergerakan dinamis dari harga suatu pair tak akan bergantung pada kondisi pair itu sendiri, tapi juga waktu trading dilakukan. Pada banyak referensi, trader dianjurkan melakukan beberapa rekomendasi jika trading pada sesi Asia.

Misalnya, trader disarankan membuka trading antara 06.00 GMT sampai dengan 14.00 GMT karena periode ini dianggap sebagai puncak volatilitas di sesi trading Asia. Sebabnya, volatilitas tinggi bisa memberi peluang profit besar untuk trader.

Saran seperti ini memang bisa diandalkan, meski tak selalu. Forex termasuk market yang tidak menyediakan stabilitas sehingga profit tidak selalu bisa diharapkan. Dengan kondisi yang demikian rumit, tentu saja tidak mudah bagi trader untuk mengontrol trading.

Trading dalam kondisi volatilitas tinggi bisa diasosiasikan dengan risiko tinggi. Itu sebabnya, di tahap awal berkarir sebagai trader, pemula disarankan untuk memberi perhatian lebih untuk menguasai teknik mencari profit berbeda guna memimalkan tingkat risiko.

Fitur Sesi Trading Asia

Sesi trading Asia merupakan periode trading over-the-counter (OTC) yang beroperasi saat market Asia terbuka. Partisipan trading terbesar di sesi Asia ini yaitu bank sentral Jepang, Singapura, Hong Kong, Australia, dan Selandia Baru.

Sesi Asia mengalami periode konsolodasi dengan likuiditas tertinggi pada 00.00-09.00 GMT. Harga umumnya didominasi oleh pergerakan sideway yang mana range tak melebihi 10% dari pergerakan rata-rata per hari pada suatu asset tertentu.

Untuk trading, trader sangat direkomendasikan untuk mengambil pair USD/JPY atau GBP/JPY. Tapi sebelum mulai trading, sangat penting untuk memastikan bahwa tidak ada pengumuman yang akan disampaikan terkait politik atau berita ekonomi lain selama sesi trading Asia.

Trader juga harus memerhatikan data ekonomi makro yang bisa memberi efek besar pada pair yang dipilih. Untuk memudahkan pemantauan, trader disarankan untuk mengamati kalender forex karena semua berita dan kejadian ekonomi sudah tersedia di sini.

Bagi trader pemula sangat disarankan untuk memakai strategi trading forex yang bagus dan sudah teruji yang punya rasio kemenangan setidaknya 75% dalam bulan terakhir. Metode trading sesi Asia sebenarnya sederhana karena pergerakan sangat dominan oleh range.

Ada beberapa indikator teknikal yang bisa dipakai trader agar trading sesi Asia bisa lebih memberi hasil terbaik, misalnya dengan Bollinger band dan indikator range. Hasilnya tentu akan menjadi lebih maksimal jika trader memadukan indikator tersebut dengan jam trading forex terbaik sesi Asia.

Posting untuk Konsultasi dan Tanya Jawab :