Korelasi dalam forex merupakan perhitungan statistik dari dua aset berbeda yang bergerak karena keterkaitan satu sama lain. Dengan memahami korelasi lebih jauh, trader bisa mendapat profit tinggi dengan membuka trading forex korelasi.

Terdapat dua jenis korelasi forex yang dikenal saat ini, yaitu korelasi positif dan negatif. Korelasi positif akan terjadi saat dua aset bergerak ke arah yang sama, sedang korelasi negatif bisa muncul saat dua instrumen bergerak berlawanan arah.

Korelasi mata uang berpengaruh besar pada volatilitas yang berlangsung dalam market. Bagi trader, korelasi mampu memberi profit lebih jika bisa memanfaatkan dengan benar. Tapi sebaliknya, ada risiko besar jika trader tak bisa memaksimalkan trading forex korelasi.

Membaca Korelasi Dalam Forex

Korelasi antara dua pecahan mata uang sifatnya tidak pasti, bergantung pada kondisi fundamental yang berubah. Termasuk status ekonomi nasional, kebijakan bank sentral, juga kondisi sosial dan ekonomi. Korelasi sangat mungkin menguat, melemah, bahkan bergerak secara acak.

Pada trading, korelasi biasanya dihitung dan ditampilkan melalui tabel korelasi forex dengan skala yang cukup bervariasi dari -1 sampai +1. Korelasi -1 berarti bersifat negatif, yang artinya dua aset mata uang akan bergerak ke arah berlawanan 100% dalam periode tersebut.

Korelasi +1 bisa diartikan sebagai korelasi positif yang mengindikasikan bahwa dua mata uang akan bergerak 100% ke arah yang sama pada periode tertentu. Semisal tabel menunjukkan angka 0, maka tidak ada korelasi yang terjadi pada market.

Saat korelasi 0 terjadi, mata uang seringnya bergerak acak dan menampilkan perilaku yang benar-benar berbeda satu sama lain. Jika ternyata masih kesulitasn untuk menentukan status korelasi, terdapat semacam tabel korelasi yang bisa dijumpai di internet.

Pecahan mata uang ditransaksikan secara berpasangan, artinya tak ada satu pecahan uang yang benar-benar terisolasi. Itu sebabnya trader dituntut untuk memahami kaitan satu mata uang dengan lainnya, terlebih jika trader ingin membuka beberapa posisi trading sekaligus.

Memanfaatkan Korelasi Untuk Trading

Seperti yang sudah disebut di bagian sebelumnya, saat trading menggunakan lebih dari satu mata uang, trader secara langsung maupun tidak langsung akan terlibat dengan korelasi. Satu cara untuk memakai strategi trading forex korelasi yaitu dengan memanfaatkan korelasi untuk diversifikasi risiko.

Alih-alih membuka posisi dalam jumlah besar pada satu pair mata uang, trader bisa membuka dua posisi dengan ukuran lebih kecil dengan salah satu mata uangnya sama. Dengan cara seperti ini, trader bisa mengurangi keseluruhan risiko trading dan tak menempatkan semua modal di satu tempat.

Dalam kondisi ini, trader bisa mengambil dua posisi pada pair yang terkorelasi kuat untuk meningkatkan potensi profit jika trading berjalan sukses. Trading forex korelasi juga bisa memberi efisiensi pada trader karena bisa menghindar dari kemungkinan menahan posisi lebih lama.

Sebagai gambaran, menahan posisi lebih lama bisa memberi risiko besar jika ternyata mata uang yang ditransaksikan mengalami korelasi negatif. Mayoritas konsorsium memanfaatkan korelasi untuk melihat kecenderungan risiko yang akan terjadi pada market.

Saat memakai korelasi mata uang, trader akan menjadi lebih paham tentang posisinya dalam market. Korelasi bisa membantu trader dalam memahami pergerakan harga dari satu mata uang di periode tertentu. Dari sini trader bisa terbantu saat ingin mengambil keputusan.

Strategi Trading Forex Korelasi

Tiap trader kemungkinan besar mempunyai strategi masing-masing yang terkait dengan korelasi. Salah satu strategi yang dimaksud yaitu dengan memilih dua pair mata uang yang terkorelasi kuat, seperti GBP/USD dan EUR/USD, dan memakai time frame paling pendek 15 menit.

Saat ingin menggunakannya, trader harus menunggu pair yang terkorelasi jatuh ke area support atau resistance. Begitu salah satu pair jatuh ke area tersebut, satu pair lain seringnya akan mengikuti setelah terjadi pembalikan yang signifikan.

Jika situasi tersebut sudah terlihat dalam chart, strategi tersebut bisa menghasilkan sinyal beli jika salah satu dari dua pair tersebut gagal membuat titik terendah bawah baru, dan sinyal jual jika salah satu pair membuat titik tertinggi atas baru.

Strategi lain dari trading forex korelasi yaitu melibatkan konfirmasi dari pembalikan dan keberlanjutan pola yang menggunakan pair mata uang yang terkorelasi kuat. Satu contoh, jika dolar Amerika menguat, berarti EUR/USD harus segera dilepas ke market.

Pada saat itu terjadi, penolakan akan terjadi di GBP/USD sehingga bisa mengkonfirmasi penurunan tren dari dolar Amerika, lalu penolakan yang terjadi di AUD/USD mengindikasikan dolar Amerika bergerak turun. Variasi dari strategi ini yaitu dengan menghindari masuk trading jika dua pair yang terkorelasi kuat gagal untuk mengkonfirmasi pembalikan atau pola yang keberlanjutan.

Trader dalam market forex juga bisa memanfaatkan korelasi untuk diversifikasi portofolio, yang mana ini juga bisa menjadi strategi tersendiri, terutama dalam aspek manajemen risiko. Satu contoh, alih-alih membeli GBP/USD saja, trader bisa membeli satu GBP/USD dan satu AUD/USD.

Alasannya yaitu karena dua pair tersebut terkorelasi, meski tidak secara sempurna. Korelasi tersebut, meski tidak sempurna, bisa menerakan risiko trading. Misalnya, dolar Australia akan digantikan paun Inggris jika kalah, atau sebaliknya.

Aturan Menggunakan Korelasi Forex

Ada kalanya trader membeli EUR/USD dan saat bersamaan juga membeli USD/CHF tanpa menyadari bahwa dua pair tersebut terkorelasi negatif. Yang akan terjadi selanjutnya yaitu, satu trading bisa berakhir dengan profit sedang trading lain berakhir rugi.

Seperti yang sudah disebut, hanya pilih pair mata uang yang terkorelasi positif seperti EUR/USD dan GBP/USD. Untuk time frame, gunakan minimal yang berdurasi 15 menit. Time frame lebih rendah tak akan bisa diandalkan jika dikaitkan dengan korelasi mata uang.

Saat dua pair mata uang yang terkorelasi positif jatuh ke level support atau resistance, ada peluang besar terjadi pembalikan. Mayoritas pembalikan yang terjadi umumnya mencapai 25 pip tapi dengan frekuensi sering dan jarang terjadi dalam skala besar seperti breakout.

Dengan demikian, trader harus benar-benar mau mengamati situasi market terutama di area sekitar support dan resistance. Supaya ada gambaran jelas, mari asumsikan harga menyentuh area support sehingga muncul setup buy pada market.

Jika ternyata situasi berbalik, maka akan muncul setup sell. Buy setup akan muncul saat EUR/USD membuat titik terendah bawah baru sementara GBP/USD gagal mengikuti. Tunggu sampai tejadi swing. Jika tidak terjadi, segera atur order limit dan bersiap trading breakout.

Pada situasi seperti ini, sinyal entry sudah terpicu. Jika belum, segera tempatkan order stop-loss di swing bawah terbaru. Jangan lupa untuk menaruh trailing stop-loss untuk mencapai break even. Trader harus selalu memantau situasi tersebut, bahkan jika harus membuka trading forex lewat hp.

Pada dasarnya, tiap trader yang ingin membuka posisi lebih dari satu dalam market forex, mereka diharuskan untuk memahami tiap kemungkinan korelasi yang terjadi. Sekali lagi, trading forex korelasi bisa menyediakan profit besar hanya jika trader paham terkait aspek korelasi forex.

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini