Profit dalam trading pasti melibatkan banyak aspek, bahkan seringkali keberuntungan masuk di dalamnya. Khususnya bagi trader pemula, baru mulai terjun tapi langsung sukses di awal. Apakah bisa disebut beruntung atau memang sudah seharusnya?

Sebagai gambaran, trading forex merupakan bisnis berbasis angka yang mana tiap perubahan kecil bisa dihitung secara pasti. Itu sebabnya, beberapa trader justru menyebutkan tidak ada keberuntungan dalam forex karena semua dapat dihitung.

Peran Keberuntungan Pada Profit Dalam Trading

Ada satu ungkapan paling terkenal yang juga memicu berbagai argumen: ‘semakin mau belajar, akan semakin beruntung hasil trading’. Tapi apa yang paling diperdebatkan yaitu dua makna yang saling berlawanan. Belajar adalah identik dengan ilmu pasti yang semuanya dapat dikalkulasi kebenarannya, sementara beruntung merupakan sesuatu yang tak bisa diupayakan kedatangannya.

Keberuntungan, dilihat dari sifat alamiahnya, tidak bisa dihindari dan tidak mungkin dibuat hitungan kuantitatif. Kemunculannya bisa kapan saja, dan tidak diperlukan satu teknik khusus untuk mendapatkannya karena terjadi secara acak pada siapa saja.

Tapi dengan belajar dan usaha repetitif yang tak kenal lelah, harapan untuk mendapat keberuntungan menjadi lebih besar. Situasi ini sering terjadi pada trading forex, begitu juga bidang lain. Belajar lebih giat memungkinkan trader menambah kemampuan trading tanpa harus mengambil risiko lebih besar. Ini memang benar adanya, tapi keberuntungan kadang kala menyertai.

Sangat tidak mungkin menolaknya karena profit dalam trading melibatkan probabilitas dalam jumlah besar. Tapi hanya memakai probabilitas untuk mendapat keberuntungan bukan sesuatu yang harus dilakukan, terlebih untuk trader baru yang masih kurang pengalaman.

Sebabnya, profit dalam trading lebih selalu dikarenakan penerapan strategi trading yang bagus yang dihasilkan dari riset mendalam, begitu juga dengan analisa market dan banyak pengalaman. Harusnya, berpeganglah pada intuisi saat membuka trading karena ini lebih masuk akal daripada bergantung pada keberuntungan semata.

Persoalan utama jika trader memakai pendekatan semacam ini yaitu kemampuan otak manusia dalam menganalisa dan mengkalkulasi probabilitas ternyata tidak sebaik yang diperkirakan. Kemampuan dalam menganalisa risiko misalnya, merupakan sesatu yang sudah dipelajari dan hasilnya menunjukkan kurang pasti dan rasional daripada yang selama diasumsikan.

Ada satu perumpamaan menarik terkait peran keberuntungan pada profit dalam trading: misalnya trader memiliki prosentase 75% menang USD 100 dan peluang 25% tak mendapat apapun, atau pasti kalah USD 70. Sama saja dengan 75% kalah USD 100 dan 25% tak mendapat apapun, atau kalah pasti USD 70.

Pada kasus tersebut, logika akan mendikte otak bahwa pilihan kedua terasa lebih baik jika ingin menghindari risiko karena lebih mampu membatasi risiko. Pada kebanyakan, trader memang akan lebih memilih pilihan nomor dua terlepas dari pendekatan yang diberikan terhadap risiko terlihat berbeda.

Situasi ini menunjukkan bahwa peluang kehilangan uang lebih mampu memberi efek psikologis daripada memenangkan trading. Contoh mudah misalnya saat trader diberi USD 25 secara pasti daripada peluang mendapat USD 50 lalu diambil USD 25. Tak ada penjelasan logis dalam hal ini memang, karena pada dasarnya dua opsi akan berakhir pada USD 25.

Paling tidak contoh tersebut bisa menjelaskan bagaimana pola pikir terhadap profit dalam trading, begitu juga dengan kekalahannya. Barangkali satu yang bisa ditarik garis besarnya yaitu bahwa bergantung hanya pada insting dan emosi belaka saat trading akan mereduksi efektivitas dari strategi trading sehingga lebih menjadi seperti membeli lotere atau bahkan judi.

Selalu berpikir bahwa ketidak-beruntungan akan segera berakhir bisa memicu trader untuk terus menahan posisi terlalu lama sehingga kekalahan justru makin membesar. Dengan cara yang sama, insting juga bisa mengambil alih saat trading menang dan memaksa trader untuk menutup posisi lebih cepat daripada seharusnya karena tak ingin keberuntungan berubah.

Kesalahan Menilai

Cara bagaimana manusia membuat kesalahan dalam menilai probabilitas bisa diilustrasikan saat mengadu koin (tos koin). Saat mengadu koin dan muncul lima kali kepala secara berurutan, maka saat menebak apa yang akan keluar selanjutnya tetap sulit. Jika memakai insting, maka koin selanjutnya akan ekor karena otak berpikir waktunya ‘gantian’.

Fakta yang terjadi adalah bahwa tiap mengadu koin merupakan kejadian terpisah dan peluang munculnya kepala atau ekor tetap 50-50 di tiap waktu. Jadi jika hanya bergantung pada keberuntungan dan insting untuk menyusun strategi untuk profit dalam trading, maka fakta bahwa satu sudah mengalami penguatan selama periode waktu tertentu bisa mendorong asumsi bahwa pair mungkin saja sudah waktunya mengalami penurunan.

Tapi jika mengembangkan strategi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki, maka trading akan didasarkan pada strategi dan bukan pada apa yang kelihatannya akan terjadi. Semisal trader mau mengembangkan strategi seperti ini dan memberi hasil bagus saat uji coba, termasuk penempatan stop-loss, take profit, dan entry point, maka profit dalam trading akan lebih mudah diupayakan.

Pada banyak kejadian, apa yang didefinisikan sebagai keberuntungan saat dikaitkan dengan profit dalam trading yaitu kemampuan untuk mengenali peluang saat datang, kemauan melakukan trading dengan mengeksploitasi keuntungan, dan manajemen risiko yang tepat untuk mengetahui kapan trading akan berakhir buruk dan baik tanpa harus mengejarnya.

Memang akan jauh lebih mudah untuk menebak hasil profit dalam trading, dan dengan satu kesempatan, hasilnya berupa sukses besar. Situasi seperti ini jelas murni keberuntungan, tapi tak akan memberi suatu pelajaran bagi trader yang bisa digunakan untuk trading selanjutnya. Terlebih jika trader tak bisa mencari tahu apa yang sebenarnya bekerja sehingga dapat diterapkan pada trading di kemudian hari.

Hanya bertumpu pada keberuntungan bukan sesuatu yang dapat diandalkan untuk jangka panjang, terutama saat mencari profit dalam trading. Keberuntungan bisa terjadi pada siapa saja, bahkan untuk pemula yang sama sekali belum paham apa itu platform trading online.

Berbagai faktor bisa saja terlibat saat keberuntungan terjadi, dan kebanyakan memang tak bisa terlihat. Hanya saja, keberuntungan sangat jarang terjadi tanpa disertai kemauan, kemampuan, pengalaman, dan cara memanfaatkannya.

Bahwa trader berharap untuk mendapat keberuntungan pada profit dalam trading memang sah-sah saja, tapi ini seharusnya bukan menjadi tujuan. Seperti yang sudah disinggung, keberuntungan bukan sesuatu yang bisa diupayakan kemunculannya, tapi lebih seperti fakta yang tak dapat dihindari.

Trading forex selalu identik dengan hitungan-hitungan pasti, meski terhadap probabilitas. Semua dihitung hingga terlihat angka pasti yang kemudian bisa dijadikan semacam acuan untuk membuat strategi trading. Memang benar kalau banyak trader merasa beruntung saat menang trading dalam jumlah besar, tapi ini seharusnya bukan hanya semata karena keberuntungan.

Bisa jadi ada proses panjang yang terlibat di balik tiap keputusan yang diambil dan tak pernah diutarakan trader tersebut hingga tiba-tiba keluar membawa profit dalam trading dengan jumlah luar biasa besar. Persoalannya barangkali, tak banyak trader yang mengamati sisi tersebut sehingga terkesan beruntung saja.

Posting untuk Konsultasi dan Tanya Jawab :