Ada dua jenis analisa yang digunakan untuk memperkirakan pergerakan mata uang dalam market forex, yaitu analisa teknikal dan analisa fundamental. Trader kerap menggunakan kedua jenis analisa ini demi mendapat profit tinggi dalam market forex. Tentunya kedua jenis analisa memiliki perbedaan tersendiri.

Dalam mempelajari analisa teknikal, hanya dengan membaca arah pergerakan atau tren sebenarnya sudah dapat disebut dengan dasar analisa teknikal. Dalam trading forex, analisa sangat diperlukan guna memahami kecenderungan pasar, apakah akan menguat atau melemah.

Dasar Analisa Teknikal Forex
Sumber: forexflow.live

Dasar Analisa Teknikal Forex

Umumnya, dengan membaca formasi candle dan pola tren sudah bisa disebut dengan naked trader. Seorang trader dituntut untuk memahami berbagai formasi dan pola supaya dapat memprediksi arah pergerakan selanjutnya. Naked trader biasa disebut dengan trader price action, karena memutuskan untuk masuk pasar berdasar harga pada saat itu tanpa melibatkan indikator teknikal lain.

Seorang naked trader biasanya meyakini bahwa grafik yang ditampilkan candle pada periode tertentu dapat mewakili aktifitas transaksi seluruh trader. Pasar pada umumnya sangat susah ditebak karena volumenya sangat besar dan banyaknya trader yang mengikuti. Berikut ini adalah cara belajar analisa teknikal forex.

#1. Buka chart dan kenali tren

Belajar cara analisa teknikal forex tentu harus dengan melihat chart dan kemudian melihat tren yang berlangsung. Trader dapat memanfaatkan mana tren yang akan diikuti. Namun sebelumnya trader harus mengenali tren yang sedang berjalan, mulai dari jangka pendek, menengah dan panjang.

Analisa teknikal diperlukan untuk memprediksi harga dan tren market yang berkembang. Ketika telah mengenali tren yang sedang berlangsung, strategi paling baik yaitu membuka posisi searah pada tren tersebut. Dari sinilah keputusan buy and sell diambil.

#2. Menentukan support dan resistance

Setelah trader mengenali tren yang sedang berjalan, langkah berikutnya yaitu menentukan level support dan resistance. Trader dapat menentukan buy pada area support dan sell pada area resistance. Namun dengan catatan, langkah pertama harus dipenuhi lebih dulu.

Support dan resistance juga bisa dimanfaatkan untuk peringatan jika ternyata harga mata uang tidak sesuai dengan perkiraan. Jika harga melebihi open posisi, maka ada peringatan untuk cut-loss. Untuk mendapat keuntungan, pada dasarnya hanya dibutuhkan tingkat akurasi 60%.

#3. Menggunakan moving average

Tren yang sedang berjalan juga bisa dikenali dengan memanfaatkan moving average (MA). Ketika trader mengalami kesulitan untuk menggambarkan tren, maka dengan melihat moving average trader dapat mengidentifikasi tren. Yang menarik, moving average juga bisa bertindak sebagai support dan resistance.

Jika moving average pergerakannya di bawah harga, maka ia berperan sebagai support. Jika pergerakannya di atas harga, maka ia bertindak sebagai resistance. Hasil prediksi analisa teknikal memang tidak mutlak, namun akurasinya hampir mencapai 100%.

#4. Memanfaatkan indikator osilator

Indikator dapat memberi informasi pada trader apakah market dalam keadaan jenuh baik untuk transaksi jual atau beli. Kondisi jenuh beli (overbought) terjadi ketika harga bergerak naik terus, dan kondisi jenuh bei (oversold) terjadi ketika harga mengalami penurunan terus.

Saat indikator osilator menunjukkan kondisi overbought, maka trader hanya perlu menunggu sinyal sell, dan sebaliknya. Namun, tidak semua kondisi oversold atau overbought diikuti pembalikan harga. Secara umum, analisa teknikal adalah tentang memahami grafik pergerakan dari candle.

#5. Stop loss dan target profit

Belajar cara analisa teknikal forek juga harus menentukan titik stop loss dan target profit dari aktifitas transaksi. Ketika menentukan level stop loss dan target profit, ada istilah risk-reward-ratio yang berarti kerugian tidak boleh lebih dari target profit yang dicanangkan.

Trader dituntut untuk menentukan berapa besaran volume transaksi sesuai dengan trading plan. Jikapun mengalami kerugian, maka jumlahnya tidak lebih dari toleransi resiko. Analisa kemudian digunakan sebagai prediksi untuk menentukan apakah open posisi perlu dilakukan sekarang atau tidak.

Dasar Analisa Fundamental
Sumber: forexmetic.com

Dasar Analisa Fundamental

Jika analisa teknikal menggunakan berbagai instrument data sebagai indikator, pada analisa fundamental instrument yang digunakan berupa berita perkembangan ekonomi suatu negara. Para trader professional pasti sudah tahu ini, dan analisa teknikal seringnya dikombinasikan dengan analisa fundamental dalam mengambil keputusan.

Khusus untuk analisa fundamental, meskipun hanya menggunakan satu instrument, namun pada praktiknya lebih sulit. Ini dikarenakan tidak ada rumus pasti untuk menghitungnya. Tidak harus berita tentang ekonomi, bahkan rumor ekonomi suatu negara sudah dapat dijadikan salah satu instrument analisa fundamental.

#1. Hasil analisa fundamental

Oleh karenanya, hasil prediksi dari terapan analisa fundamental bersifat objektif karena setiap trader akan menerjemahkan secara berbeda. Karena tidak menggunakan berbagai komponen yang bersifat data, analisa fundamental kerap dihubungkan dengan sifat yang tidak rasional.

Meskipun demikian, banyak trader yang meyakini bahwa berita tersebut akan berpengaruh pada tingkat demand dan supply. Metode yang digunakan dalam melakukan analisa fundamental sangat sederhana, yaitu dengan melihat update berita terbaru mengenai kondisi ekonomi negara tertentu. Tentunya juga harus menimbang media yang memuat berita tersebut.

Analisa fundamental merupakan prediksi yang didasarkan pada berita ekonomi, politik juga keamanan secara global tiap-tiap negara. Karena komponen utama dalam analisa fundamental adalah berita, maka seorang trader harus panda-pandai menyeleksi setiap berita yang muncul dari berbagai media.

Diperlukan keahlian dan kelihaian dalam membaca situasi tentang keadaan ekonomi yang akan berkembang.

#2. Berita bersifat bullish

Istilah bullish diambil dari frasa bull yang berarti sapi. Ketika sapi akan bertarung, maka sapi tersebut akan menunduk terlebih dahulu baru akan menghempaskan musuhnya ke atas. Kondisi inilah yang kemudian diserap sebagai salah satu istilah forex.

Bullish merupakan tampilan grafik yang seolah menurun namun secara pasti akan naik dengan sendirinya. Grafik yang turun adalah peluang trader untuk buy pada market sehingga akan profit ketika grafik kembali naik. Ada banyak ragam analisa fundamental terkait kondisi yang menyebabkan pengaruh pada harga mata uang pada market forex.

Diantara berita yang dapat menyebabkan kondisi bullish pada market forex seperti cuaca buruk, consecutive days up, buying power, bottom side, triggered buying dan lainnya. Beberapa jenis berita tersebut merupakan fakta, namun ada juga yang bersifat rumor. Diperlukan kecermatan dalam menggunakan berita tersebut untuk analisa forex.

#3. Berita bersifat bearish

Analisa fundamental terkadang menghasilkan market bersifat bearish. Frasa ini diambil dari kata bear yang berarti beruang. Istilah ini dipicu oleh tingkah laku beruang yang akan mengangkat mangsanya terlebih dulu baru kemudian akan membantingnya ke tanah.

Dalam kondisi market ini, grafik tren seolah-olah akan mengalami kenaikan namun sebenarnya akan turun. Jika tidak cermat dalam mengamati grafik ini, maka loss yang terjadi akan sangat besar. Berita bersifat bearish kerap terjadi pada trader pemula.

Oleh karenanya, trader pemula tidak dianjurkan untuk menggunakan analisa fundamental dalam trading forex. Beberapa contoh yang dapat mempengaruhi terjadinya market bersifat bearish adalah cuaca baik, consecutive days down, triggered selling, lack of demand, selling power, dan masih banyak lainnya. Berita seperti ini tidak dapat diukur kadarnya dan terkadang dapat menjebak seorang trader.

 

Posting untuk Konsultasi dan Tanya Jawab :