Sudah lama diketahui bahwa broker trading forex penipu bisa mengambil keuntungan dari kompleksnya market forex. Satu cara yang umum dipakai yaitu dengan menahan dana dan informasi penting dari korban dan mengklaim sebagai bagian dari garansi kesuksesan.

Meski sudah banyak regulator di tiap negara atau kawasan, tapi broker trading forex penipu tetap bisa menjalankan praktiknya. Itu sebabnya, trader dituntut untuk paham sepenuhnya bagaimana broker scam beroperasi sehingga bebas risiko penipuan.

Berbagai Tipe Broker Penipu

Dalam melancarkan operasinya, broker bisa menggunakan berbagai modus. Target utama dari broker trading forex penipu biasanya trader pemula yang memang dari sisi pengalaman trading masih kurang.

·         Penjual sinyal

Tak jarang broker juga menjual sinyal trading dan mengklaim bahwa sinyal dibuat oleh trader pro yang mampu memberi garansi bisa mendatangkan banyak profit, bahkan jika digunakan untuk trader pemula. Trader biasanya diharuskan membayar, entah mingguan atau bulanan, jika ingin memakai jasanya.

Beberapa broker yang teregulasi kadang juga memanfaatkan ini, yaitu menjual sinyal trading yang sebenarnya tidak layak. Sangat mungkin bekerja dengan professional dalam melayani trading, tapi belum tentu jika terkait dengan sinyal trading.

Dengan banyaknya trader yang memakai layanan mereka, broker justru lebih unggul karena bisa membuat banyak testimoni sebagai bagian dari meraih kepercayaan trader baru. Tapi dalam realitanya, tak ada sinyal trading yang memberi profit.

·         Program investasi profit tinggi

Program seperti ini tak ubahnya serupa dengan skema Ponzi yang menjanjikan profit tinggi hanya dengan memakai modal sedikit. Dalam kenyataannya, investor pertama akan diberi profit dari dana investor yang baru bergabung dengan layanan broker.

Saat tidak ada investor baru yang bergabung dalam skema ini, broker kemudian akan menutup layanan dan mengambil semua modal yang tersisa. Selain di dunia trading, skema ini juga banyak digunakan di berbagai bisnis lain yang melibatkan uang.

·         Manipulasi harga bid/ask

Tipe broker trading forex penipu yang memakai harga bid/ask sebagai cara untuk mengeruk uang trader sebenarnya sudah mulai banyak berkurang, tapi tetap saja praktik ini tak bisa dihapus sepenuhnya. Itu sebabnya sangat penting bagi trader untuk memilih broker yang terdaftar pada regulator.

Memanipulasi harga bid/ask seringnya melibatkan markup spread antara 7-8 pip, alih-alih ahnya sekitar 2-3 pip. Sayangnya, trader pemula tak cukup paham bagaimana cara kerja spread sehingga banyak dari mereka yang keluar trading tanpa membawa hasil apapun.

·         Software scam

Scam robot forex bisa meluluhkan trader pemula karena dijanjikan bisa membuat profit dalam jumlah besar hanya dengan sedikit usaha dan pengetahuan. Cara ini dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman yang salah sehingga tidak menghasilkan apapun.

Selain robot trading, beberapa broker juga menyusupi platform trading yang diberikan ke trader dengan kode tertentu sehingga trading punya kecenderungan mengarah ke hasil tertentu. Bahkan untuk trader pengalaman, cara ini masih terbilang berhasil karena kurang pahamnya bahasa pemrograman.

·         Mengelola akun

Broker trading forex penipu yang menawarkan scam seperti ini seringnya mengambil uang trader secara langsung, alih-alih menginvestasikan uang yang sudah terkumpul. Broker tentunya punya banyak produk yang ditawarkan, dan pengelolaan dana trader merupakan salah satunya.

Saat trader merasa sudah waktunya untuk mengambil dana tersebut, broker pasti memberi alasan tak jelas karena pada dasarnya dana tersebut sudah habis digunakan sendiri.

·         Skema Ponzi atau piramida

Praktik ini termasuk jenis penipuan yang paling seering dialami trader karena mampu menjanjikan profit tinggi dari investasi kecil di awal. Trader akan dijanjikan profit lebih dan kesuksesan besar jika mampu mengajak teman atau keluarga bergabung dalam skema ini.

Pada faktanya, peluang investasi seperti ini tidak ada dan modal awal yang dikembalikan sebenarnya diberikan oleh member lain yang baru bergabung ke skema. Saat skema ini terlihat mulai jatuh, scammer akan menutup skema dan mengambil semua uang yang ada.

·         Boiler room scam

Tipe scam ini melibatkan trader agar mau membeli saham perusahaan privat yang tak punya nilai dengan dijanjikan untung besar saat perusahaan sudah melakukan IPO. Mereka akan memakai segera karena trader akan melewatkan kesempatan jika tak langsung membeli.

Ini dimaksudkan agar mencegah trader dari melakukan riset tentang peluang secara layak dari saham perusahaan tersebut. Pada faktanya, perusahaan tersebut bahkan tidak ada dan mungkin nomor teleponnya palsu, termasuk alamat kantor dan website yang ada.

Ciri Umum Scam Forex

Ada banyak bentuk scam trading forex yang dikelola agar bisa beroperasi di bawah radar, meski beberapa secara jelas dan terang-terangan menjalankan aksinya. Meski ada banyak scam yang beroperasi di berbagai negara, tapi ada satu ciri yang sama dari scam tersebut.

Dari sekian skema yang populer digunakan, beberapa sudah disebutkan di atas. Menjual sinyal palsu, mengelola dana investasi dan beberapa praktik tidak jujur sudah dijelaskan. Pada dasarnya, broker scam hanya terfokus bagaimana cara membuat profit tanpa memberitahu hal-hal terkait.

Mereka tak segan menawarkan spread yang bagus dan memberi garansi trader bisa mendapat profit signifikan meski memakai modal tak seberapa. Semua ini dilengkapi dengan testimoni palsu guna membuat trader lebih percaya.

Misalnya saat memberi sinyal trading forex news releases, sangat mungkin mereka sudah merubah laporan sehingga trader tak akan mendapat angka pasti saat membuat setup. Dalam hal ini, broker membuat markup laporan yang berbeda dari laporan resmi.

Cara Menghindari Scam

Satu aspek penting yang harus diingat trader terkait broker trading forex penipu yaitu menjanjikan profit besar tanpa risiko pada trader. Bahwa, tidak ada jaminan 100% trader bisa mendapat profit dari trading, dan tak ada satupun trader yang mau berbagai rahasia ke pesaingnya.

Tawaran 100% profit pasti akan menarik semua trader, terutama untuk pemula. Aturan dasar untuk mencegah tertipu broker scam yaitu jika mendapat tawaran yang terlalu baik, hindari secepatnya. Selalu waspada pada tawaran apapun yang mengklaim telah menemukan formula rahasia trading.

Jangan pernah menginstall program atau software trading apapun karena hanya akan menghancurkan akun trading dan komputer jika sudah disusupi malware. Broker scam juga tak pernah mendaftar pada regulator atau badan khusus yang menangani trading forex.

Cara terbaik yang bisa dilakukan trader agar terhindari dari scam yaitu dengan belajar trading forex dan memahami seluk beluk market dengan benar. Pemula harus memastikan bahwa broker yang dipilih sudah mampu menghasilkan untung sendiri sehingga tidak menipu trader.

Trader juga harus memakai akun demo dan belajar caranya mendapat profit dalam jangka panjang sebelum membuka trading sungguhan. Pada kenyataannya, meningkatkan kemampuan trading perlu waktu tahunan dan klaim apapun yang menyatakan trader bisa membuat profit cepat sebaiknya diabaikan.

Trader tak seharusnya menerima klaim apapun yang dibuat broker trading forex penipu dan mau membuat analisa sendiri berdasarkan pemahaman yang didapat. Pendekatan ini bisa mencegah trader terjebak broker scam yang banyak beredar.

Posting untuk Konsultasi dan Tanya Jawab :