Layaknya bidang investasi lain, forex juga tak bisa lepas dari mitos. Masalahnya, mitos ini terkadang bisa memengaruhi trader saat masuk ke pasar forex. Oleh karenanya, penting untuk Anda yang ingin terjun ke bisnis forex harus paham tentang mitos ini. Dengan mengetahui mitos tentang forex, harapannya Anda bisa bermain lepas tanpa terbatasi aturan yang belum tentu ada benarnya.

Mitos tentang forex muncul karena beberapa sebab, salah satunya karena terlalu membesar-besarkan kasus tertentu. Penyebab lain yaitu terkait salah pengertian dalam memahami prinsip dasar forex sehingga menyebabkan praktik yang salah. Garis besarnya, mitos tentang forex terjadi berdasarkan pengalaman sepihak tanpa ada bukti ilmiah.

1.      Trading forex itu mudah

Satu mitos yang sering dipercaya trader pemula yaitu bermain forex itu mudah. Tidak ada yang benar dari pernyataan ini. Menjadi sukses dalam bertransaksi forex adalah tantangan yang harus dijalani secara professional. Membuka akun forex memang mudah dilakukan, tapi untuk sukses di pasar forex butuh lebih dari sekedar kerja keras.

Memang, pasti ada trader yang punya bakat dan bisa cepat belajar. Tapi untuk trader yang tak memiliki talenta, butuh waktu dan usaha keras di samping berlatih strategi. Keterampilan ini bisa dilatih di akun demo. Salah satu alasan yang mendasari mitos ini berkembang yaitu karena banyaknya trader sukses sehingga banyak yang menganggap bermain forex itu mudah.

2.      Broker mendapat untung dari trader

Mitos ini kadang ada benarnya, meski kadang salah. Ini semua bergantung pada skema yang dianut oleh broker. Ketika transaksi dilakukan di pasar forex, pasti ada kelompok lain yang ikut ambil bagian di waktu yang sama. Broker akan menempatkan sejumlah modal dan mengambil untung dari selisih transaksi.

Broker mendapat untung dari selisih jual beli, yang mana broker bisa membeli saat ada penawaran dan melepas saat ada permintaan. Tapi hal ini diakukan dengan menjaga selisih harga sehingga untung bisa didapat. Selanjutnya, broker akan membagi keuntungan ke trader sesuai perjanjian di awal.

3.      Butuh modal banyak untuk trading forex

Ini adalah mitos paling tidak benar yang sayangnya banyak dipercaya. Kembali saat forex online belum menjamur, trader tidak bisa mengakses informasi apapun terkait forex sehingga harus membawa modal banyak saat ingin transaksi. Ada semacam rasa sungkan saat ingin membuka akun tapi hanya membawa sejumlah kecil modal.

Dibanding dengan saat ini, forex online memberi banyak kemudahan. Salah satunya modal yang minim. Transaksi forex bahkan bisa dilakukan dari mana saja dengan modal berapa saja. Yang dibutuhkan hanya komputer, koneksi internet, dan sejumlah uang. Singkatnya, mitos ini sudah usang kalau dikaitkan dengan situasi sekarang ini.

4.      Harus lulusan ekonomi

Jika Anda pernah mengunjungi kantor jual beli mata uang asing, Anda pasti sudah tahu kalau mitos ini tidak sepenuhnya benar. Bahkan ada fakta menarik, ternyata banyak professional di bidang forex jarang ada yang lulusan ekonomi atau keuangan. Jadi, belum tentu lulusan ekonomi dari universitas terbaik bisa mahir saat bermain forex.

Memang benar bahwa para trader dituntut mengerti dunia ekonomi supaya bisa menemukan strategi yang tepat saat transaksi forex. Tapi ini bukan suatu dasar bahwa Anda harus mengambil kuliah ekonomi untuk bisa sukses di bidang forex. Justru, banyak trader yang datang dari berbagai latar belakang pendidikan, dan sukses.

5.      Trader harus selalu berada di depan komputer

Tak ada trader yang mampu melakukan ini, bahkan untuk yang sukses sekalipun. Mitos ini muncul akibat salah paham tentang definisi dari pasar forex yang terbuka 24 jam. Memang benar bahwa pasar forex selalu terbuka, dimulai dari New Zealand dan ditutup di New York. Tapi ini bukan berarti trader harus selalu duduk di depan komputer.

Trader forex professional punya waktu khusus, biasanya saat pasar forex lokal baru dibuka. Jika pun mereka tak sempat, mereka biasanya ‘menitipkan’ ke sesama trader. Tak jarang, trader professional punya cabang di tempat lain yang berbeda zona waktu. Beberapa trader bahkan menggunakan software otomatis supaya tetap bisa beraktivitas.

6.      Trading forex sama dengan judi

Diantara mitos paling populer yaitu forex tak ubahnya seperti perjudian yang dilakukan di kasino. Meski transaksi forex ada aspek spekulasi, tapi juga melibatkan strategi yang bisa didapat lewat analisis teknikal dan fundamental. Aspek strategi inilah yang membedakan dengan perjudian, yang mana hanya melibatkan keberuntungan.

Jual beli forex membutuhkan analisis yang tepat, bukan cuma prediksi. Masalahnya, prediksi kadang bisa mengelabui kenyataan yang ada di pasar forex. Forex merupakan industri global yang mana bisa diakses dari manapun. Sedang judi di kasino hanya terbatas pada orang yang melakukannya. Jadi, salah kalau forex disamakan dengan judi.

7.      Anda bisa cepat kaya jika investasi forex

Dalam dunia forex, pasti ada spekulator jangka pendek yang berharap cepat kaya dengan sedikit usaha. Sayangnya, prosentase spekulator semacam ini sangat kecil meski ada. Trading forex butuh usaha luar biasa agar bisa menguasainya, tapi harus dipadukan dengan sikap sabar dan konsisten. Mitos ini muncul karena publikasi tentang forex yang berlebihan.

Di sisi lain, ada trader baru dengan strategi kompleks yang berharap mendapat untung cepat. Tapi, belum tentu strategi kompleks bisa memberi peluang untung besar. Meski kadang strategi kompleks bisa memberi hasil cepat, tapi itu tak selalu terjadi. Justru, memakai strategi kompleks bisa memberi kesulitan tersendiri saat akan dieksekusi.

Jika Anda masih terbelenggu dengan mitos forex yang banyak beredar, ada peluang perjalanan Anda sebagai salah satu calon trader sukses akan berakhir dengan gagal. Forex bukan investasi yang mudah, karena butuh komitmen untuk membangun karakter diri sehingga mampu membedakan mana informasi yang benar dan salah terkait forex.

Posting untuk Konsultasi dan Tanya Jawab :