Tag Archives: broker

Legal kah Penggunaan FASAPAY untuk transaksi uang di Forex ?

Setelah banyak e-currency yang ilegal seperti Liberty Reserve, E-Gold, dan semacamnya yang bertumbangan karena scam dan dibekukan oleh FBI.

maka saat ini di Indonesia muncul media pembayaran bernama Fasapay , yang dimana Fasapay ini bisa memfasilitasi untuk transfer uang secara lokal melalui rekening bank-bank di Indonesia, seperti Bank BCA, BNI, Mandiri dan lain-lain ke perusahaan pasar modal atau broker asing (pialang asing) dari luar negeri TANPA Seijin Bappebti dan OJK di Indonesia, tetapi apakah cara yang mereka lakukan tidak melanggar hukum ??

Mari kita pelajari hal tersebut:

Untuk perijinan pendirian perusahaan Fasapay.com (PT Fasa Centra Artajaya) hal tersebut adalah tidak bermasalah, tetapi itu hanya sebatas pada ijin pendirian badan usaha PT saja, yang tentunya juga dilengkapi oleh SIUP, TDP dan NPWP perusahaan (persyaratan standard untuk suatu badan usaha di Indonesia)

Tetapi agar suatu perusahaan payment gateway seperti Fasapay bisa memfasilitasi untuk transfer dana ke suatu perusahaan pialang (broker forex) di luar negeri maka menurut peraturan hukum di Indonesia maka dia HARUS berijin Bappebti dan OJK juga , karena hal ini berguna untuk menghindari penyelewengan ataupun pelarian dana ke luar negeri secara ilegal. Karena hal-hal seperti transaksi pasar modal dan mata uang (forex) berpotensi mempengaruhi suatu perekonomian negara, dan itu harus diatur oleh undang-undang khusus. (tidak bisa sekedar pendirian badan usaha saja). 

Tidak adanya ijin dari Bappebti dan OJK yang menyatakan mereka diperbolehkan untuk penyaluran dana ke luar negeri untuk transaksi pasar modal/forex melalui rekening bank lokal pihak 3 milik Fasapay di Indonesia, Hal inilah yang harus kita cermati.

Selain itu, rata-rata perusahaan broker asing yang bisa menggunakan jasa Fasapay adalah broker-broker forex asing yang tidak teregulasi secara benar ataupun yang berjenis offshore.

Hal ini sama seperti halnya pendirian perusahaan Investasi di Indonesia, mereka selain harus berbentuk badan usaha PT, maka juga harus mengantongi ijin dari Bapepam dan OJK, demikian juga bila kita ingin mendirikan suatu perusahaan pialang (broker berjangka untuk forex, index, saham, komoditi) di Indonesia maka juga harus mengantongi ijin dari Bappebti pula. Jadi tidak bisa hanya mengantongi badan usaha PT saja, atau bisa beresiko nantinya jika tertangkap.

Kemudian kalau kita melihat di peraturan pemerintah dari Bappebti yang mengatur mengenai penyaluran dana ke bursa berjangka luar negeri ini , yaitu di link web berikut :

http://www.bappebti.go.id/id/regulation/ordinance/detail/56.html

Disana disebutkan di Bab VII pasal 78 dan pasal 80, jelas tertera bahwa penyaluran langsung ke bursa luar negeri hanya boleh dilakukan oleh perusahaan yang terdaftar di Bappebti, serta memberikan jaminan, karena hal ini juga berguna untuk memberi perlindungan dana bagi nasabah dari bentuk penyelewengan dan pelanggaran. Apalagi seperti yang kita ketahui banyak perusahaan broker asing yang ilegal dan bodong disana, belum lagi pencucian uang atau pelarian dana oleh koruptor.

Dari penjelasan di peraturan pemerintah di Indonesia tersebut, menurut kami penyaluran dana melalui Fasapay untuk transaksi trading di broker berjangka adalah tergolong ILEGAL, serta bisa sewaktu-waktu dipermasalahkan oleh Hukum di Indonesia (jika tertangkap). Dan bila terjadi hal demikian maka tentunya kasus semacam E-Gold dan Liberty Reserve yang scam tersebut pasti bisa terulang kembali, dan pasti otomatis akan merugikan masyarakat juga. (semoga hal ini tidak terjadi lagi di Indonesia)

Bagaimana metode yang aman untuk transfer uang ke broker berjangka di luar negeri ? tentunya adalah melalui media yang benar-benar Legal , seperti melalui bank transfer langsung ke luar negeri TANPA melalui perantara, ataupun melalui seperti media pembayaran legal semacam Paypal, Skrill, dan Kartu Kredit. Hal ini tidak melanggar hukum, karena dianggap transfer secara langsung tanpa melalui pihak ke 3, dan tidak ada penampungan dana dulu di rekening bank mereka di Indonesia.

Untuk penggunaan Fasapay dalam transaksi lainnya (yang NON perdagangan derivatif, Non forex atau NON Pasar Modal), maka boleh menggunakan Fasapay ini karena tidak melanggar, tetapi untuk penyaluran dana ke perusahaan broker forex asing melalui Fasapay ini sebaiknya jangan dahulu sepanjang Fasapay belum mengantongi ijin dari Bappebti dan OJK. Sebab anda bisa ikut beresiko terhadap hal ini, belum lagi terkena pasal pencucian uang atau pelarian dana ilegal.

Kemudian kalau kita lihat metode pembayaran lain semacam Fasapay ini (kompetitornya) seperti Kaspay, Doku Wallet, dan lain-lain di Indonesia tidak ada satupun yang mau menerima untuk transaksi pada broker forex asing ataupun pada perdagangan pasar modal, karena memang hal itu berpotensi melanggar hukum dan bisa bermasalah nantinya.

Karena anda tinggal di negara Indonesia, dan demikian juga perusahaan Fasapay berlokasi kantor pusat di Indonesia dan memiliki badan usaha serta rekening bank di Indonesia, sehingga harus mengikuti peraturan dan hukum di negara Indonesia juga agar tidak bermasalah nantinya. (point pentingnya adalah karena Fasapay memiliki badan usaha di Indonesia tetapi tidak berijin OJK untuk transfer uang ke bidang usaha forex ini, sehingga bisa sewaktu-waktu dipermasalahkan oleh OJK, Bappebti ataupun Instansi terkait lainnya)

Sekarang silahkan anda pertimbangkan sendiri resiko dalam penggunaan payment gateway Fasapay ini dalam bertransaksi Forex Trading di luar negeri, kami hanya memberikan pandangan dari sisi hukum di Indonesia dan keamanannya. Semoga tidak terulang lagi kasus seperti exchanger Tukarduid.com dan Liberty Reserve.

Semoga bermanfaat

Baca ini juga: http://brokerforex.com/forex/liberty-reserve-dan-transfer-lokal-ilegal/

Broker Trading Point terkena sangsi dari CFTC dan diketahui bertindak sebagai Bandar

Broker Trading Point of Financial Instruments Ltd dari Cyprus (Trading Point – alamat web: www.trading-point.com) terkena sangsi pelanggaran oleh CFTC, dan diharuskan membayar denda $140,000

disamping itu mereka diketahui juga telah bertindak sebagai Bandar dan tidak berijin benar dalam menjaring nasabah kelas bawah di Amerika Serikat

Selengkapnya, silahkan disimak melalui link sumber dari web regulator pemerintah di CFTC.gov :

http://www.cftc.gov/PressRoom/PressReleases/pr6248-12

(Brokerforex.com)

Windsor Brokers dari Cyprus diberi sangsi oleh CFTC

CFTC memperoleh persetujuan agar pengadilan federal memberi sangsi kepada Windsor Brokers, Ltd (Windsor) dari Limassol, Cyprus, untuk membayar denda USD$ 140,000

Mereka dituntut karena terlibat dalam transaksi mata uang asing (forex) di Amerika Serikat dan dioperasikan sebagai Dealer Penukaran Asing (RFED) tanpa terdaftar legal di CFTC.

CFTC adalah suatu lembaga regulasi milik pemerintah yang juga berfungsi untuk melindungi dari bencana resiko Fraud ataupun kecurangan pada perusahaan broker yang tidak benar.

Berita selengkapnya :

http://www.cftc.gov/PressRoom/PressReleases/pr6196-12

FIN FX Dilarang oleh NFA karena memberikan pernyataan yang menyesatkan

FinFX dan asosiasi prinsipalnya telah dilarang oleh regulasi NFA, karena telah memberikan pernyataan yang tidak benar dan menyesatkan masyarakat

Berikut adalah berita selengkapnya :

NFA permanently bars Texas Commodity Trading Advisor FIN FX LLC and its principal, Leon L. Wolmarans

March 7, Chicago – National Futures Association (NFA) has permanently barred FIN FX LLC (FIN FX) from NFA membership and its principal, Leon L. Wolmarans. FIN FX was a Commodity Trading Advisor in Carrolton, Texas and NFA Member firm since December 2007. The Decision, issued by an NFA Hearing Panel, is based on an NFA Complaint filed in August 2011 and a settlement offer submitted by FIN FX and Wolmarans.

The Complaint charged that FIN FX and Wolmarans failed to promptly and fully cooperate with NFA in its investigation of FIN FX’s business, used false and misleading promotional material, and posted trading results on FIN FX’s website for which they could not provide support.

In April 2011, NFA issued a Member Responsibility Action (MRA) which suspended FIN FX and Wolmarans from NFA membership because the firm attempted to solicit customers with false and misleading information, including deceptive performance claims on FIN FX’s website. Additionally, FIN FX and Wolmarans provided misleading information to NFA and failed to cooperate with NFA in its examination of the firm by failing to provide information and produce records requested by NFA. See previous press release.

The complete text of the Complaint and Decision can be found on NFA’s website (www.nfa.futures.org).

NFA is the premier independent provider of innovative and efficient regulatory programs that safeguard the integrity of the futures markets.

Daftar Broker Forex (Valas) Bermasalah Di Indonesia

Harap berhati-hati dalam memilih suatu perusahaan broker, karena Bappebti (badan regulator pemerintah di Indonesia) akan memberantas broker-broker yang ilegal.

Berikut adalah keterangan beritanya:

JAKARTA: Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti tengah membidik sejumlah broker berjangka ilegal yang beroperasi di Indonesia, yang dianggap melanggar ketentuan UU No. 10 tahun 2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

Pelanggaran atas ketentuan itu, berdasarkan UU tersebut, diancam dengan hukuman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Berikut adalah daftar pialang yang didapatkan Bisnis dari Alfons Samosir, Kepala Biro Hukum Bappebti.Dia berharap masyarakat tidak menaruh dananya pada pialang  yang sebagian besar menawarkan produk perdagangan foreign exchange (forex) itu.

1.       PT. Central Asset Internasional, beralamat di Jakarta dengan jenis perdagangan valuta asing.

2.       PT. AFS Global R (PT Glosky), beralamat di Komplek Ruko Mega Grosir Cempaka Mas, Blok E 1 No. 6 Jakarta. AFS menawarkan produk forex, kasusnya ditangani Polda Metro Jaya.

3.       PT. Megatama Informatika, beralamat di Sampoerna Strategic Square Lt.21, Jakarta. Jenis perdagangan yang dilakukan adalah forex, kasusnya ditangani Polda Metro Jaya.

4.       PT. Skyeast Investama Corporation, beralamat di Jl. Ujung Pandang 2 No. 4, Makassar. Skyeast memperdagangkan produk forex, index, dan CFD.

5.       PT. Capital Trade Int’l, beralamat di Jakarta dengan jenis perdagangan forex.

6.       PT. IKO Fx, berdomisili di Jln. Tukad 4 B Panjer, Denpasar. Kasusnya ditangani Reskrim Poltabes Denpasar.

7.       PT. Mondial Internasional, beralamat di Jakarta dengan jenis perdagangan forex.

8.       PT. MIG (online trading), beralamat di jakarta dengan jenis perdagangan forex.

9.       PT. Amasis, yang beralamat di Gd. Bursa Efek Jakarta Tower II Lt. 12, Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53 Jakarta.

10.   PT. Tazkia Mitra Mulia yang beralamat di Jl. Pejajaran Timur II No. 11A Sumber, Surakarta. Jenis perdagangan forex dan kasusnya ditangani Poltabes Surakarta.

11.   PT. Howard, beralamat di Gd. Grha Surya L.2 Jl. Setia Budi Selatan 1 kav.9, Kuningan, Jakarta Selatan.

12.   CV. Sinar Sejahtera yang beralamat di Jl. Sidomulyo No. 19 Wonosobo, Jawa Tengah, dengan jenis perdagangan forex. Belum ada penanganan, hanya ada pengaduan nasabah.

13.   FXOpen Invesment Inc., beralamat di Menara BCA Jl. Thamrin No. 1 Jakarta. FXOpen memperdagangkan forex.

14.   Master Forex Jakarta, di CBD Area Artha Graha Building 6th Floor, No. 18 Jl. Jendral Sudirman, Jakarta. Perusahaan bergerak dalam perdagangan forex.

15.   Master Forex Bandung yang beralamat di Komplek Ruko Pascal Hypersquare Blok B-18, Jl. Pasarkaliki Bandung. Belum ada pengaduan nasabah dari perusahaan forex ini, namun Bappebti telah memberikan peringatan.

16.   Master Forex Yogyakarta, di Jl. Raya Seturan No. 100 Seturan, Yogyakarta. Perusahaan yang menjadi agen broker asal Rusia ini mengaku kepada Bisnis memiliki 1.000 lebih akun nasabah.

17.   Master Forex Tasikmalaya yang beralamat di Jl. Cipedes I No. 15A Tasikmalaya, Jawa Barat.

18.   Master Forex Surabaya, di Gedung Bumi Mandiri Tower II Lt.4 No. 409 Jl.

19.   Master Forex Borneo yang berkantor pusat di Jl. Ayani Kompleks Ruko Ayani Mega Mall Blok B23, Pontianak, Kalimantan Barat. Belum ada pengaduan nasabah.

20.   Master Forex Sumatera Training Centre beralamat di Mandiri Building Lt.6 No. 606 Jl. Imam Bonjol No. 16 D Medan.

21. BCAFx, beralamat di Jl. Mawar IV No. 7-8 Malang, Jawa Timur. Hingga kini belum ada pengaduan nasabah perusahaan yang bergerak dalam perdagangan forex ini. BCAFx merupakan introducing broker (IB) dari perusahaan Instaforex asal Rusia.

22. Surabaya Forex di SFX Center Jl. Panglima Sudirman No. 101-103 Surabaya.

23. PT Cahaya Forex Yogyakarta dengan 13 cabang. Kasus cahaya forex ditangani Polda DIY dan pemiliknya telah ditangkap. Perusahaan yang dikenal pula sebagai Mandiri Investa menggunaka skema pengunmpulan dana masyarakat untuk diperdagangkan pada pasar mata uang. Skema ini belum diatur lebih lanjut dalam undang-undang.

24. PT Virgin Gold MC (VGMC) beralamat di Pontianak. Sudah ada pengaduan dari masyarakat, namun belum ada tindakan. Di internet, dikenal pula Virgin Gold Mining Corporation yang mengaku sebagai perusahaan investasi yang bergerak di bidang bisnis pertambangan logam mulia emas dan industri emas lainnya. Mereka menjanjikan keuntungan berlipat dalam waktu singkat.

25. PT Fatrial Member, perusahaan forex yang berdomisili di palembang, sudah dalam radar satgas waspada investasi. Model bisnisnya dengan menitipkan sejumlah uang dengan bunga antara 6%–7% per bulan, dibayarkan tiap tanggal 3.

26. PT Smart Investment Mandiri yang beralamat di Palembang.
27. PT. Satrian Investment, juga beralamat di Palembang, dalam pantauan satgas.
28. PT. Pioneer Investment, perusahaan yang bergerak dalam perdagangan forex beralamat di Palembang yang diketahui berdasar laporan masyarakat.

Selain ke-28 itu, Bappebti menengarai masih ada puluhan nama perusahaan yang memperdagangkan forex tanpa izin regulator.

Silahkan Login atau Register untuk melihat isi dari halaman ini selengkapnya (registrasi gratis)

11 Broker Ilegal terkena Tuntutan kembali

CFTC kembali menuntut 11 broker forex ilegal dan dianggap berbahaya.

Berikut adalah cuplikan press releasenya :

September 8, 2011

CFTC Sues 11 Foreign Currency Firms in Second Nationwide Sweep Against Unregistered Firms
Cases bring to 25 the number of firms sued by the CFTC for failing to register under the 2008 Farm Bill, the Dodd-Frank Act and the CFTC’s regulations.

Washington, DC – The U.S. Commodity Futures Trading Commission (CFTC) announced that it simultaneously filed 10 enforcement actions in Federal District Courts in Illinois, New York, Utah, and Wyoming, alleging that 11 entities are illegally soliciting members of the public to engage in foreign currency (forex) transactions and are operating without being registered with the CFTC. These cases follow on the CFTC’s January 26, 2011 filings against 14 other entities for similar violations (see CFTC Press Release 5974-11).

According to CFTC Director of Enforcement David Meister: “These actions reflect the CFTC’s continued resolve to make the forex market safer for investors by strictly enforcing the CFTC’s new forex regulations, which became effective in October 2010. These new regulations require entities that wish to participate in the forex market to register with the CFTC and abide by regulations that are intended to protect the public from potentially fraudulent operations.”

The following companies were sued by the CFTC as part of this sweep:

1st Investment Management, LLC, a Wyoming LLC;

City Credit Capital, (UK) Ltd., a United Kingdom company;

Enfinium Pty Ltd., an Australian company;

GBFX, LLC, a New York LLC;

Gold & Bennett, LLC, a New York LLC;

InterForex, Inc., a British Virgin Islands company;

Lucid Financial, Inc., a Utah corporation;

MF Financial, Ltd., a Belize company with offices in New York City;

O.C.M. Online Capital Markets Limited, a British Virgin Islands company

Trading Point of Financial Instruments Ltd. a Cyprus company; and

Windsor Brokers, Ltd., a Cyprus company.

In the forex market, Retail Foreign Exchange Dealers (RFEDs) and Futures Commission Merchants (FCMs) act as the counter-party to their customers’ purchase and sale of forex. Under the Commodity Exchange Act (CEA) and CFTC Regulations, an entity acting as an RFED or FCM must register with the CFTC. Further, with a few exceptions, such an entity also must be registered with the CFTC if it solicits or accepts orders from U.S. investors in connection with forex transactions conducted at an RFED or FCM.

In all but two of the complaints, the CFTC alleges that a defendant acted as an RFED; that is it offered to take or took the opposite side of a customer’s forex transaction, without being registered. In the remaining two complaints against GBFX, LLC/Gold & Bennett, LLC and Lucid Financial, Inc., the CFTC alleges that the defendant solicited customers to place forex trades at an RFED without being registered as an Introducing Broker. Further, in every complaint, the CFTC alleges that the defendant solicited or accepted orders from U.S. investors to enter into forex transactions in violation of the CEA.

The CFTC is seeking preliminary injunctions to prevent these defendants from operating as alleged unless and until they comply with the CEA and CFTC Regulations. The CFTC’s complaints also seek civil monetary penalties, trading and registration bans, disgorgement, and rescission.

With respect to the similar actions filed in January 2011, 11 of the14 defendants have either settled the charges or defaulted, and the charges against the remaining three are pending.

The CFTC strongly urges the public to check whether a company is registered before investing funds. If a company is not registered, an investor should be wary of providing funds to that company.

Forex Currency Fraud : http://www.cftc.gov/ConsumerProtection/FraudAwarenessPrevention/ForeignCurrencyTrading/cftcnasaaforexalert

Keterangan Press Release selengkapnya di CFTC : http://www.cftc.gov/PressRoom/PressReleases/pr6108-11.html

 

Broker Scam Lagi, IntelFX akhirnya Scam

Setelah Forexgen, Crown Forex, EMPfx, Prime4x , dan lain-lain yang SCAM alias dana sudah tidak bisa ditarik lagi di broker tersebut atau menghilang, maka sekarang broker bucket shop IntelFX menyusul memperpanjang deret broker Scam lainnya.

Indikasi broker InteFX scam sudah dimulai sejak sekitar beberapa bulan yang lalu (sekitar awal 2011), dan sekarang dana nasabah yang bertrading di IntelFX sudah benar-benar susah untuk ditarik bahkan tidak bisa, dan hampir sebagian besar account sudah disable pula.

Padahal broker ini meng-klaim bahwa dia mendapatkan penghargaan sebagai The Most Powerful Forex Company oleh suatu lembaga yang menurut kami tidak kredibel

IntelFX adalah suatu broker yang tidak masuk di kriteria sebagai broker yang benar, mereka murni bandar dan bucket shop, IntelFX bisa menerima transfer dengan media ilegal seperti LR (Liberty Reserve) ataupun “titip transfer lokal” sehingga pasti tidak aman dan banyak nasabah yang uangnya juga hilang di media tersebut, akibat dicuri hacker ataupun dicuri sendiri oleh brokernya yang nakal.

Para Agen Marketing atau IB IntelFX di Indonesia yang sebelumnya mengagung-agungkan broker ini sekarang juga terkesan lepas tangan dan pindah ke broker bucket shop lainnya yang juga unregulated. Mereka hanya mengutamakan komisi besar dari para bandar forex TANPA mempedulikan keselamatan nasabahnya. Hindari pula Agen atau IB yang seperti ini.

Kami sarankan , jangan terjebak lagi oleh broker-broker seperti ini. Amankan uang anda sebelum berpindah tangan ke Penjahat Kerah Putih tersebut

IntelFX adalah broker yang berlokasi di New Zealand (Selandia Baru), Nama lain dari broker IntelFX adalah FNZ Capital Limited .

Perlu diketahui bahwa di New Zealand itu belum ada regulasi yang layak seperti halnya CFTC, NFA, FSA, ASIC , dan sebaiknya hindari broker yang berlokasi di NZ atau New Zealand tersebut, karena hal tersebut dapat digolong sebagai broker offshore yang unregulated

Semoga masyarakat lebih waspada lagi dan jeli dalam memilih broker untuk keamanan dana anda. Karena scam itu bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa anda sadari. Oleh karena itu penting untuk memilih broker yang regulated dengan benar agar keamanan dana anda lebih terjamin.


(BrokerForex.com)

Broker FXCM Terkena Sangsi dan Denda Pelanggaran oleh NFA, CFTC

Broker ternama FXCM yang juga merupakan anggota dari regulasi NFA, CFTC , terkena sangsi pelanggaran dan diharuskan membayar denda sebesar $2.000.000 (2 juta USDollar , atau sekitar Rp.18 Milyar) akibat pelanggaran dari sistemnya yang mengakibatkan kerugian di pihak nasabahnya.

Hal ini membuktikan bahwa regulasi NFA/CFTC adalah regulasi yang ketat dan serius memberikan sangsi bagi para anggotanya yang terbukti melakukan pelanggaran.

NFA/CFTC adalah lembaga regulasi bentukan pemerintah Amerika Serikat yang bertugas untuk mengawasi setiap aktifitas dari perdagangan berjangka ini termasuk di dalamnya untuk Trading Forex. Dan lembaga regulasi NFA/CFTC ini adalah satu-satunya regulasi yang paling kredibel dan sangat ketat.

Hanya broker yang benar-benar kredibel saja yang bisa terdaftar di CFTC, karena persyaratannya yang berat dan harus jujur dalam sistem tradingnya. Broker yang ingin terdaftar di CFTC harus mematuhi peraturannya dan harus memberikan jaminan sebesar $20 juta agar memastikan dirinya tidak scam atau berbuat nakal terhadap nasabahnya. Beberapa contoh kelas perusahaan finansial yang terdaftar pula di CFTC adalah seperti Deutsche Bank, Citigroup, UBS, Goldman Sachs, Gain Capital, Interactive Brokers, JP Morgan,  HSBC, FXDD, InterbankFX, BNP Paribas, RBS.

Bila anda bertrading Forex, PASTIKAN broker anda juga terdaftar pula di dalam CFTC, karena selama ini hanya lembaga regulasi CFTC yang bersifat transparan dan benar-benar memberikan sangsi berat bagi yang melanggar atau berbuat curang, serta akan dipublikasikan secara transparan.

Broker besar yang teregulasi oleh CFTC saja bisa berbuat salah dan melanggar, apalagi broker yang tidak teregulasi oleh CFTC, tentunya akan sangat lebih berbahaya dan tidak aman bila tidak terdaftar di CFTC tersebut. Terutama broker yang terletak di negara-negara terpencil / offshore yang unregulated.

Informasi mengenai sangsi NFA/CFTC kepada FXCM : http://www.nfa.futures.org/basicnet/CaseDocument.aspx?seqnum=2963

Baca juga informasi mengenai kasus FXCM di Regulator CFTC yang mengharuskan broker FXCM total membayar sekitar $14 juta (Rp.140 Milyar) terhadap masalah kelalaiannya tersebut : http://www.cftc.gov/PressRoom/PressReleases/pr6119-11

Penipuan di Bisnis Forex

Hati-hati bila menanamkan dana di suatu bisnis forex ataupun di broker yang tidak jelas, apalagi bila dengan perantara perorangan !

(4 Juli 2011)

Sebanyak 14 guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2, Kota Bengkulu, tertipu bisnis valas (forex) yang mengiming-imingi bunga tinggi. Mereka dirugikan hingga Rp1,8 miliar.

Syamsir, salah satu korban. Dia mengaku, awalnya ia dan 13 guru lainnya tergiur bujukan SS, salah seorang guru sekolah itu, untuk bermain valas. Mereka menyetor uang tunai mulai dari Rp30 juta, Rp100 juta hingga Rp250 juta kepada SS. Setelah tiga bulan mereka rata-rata untung Rp4 juta per bulan.

Ia mengatakan, ketertarikan ke 14 orang guru itu setelah mendapatkan penjelasan dari pelaku, yang mengatakan bahwa untuk penanaman modal dibawah Rp100 juta akan mendapatkan keuntungan setiap bulan 3,5 persen, bagi penanaman modal, dan di atas Rp100 juta memperoleh keuntungan empat persen per bulan.

“Berdasarkan keterangan itu kami semua ini tertarik termasuk Kepala Sekolah SMKN 2 juga tertipu, sedangkan saya sendiri menanamkan modal sebesar Rp100 juta,” jelas Syamsir.

Dengan menanam modal Rp100 juta itu sudah menikmati keuntungannya sebanyak tiga kali dengan perolehan setiap bulan Rp4 juta, sedangkan rekan lain menanamkan modal kepada pelaku bervariasi mulai dari Rp30 juta hingga Rp250 juta.

Dalam mengikuti bisnis forex (foreign exchange) para korban telah menjual perabot rumah tangga, pinjam di koperasi, menjual kebun dan barang berharga lainnya agar bisa lebih besar menanamkan modal.

Praktek bisnis valas itu sejak awal 2010, pada tahap awal cukup lancar mendapatkan keuntungan. Tapi setelah memasuki bulan ke empat mulai tersendat dan macet sama sekali.

Setelah ditanyakan kepada pelaku SS, ia mengaku juga tertipu dari “big bos” di Jakarta seluruh uang nasabah termasuk dirinya seluruh mencapai Rp1,8 miliar, hingga kini uang para guru itu tidak jelas karena sulit dikembalikan.

Ketika uang tersebut berulang kali ditagih kepada SS, bersangkutan menunjukan sikap seolah tidak normal dan mempersilahkan para korban membunuh dirinya dengan belati.

Melihat gelagat makin tak jelas itu, maka para guru itu melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib karena pelaku tidak menunjukkan niat baik untuk mengembalikan uang tersebut.

Seorang korban lainnya Nurhayati sangat menyayangkan, ulah rekannya yang sudah dikenal sejak 25 tahun lalu dan tega sekali menipu temannya sendiri. “Kita percaya sama dia karena selama ini ia baik dan tidak pernah menunjukkan gejala aneh, apalagi sudah kenal lama,” tuturnya

 

Sumber: METRO TV News

http://www.metrotvnews.com/read/news/2011/07/04/56716/14-Guru-Tertipu-Bisnis-Valas/