Menempati urutan dua sebagai market forex terbesar, sesi New York memegang transaksi global mencapai 16%. Meski demikian, periode tertinggi transaksi yang terjadi yaitu saat sesi New York berpapasan (overlap) dengan sesi London (Eropa).

Di belahan dunia lain, market Tokyo merupakan market yang mengalami sesi pembukaan pertama kali. Sejumlah besar trader seringnya memanfaatkan sesi Tokyo sebagai wadah untuk mencoba dan mengembangkan strategi trading dengan melihat dinamisasi pergerakan.

Sesi Tokyo mempunya porsi transaksi dunia mencapai 6%, dan seringnya dilihat sebagai market yang kurang menawarkan likuiditas dan volatilitas dibanding sesi London atau New York. Tapi karakteristik semacam inilah yang membuat sesi Asia justru menarik.

Kapan Sesi New York Buka?

Sesi New York dinilai sebagai market yang paling banyak menawarkan likuiditas dari market lain, bahkan dibanding sesi London meski sesi Amerika kalah jumlah partisipasi trader dan volume trading. Di antara periode likuiditas tinggi yaitu saat sesi New York mengalami overlap dengan sesi London.

Sesi trading New York dibuka mulai pukul 08.00 am ET dan tutup 05.00 pm ET. Overlap terjadi saat sesi New York berpapasan dengan sesi London di setengah hari penutupan. Sesi London mulai melantai pada 03.00 am ET dan tutup 12.00 pm ET, sementara overlap terjadi saat 08.00 am ET sampai 12.00 pm ET.

Selama periode overlap, akan terjadi banyak trading di sesi Amerika. Permulaan sesi New York dinilai secara umum lebih mengalami volatilitas dibanding menjelang sesi penutupan. Karena tingkat volatilitas berbeda, dibutuhkan metode trading berbeda agar menghasilkan profit.

Trading Breakout Saat Overlap

Periode overlap berlangsung saat sesi London dan Amerika saling berpapasan satu sama lain, yang mana dua market ini merupakan yang terbesar di dunia. Selama 4 jam periode overlap, pergerakan besar dan cepat akan lebih sering terlihat karena sejumlah besar likuiditas memasuki market.

Untuk trading saat masa overlap, trader bisa memanfaatkan strategi breakout yang tujuannya yaitu mengambil keuntungan dari naiknya volatilitas pada periode ini. Satu contoh strategi breakout saat overlap di sesi New York bisa dilihat pada gambar di bawah.

Trading Breakout Saat Overlap
Sumber: google.com

Pasangan EUR/USD membentuk pola triangle, yang mana saat terjadi overlap, harga dari mata uang EUR/USD akan mengalami breakout. Begitu trader sudah membuat manajemen risiko yang sesuai, sinyal entry bisa di mana saja sesuai mekanisme yang jelas antara support dan resistance.

Trading Mendekati Akhir Sesi New York

Saat London mengalami sesi pentupan, volatilitas punya kecenderungan turun secara drastis. Seperti yang ditampilkan dalam chart di bawah, yang menunjukkan rata-rata pergerakan dalam satu jam, bisa terlihat pergerakan rata-rata mulai mengalami penurunan.

Trading Mendekati Akhir Sesi New York
Sumber: google.com

Seperti yang terlihat, bagian terakhir dari sesi trading New York menunjukkan volatilitas rendah. Karena rata-rata pergerakan per jam menurun di bagian akhir sesi trading, trader harus memakai strategi trading berbeda, misalnya dengan memakai strategi trading range.

Menggunakan strategi trading range akan memberi keuntungan dari level support dan resistance. Chart di bawah menampilkan contoh dari strategi trading range. Saat harga bergerak naik mendekat level resistance (garis merah), trader harus memberi order short pada market.

Menggunakan strategi trading range
Sumber: google.com

Jika harga bergerak turun mendekati level support (garis hijau), trader bisa memberi order buy untuk suatu mata uang. Alasan dibalik penerapan strategi range yaitu bahwa saat volatilitas menurun, level support dan resistance akan lebih sulit untuk ditembus, dan sepertinya justru tertahan sehingga memberi keuntungan jika memakai strategi range.

Mata Uang Terbaik Saat Sesi Trading New York

Pasangan mata uang terbaik di sesi New York yaitu yang masuk kategori mata uang mayor, seperti EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, EUR/JPY, GBP/JPY, dan USD/CHF. Semua pasangan mata uang tersebut menjadi yang paling likuid selama sesi trading New York terbuka.

Terkhusus saat overlap, mata uang EUR/USD akan meningkat drastis likuiditasnya. Tiap sesi trading forex menawarkan karakteristik yang unik, dimulai dari sesi trading London kemudian diikuti oleh sesi trading New York, lalu menyusul sesi trading Asia.

Likuiditas tinggi memberi keuntungan sendiri untuk trader, yang mana biaya spread jadi lebih rendah dibanding saat likuiditas rendah. Selama terjadi overlap, kombinasi dari naiknya tingkat likuiditas dan volatilitas bisa memberi lebih banyak profit pada trader.

Kapan Sesi Tokyo Buka?

Sesi market Asia merupakan awal dari rangkaian hari aktif trading, yaitu pada senin pagi pukul 09.00 dan tutup pada 18.00 JST (waktu standar Jepang). Di London, trader harus bangun lebih pagi sekitar 00.00 GMT hingga 09.00 GMT jika ingin mengikuti sesi Asia secara langsung.

Selalu ingat bahwa market ditransaksikan selama 24 jam tiap hari, jadi permulaan hari trading sangat objektif antara satu sesi ke sesi lain. Tapi secara umum sudah diterima bahwa sesi Asia dimulai saat bank Tokyo online demi memfasilitasi volume trading yang terjadi.

Secara teknis, sesi Australia dan Selandia Baru merupakan market yang pertama buka. Tapi karena kecilnya skala yang dihadirkan, banyak trader yang menggabungkan dengan sesi Asia. Saat sesi Asia melantai, pusat ekonomi Eropa dan Amerika seringnya dalam kondisi tak aktif sehingga berkontribusi pada menurunnya volume trading.

Trading Range Saat Sesi Asia

Strategi range dianggap sebagai yang paling tepat untuk digunakan di sesi Asia karena evel support dan resistance lebih sering terjadi dengan frekuensi tinggi dibanding sesi Amerika dan London yang mempunyai volatilitas tingkat tinggi, khususnya saat terjadi overlap.

Dua jenis umum strategi yang paling cocok untuk sesi trading sesi Tokyo melibatkan trading breakout dan range. Gambar berikut merupakan contoh dari posisi short dengan strategi trading range, tapi tak menutup kemungkinan untuk mengambil posisi long juga.

Trading Range Saat Sesi Asia
Sumber: google.com

Setup trading. Satu cara trading range yaitu dengan mencari sinyal beli saat harga ada di dekat garis resistance sementara level take profit di dekat garis range terendah. Trader paling tidak butuh oscillator seperti RSI atau stochastic untuk mencari sinyal beli (sesi Asia ditandai dengan kotak biru).

Entry point. Trader harus mencari sinyal beli saat harga mendekati support dan menjual saat harga mendekati resistance. Indikator stochastic menampilkan data jika market mengalami overbought, sehingga menghasilkan sinyal jual (lingkaran biru). Harga lalu menyentuh level resistance sehingga menghadirkan peluang untuk short.

Stop-loss. Order stop bisa ditempatkan di atas level resistance karena secara historis ini merupakan level di mana harga memantul (kembali ke titik semula).

Take profit. Trader professional pasti berharap mendapat lebih banyak pip dibanding potensi kalah. Rasio risiko dan profit minimal yaitu 1:1. Artinya, jika market bergerak dari titik range tertinggi ke terendah dengan target yaitu 80 pip dan risiko 30 pip, maka rasio risiko dan profit menjadi 1:2.67.

Trader bisa menerapkan stop dan limit untuk menjaga tingkat risiko tetap dalam channel. Trading range bisa menjadi kurang efektif jika diterapkan pada sesi London dan Amerika karena market dipenuhi dengan likuiditas, tapi sangat efektif untuk sesi Asia karena rendah volatilitas dan likuiditas.

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini