Semua trader pasti berharap punya satu teknik trading forex profit konsisten. Tapi trading forex bukan sesuatu yang mudah dilakukan, dan ini sama sekali jauh berbeda dengan apa yang banyak dibayangkan trader saat baru mulai terjun.

Tanpa strategi atau pendekatan yang jelas di tiap trading, trader akan berakhir menderita, sebelum akhirnya keluar dari bisnis. Tapi ada beberapa teknik trading forex profit konsisten yang bisa dipelajari trader guna mencapai target yang diinginkan.

#1. Backtesting Sistem Trading

Kenapa harus menguji strategi? Saat sudah menemukan satu gaya yang cocok yang sesuai dengan karakter personal, trader harus mau menguji strategi atau sistem yang akan dipakai. Uji coba biasanya dilakukan dengan menggunakan data historis.

Selain data historis, uji coba juga bisa dilakukan dengan kondisi market sekarang. Ini akan membantu trader lebih percaya diri bahwa sistem yang dipakai akan memberi hasil. Uji coba juga bisa dimaksudkan sebagai cara menguak kondisi market yang paling memberi profit.

Dengan uji coba, trader bisa mendapat gambaran jelas terkait kemampuan strategi trading  sehingga bisa membuat perubahan yang diperlukan supaya lebih efisien. Dengan uji coba pula, teknik trading forex profit konsisten bisa ditemukan.

Apa itu backtesting?

Backtesting merupakan metode menguji sistem trading dengan memakai data historis market. Pada praktiknya, trader seolah membuka trading biasa. Jika hasilnya uji coba memang menjanjikan, maka sistem trading bisa memberi ekspektasi yang positif.

Untuk mendapat hasil uji coba sebaik mungkin, trader bisa menyesuaikan parameter demi mendapat setingan yang pas. Tapi trader sebaiknya jangan merubah terlalu banyak, karena trader dalam hal ini sedang membuat sistem trading baru yang spesifik untuk kondisi market tertentu.

Data seperti apa yang harus dilihat?

Dalam kondisi apapun, tujuan utama dari backtesting yaitu untuk mengukur tingkat efektivitas dan adaptasi strategi, sekaligus meilhat kapasitasnya dalam menjaga menang trading dalam kadar positif. Dalam hal ini, trader perlu beberapa data yang harus diuji.

Data yang dimaksud yaitu waktu membuka dan menutup posisi untuk melihat seberapa lama waktu yang diperlukan dalam market, arah trading yang diambil (long atau short), harga pembukaan dan penutupan untuk menghitung profit dan loss, juga parameter lain seperti OCO, stop, dan limit.

#2. Metode Keluar Masuk Market

Dalam market forex, trader seringnya bergantung pada analisa teknikal untuk keluar masuk market. Sementara di sisi lain juga harus waspada ke kalender ekonomi untuk mengukur efek yang bisa menyebabkan volatilitas market bergejolak.

Pada kondisi tersebut, volatilitas tinggi bisa memberi peluang trading yang potensial. Saat trader sudah menetapkan jenis analisa apa yang akan digunakan, trader harus bisa memahami fase yang terjadi dalam market. Dengan demikian, trader bisa memilih indikator yang tepat untuk kondisi tertentu.

Siklus dan fase market

Analisa teknikal akan fokus pada price action dengan memanfaatkan indikator teknikal dan alat charting, seperti level support dan resistance. Analisa pergerakan harga historis dari suatu aset bisa menentukan arah harga di masa mendatang.

Ada dua premis terkenal dalam forex, yaitu harga bergerak dalam tren dan sejarah akan terulang. Dari sini bisa diasumsikan kalau market akan bergerak dengan pola yang sama melewati siklus dan fase berbeda.

Memahami siklus market bisa membantu trader dalam membaca berbagai skenario yang bisa saja terjadi sehingga mampu melihat peluang lebih baik. Dengan memahami tiap siklus, trader bisa menemukan teknik trading forex profit konsisten yang spesifik.

Ketahui pola seperti apa yang mungkin muncul

Untuk meningkatkan peluang profit, trader harus bisa mengenali fase market yang akan dimasuki dan paham indikator seperti apa yang bisa bekerja. Ini karena tiap indikator didesain khusus untuk situasi market tertentu. Satu contoh jika market dalam keadaan range.

Pada kondisi yang seperti ini, market mengalami pergerakan datar ke samping kanan (sideway) dan membentuk tinggi rendah yang sama persis. Oscilator seperti RSI, MACD, dan stochastic akan sangat membantu untuk kondisi market seperti daripada indikator lain.

#3. Strategi Untuk Membuat Keputusan Trading

Kemungkinan besar hanya ada sedikit sistem yang cocok untuk tiap trader. Bahwa trader bisa memilih menjadi cerewet, sentimen, atau yang lain. Tapi yang patut diingat, gaya ini nantinya akan pengaruh ke teknik trading forex profit konsisten yang dianut trader.

Trader teknikal

Mudahnya, trader teknikal yaitu mereka yang memakai analisa teknikal untuk menganalisa pergerakan harga suatu aset menggunakan data historis untuk menebak harga di masa mendatang. Mereka memakai level support dan resistance dan hitungan matematis lain dalam memetakan market.

Sejumlah indikator yang populer digunakan seperti RSI, stochastic, MACD, moving average, Fibonacci dan lainnya. Untuk trader teknikal, memilih teknik trading forex profit konsisten dituntut harus memahami semua alat teknikal untuk analisa market.

Trader fundamental

Jenis trader fundamental akan melihat faktor fundamental sebagai pertimbangan utama untuk melihat nilai intrinsik lalu menentukan apakah harga sedang dalam kondisi overvalue atau undervalue, lalu apakah aset selanjutnya harus dijual atau dibeli.

Trader forex fundamental akan lebih sering memakai strategi trading berita atau carry trading. Strategi ini akan didasarkan pada perubahan rasio suku bunga yang sekirangnya mempunyai efek besar pada perubahan harga mata uang di market forex.

#4. Gaya Trading yang Sesuai

Dengan banyak menguji sistem strategi, trader akan mulai mendapat titik cerah di mana kekuatan dan kelemahan strategi saat dipadukan ke gaya trading tertentu. Ada banyak gaya trading yang populer dipakai trader, dan ini bergantung pada sejumlah preferensi.

Trader yang menitikberatkan pada time frame punya pilihan gaya seperti trader swing atau trader positional, sedang trader yang lebih fokus pada analisa disebut trader teknikal atau trader fundamental. Pembagian seperti ini sebenarnya tak mutlak, dan siapapun bisa mengklaim sebagai trader apa saja.

Trading harian dan scalping

Dua gaya trading ini merupakan jenis paling agresif dan aktif. Trading hanya dilakukan dalam hitungan satu hari, dari sesi pembukaan sampai penutupan. Trading scalping hanya menargetkan beberapa pip dari satu kali trading dan hanya berlangsung dalam hitungan menit saja.

Di sisi lain, trading harian membuka posisi lebih lama, biasanya dalam hitungan jam, dan menargetkan pip lebih banyak dari sekali trading. Gaya trading semacam ini masih tergolong dalam trading jangka pendek dan biasanya memakai leverage dalam jumlah besar.

Swing trading

Gaya trading ini memiliki pendekatan jangka panjang dengan menitikberatkan pada perubahan arah momentum dari suatu mata uang saat tren. Gaya ini sering disebut sebagai kepanjangan dari trading harian, hanya durasinya lebih lama.

Trading swing butuh lebih banyak kesabaran karena trader biasanya masuk dan keluar posisi trading dari hitungan hari sampai beberapa minggu. Gaya ini cocok untuk trader paruh waktu karena mereka tak punya waktu untuk menganalisa market secara mendalam.

Saat mencari gaya trading yang sesuai dengan karakter personal, trader perlu menimbang banyak elemen, termasuk faktor di luar forex. Trader juga perlu menyesuaikan time frame dengan gaya hidup dan karakter personal. Setidaknya, inilah satu cara menemukan teknik trading forex profit konsisten.

Posting untuk Konsultasi dan Tanya Jawab :