Sudah menjadi keharusan bagi tiap trader agar selalu mencari cara paling efektif untuk trading profit. Satu di antara beberapa cara yaitu memakai analisa dengan berfokus pada data statistik yang memang sudah terbukti ampuh, misalnya trading dengan regression (regresi/mundur).

Maksudnya, keputusan trading dilakukan dengan mengamati pola yang muncul dalam market di waktu sebelumnya. Dengan melihat mundur ke belakang dari data market yang ada, trader bisa menemukan pola yang cocok yang bisa diterapkan untuk trading berikutnya.

Linear regression mencoba menghubungkan dua variabel utama dengan data nilai yang sudah ada. Metode ini lalu mengambil garis tengah di antara dua variable. Variabel utama yang dimaksud yaitu data harga dan waktu dari market forex untuk jenis mata uang tertentu dalam suatu rentang periode.

cara memilih linear regression
Sumber: freepicts.com

Linear regression dalam MetaTrader 4

Indikator linear regression sudah menjadi salah satu alat standar di platform trading MetaTrader 4. Gambar di atas menunjukkan cara memilih linear regression lewat tab ‘Insert’. Bisa dilihat, indikator standard deviation juga tersedia sebagai pilihan dalam platform trading ini.

Lalu, bagaimana cara menambahkan indikator linear regression ke dalam chart MetaTrader 4? Caranya cukup mudah, tinggal ikuti intruksi berikut:

  • Klik pada chart yang ingin dianalisa.
  • Drag ke arah kanan sampai ke bagian ke titik akhir yang ingin dianalisa.
  • Linear regression otomatis akan muncul dalam chart dari titik awal sampai titik akhir.
tren regresi yang ditampilkan dalam garis biru
Sumber: linear.com

Gambar ini menunjukkan tren regresi yang ditampilkan dalam garis biru pada chart berdurasi 4 jam untuk mata uang EUR/USD. Garis median (paling tengah) merupakan garis terbaik untuk penutupan harga di periode tertentu. Garis tren atas dan bawah punya jarak yang sama dari garis tengah (median).

Garis tersebut parallel, dan mewakili satu standar deviasi dari garis median. Aturan trading dengan regresi sangat mudah. Strateginya yaitu melibatkan ekspektasi di mana saat harga bergerak keluar dari garis median, selalu ada peluang harga tertarik kembali ke garis median.

Dalam hal ini, garis atas mewakili resistance, dan garis bawah mewakili support. Garis median mewakili tren, sehingga metode yang tepat untuk memakai indikator ini yaitu berasumsi bahwa tren akan terus berlanjut, lalu lakukan trading searah tren. Saat tren terus berlangsung, trader bisa berasumsi bahwa garis median bisa menjadi semacam titik ekuilibrium.

Tentu saja, garis median semacam ini bisa mengalami breakout yang bisa menghasilkan tren baru muncul. Kapan pun saat harga keluar dari garis linear regression, trader harus hati-hati. Periode panjang di atas linear regression juga memberi isyarat bahwa tren baru akan terbentuk.

Itu sebabnya, trader harus lebih hati-hati saat menganalisa tren regresi, juga memastikan bahwa sudah menerapkan manajemen risiko dengan baik. Tentu saja, ada kemungkin hasil analisa akan lebih baik lagi jika linear regression dipadukan dengan indikator lain macam standard deviation.

Pertimbangan trading forex dengan linear regression

Indikator linear regression menyediakan channel (saluran) yang mengindikasikan resistance dan support. Linear regression melakukan ini dengan menggabungkan teori probabilitas, juga dengan berasumsi bahwa nilai harga akan kembali ke titik normal di sekitar garis median.

Semisal harga secara signifikan bergerak menjauh dari garis median, maka trader bisa berasumsi jika pergerakan akan menyentuh area support dan resistance. Tapi bagaimana trader merencanakan strategi dengan linear regression jika pergerakan harga secara ekstrim ini terjadi dalam market?

Satu cara yaitu dengan menerapkan konsep statistikal dari distribusi normal, ditambah dengan hasil hitungan dari standar deviasi. Trading dengan tren juga memakai konsep yang sama, yang mana menggabungkan dua garis linear di tiap sisi untuk menemukan garis median.

Seperti yang sudah disinggung, linear regression merupakan metode untuk mengestimasi hubungan yang tak terdefinisikan antara waktu dan harga. Imbasnya, akan lebih baik lagi jika hasil analisa linear regression dikombinasi dengan indikator teknikal lain untuk mendapat konfirmasi.

commodity channel index sebagai indikator korfirmasi
Sumber: linear.com

Sebagai contoh, gambar di atas memakai commodity channel index sebagai indikator korfirmasi. Jika memang ingin trading indikator linear regression tanpa risiko berlebih, baiknya coba dulu strategi ini lewat akun demo. Di sini trader bisa melakukan eksperimen lewat berbagai situasi.

Akun demo menyediakan berbagai kemungkinan layaknya market sungguhan, yang mana trader bisa memakai data harga market, juga trading dengan modal virtual alih-alih memakai modal betulan. Secara keseluruhan, akun demo bagus untuk menguji strategi trading sebelum mencoba di market sebenarnya.

Linear regression hanya satu dari banyak indikator yang bisa dimanfaatkan sebagai sistem trading. Masih ada beberapa tipe indikator yang serupa dengan linear regression yang bisa diterapkan seperti Keltner channel dan Donchian channel. Dua indikator ini juga bisa berlaku sebagai indikator konfirmasi.

Cara lain untuk mengkonfirmasi sinyal analisa teknikal dari linear regression yaitu dengan melihat beberapa timeframe sekaligus. Lewat pengamatan pola pada chart dengan timeframe yang lebih panjang, trader mungkin mendapat gambaran lebih jelas tentang pola yang sebelumnya tak terdeteksi.

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini

*