Satu alat teknikal paling ampuh untuk mengidentifikasi tren yaitu indikator moving average (MA). Indikator MA berguna untuk memperhalus berbagai data, terlebih untuk memperjelas tren. Cara kerjanya yaitu dengan melihat data historis lalu menghitung nilai rata-rata.

Ada lebih dari satu cara untuk nilai rata-rata, juga ada lebih dari satu jenis MA. Bentuk paling sederhana yaitu simple moving average (SMA) yang menganggap semua nilai adalah seimbang, lalu menentukan nilai rata-rata. Cara kerjanya hampir serupa dengan MA.

Tipe MA lain punya kemampuan menghitung kekuatan nilai harga yang berbeda, dan menganggap kalau harga terbaru jauh lebih kuat dari harga sebelumnya. Dari konsep dasar inilah indikator exponential moving average (EMA) dikembangkan modelnya.

Cara Menghitung EMA

Agak susah menjelaskan definisi indikator EMA tanpa melibatkan hitung-hitungan spesifik. Penjelasan umum dari EMA yaitu teknik menghaluskan harga dengan menambahkan porsi nilai MA saat ini dengan porsi nilai MA sebelumnya.

Agar bisa memahami secara layak tentang EMA, ada satu rumus yang bisa digunakan untuk acuan. Secara umum perhitungannya mengacu pada, EMA = α x harga saat ini + (1 – α) x EMAt-1.

Penjelasannya, α merupakan faktor ‘penghalus’ yang nilainya antara 0 atau 1, sedang EMAt merupakan EMA periode sebelumnya. Trader bisa mengetahui nilai periode ini dengan menghitung EMA periode tertentu dengan EMA periode sebelumnya.

Untuk EMA harian, trader bisa menghitung nilai EMA saat ini dan nilai EMA hari sebelumnya. Dengan kata lain, dibutuhkan perhitungan tambahan sebelum bisa menentukan nilai EMA sebenarnya. Pertama trader harus mengetahui nilai EMA periode pertama dengan membuka jendela baru. Trader juga harus menentukan faktor penghalus.

Contoh Perhitungan EMA

Cara terbaik untuk menjelaskan proses menghitung EMA yaitu dengan memberi ilustrasi dengan contoh spesifik. Untuk menjaga tetap sederhana, contoh perhitungan memakai data sedikit. Contoh memakai EMA periode 8 hari dan SMA periode 8 hari.

Contoh Perhitungan EMA
Via: admiralmarkets.com

Trader butuh nilai MA hari pertama untuk memulai perhitungan. Dalam hal ini, perhitungan memakai SMA sebagai nilai awal, yang merupakan hasil nilai ‘n’ sebelumnya dibagi dengan ‘n’ saat ini. pada hari ke-9, trader mendapat nilai awal yang merupakan harga SMA periode 8 hari sebelumnya.

Meski SMA hanya dibutuhkan untuk mengetahui nilai awal dari perhitungan EMA, tapi tetap diberi kolom nilai SMA. Itu sebabnya, terlihat perbandingan nilai dari EMA dan SMA. Trader juga butuh faktor penghalus yang nilainya diatur dalam periode EMA. Jika mengacu pada rumus, untuk menentukan nilai faktor penghalus yaitu α = 2 / (n + 1).

Cara lain untuk mendeskripsikan metode perhitungan yaitu dengan melihat kembali EMA periode sebelumnya lalu mengurangi nilainya dengan faktor penghalus untuk tiap periode. Dalam kata lain, perhitungan ini lalu dibuat menjadi istilah sendiri dalam exponential-weighted moving average (EWMA).

Menebak dengan EMA merupakan metode umum yang dipakai dalam pemodelan berbagai bisnis karena dapat berfungsi maksimal untuk berbagai kondisi yang lebih luas cakupannya, meski tetap menghadirkan kesederhanaan dalam perhitungannya.

Sangat biasa bagi trader untuk membuat keputusan berdasarkan proyeksi profit di masa depan. Proyeksi ini seringnya didasarkan pada pemodelan data EMA. Untuk menebak dengan MA, trader seringnya melibatkan data harga sedang EMA digunakan untuk memproyeksi harga di masa depan.

Dengan cara yang sama, trader professional memakai EMA untuk menghaluskan data harga sebelumnya dengan harapan bisa melihat harga yang akan terjadi selanjutnya. Dalam contoh di atas, perhitungan hanya melibatkan data sebelumnya dalam jumlah kecil.

Perhitungan EMA akan jadi lebih akurat dan ideal jika trader mau memasukkan sejumlah besar data dari nilai EMA sebelumnya. Tiap platform trading saat ini bisa menjalankan algoritma EMA, jadi trader tak perlu repot tentang kompleksitas dari perhitungan.

Indikator EMA Dalam Platform Trading

EMA sudah ada dalam platform trading, dan termasuk indikator bawaan yang sudah tersedia dalam platform trading saat ini. Untuk mengaksesnya, cukup masuk ke folder indikator lalu buka folder tren. Di sini terdapat berbagai indikator tren, dan EMA merupakan salah satunya.

Saat pertama menggunakan EMA, terdapat jendela pengaturan yang berisi ‘period’ dan ‘shift’. Dari dua model pengaturan, satu jenis yang harus dipilih yaitu period. Semakin besar periode yang digunakan, semakin halus hasil tampilannya dalam chart. Tapi semakin kecil periode yang digunakan, semakin responsif garis EMA ke perubahan harga.

Setingan paling umum yaitu periode 20-25 untuk EMA cepat sehingga tampilan kurva yang lebih responsif, periode 100-200 untuk setingan lebih halus, dan periode 50 untuk pengaturan tingkat menengah. Tapi semua pengaturan tersebut akan sangat bergantung pada seberapa lama tren yang tampak pada chart.

Strategi Trading Dengan EMA

Cara paling efektif memakai EMA yaitu dengan mengkombinasikan dua EMA antara jangka pendek dan jangka panjang. Strategi persilangan EMA semacam ini akan menghasilkan sinyal trading saat EMA jangka pendek menyilang ke EMA jangka panjang.

Satu contoh, trader tren jangka panjang mungkin memakai EMA periode 25 hari sebagai jangka pendek dan EMA periode 100 sebagai jangka panjang. Dengan strategi EMA, trader harus membeli saat EMA 25 hari menyilang di atas EMA 100 hari, lalu menjual saat EMA 25 hari melewati di bawah EMA 100 hari.

MA mempunyai fungsi lebih dari satu. Bahkan MA pada praktiknya sering digabung dengan indikator lain jika akan digunakan untuk membuat sistem trading. Sebagai contoh, penggunaan MA paling umum yaitu untuk filter tren dalam trading strategi breakout.

Contoh lain, jika memakai Bollinger band dan EMA dalam strategi trading breakout, maka Bollinger band kerap dimanfaatkan untuk mencari sinyal trading. Bollinger band akan menyoroti tinggi rendahnya tingkat volatilitas dalam suatu chart.

Jika harga bergerak menembus batas volatilitas yang ditetapkan, trader harus segera membuka trading yang searah dengan pergerakan. Tapi jika hanya filter tren, dalam hal ini adalah garis EMA jangka pendek dan EMA jangka panjang, menunjukkan arah yang sama.

Jadi ketika terjadi breakout di atas Bollinger band, maka ini akan menjadi sinyal untuk membeli, dan trader harus melihat apakah EMA jangka pendek ada di atas EMA jangka panjang untuk mengkonfirmasi sinyal. Kondisi sebaliknya jika ingin mengambil posisi jual.

Saat breakout terjadi di bawah Bollinger band, trader harus segera menjual, tapi hanya jika EMA jangka pendek di bawah EMA jangka panjang. Sebenarnya masih ada banyak kombinasi yang bisa digunakan dengan EMA sehingga makin luas penerapannya.

Indikator EMA mampu menghaluskan data harga. Selain kemampuannya dalam mengkonfirmasi tren, EMA juga membantu memberi informasi kapan waktu yang tepat untuk trading. Gambaran di atas sudah memberi contoh bagaimana cara memanfaatkan EMA untuk trading.

Tapi selayaknya indikator MA yang lain, trader perlu harti-hati karena MA beserta variannya termasuk jenis indikator lagging. Meski demikian, cara terbaik untuk menentukan pengaturan EMA yang tepat yaitu dengan mencobanya lebih dulu di akun demo, dan sebaiknya manfaatkan ini.

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini