Bicara tentang forex, tak banyak yang sadar kalau market forex merupakan market dengan nilai kapital paling besar di dunia. Tak hanya itu, market forex selalu terbuka 24 jam penuh dalam satu hari. Barangkali inilah keunggulan mutlak dari forex yang tak bisa ditemui di market finansial lain.

Tapi layaknya bisnis lain, market forex juga libur saat akhir pekan. Trader dari berbagai zona waktu akan bertemu dalam satu market lalu membuat permintaan dan penawaran, dan inilah sebab utama kenapa market selalu buka 24 jam. Itu berarti, trader bisa trading forex hingga 24 jam penuh tanpa jeda.

Trading forex bisa dijalankan lewat perangkat komputer selama seharian penuh, juga semalaman, alih-alih tutup saat malam hari. Karena perbedaan zona waktu, saat ada satu market tutup, maka ada market lain yang baru buka, atau sudah terbuka. Situasi ini akan terjadi terus sehingga memberi kesan bahwa market forex tak akan pernah tutup.

Siapa yang trading selama 24 jam?

Bank dunia dan berbagai perusahaan bisnis selalu butuh mata uang. Uang membuat dunia berputar, dan mata uang selalu dibutuhkan tiap negara untuk melakukan perdagangan internasional. Untuk gambaran, sejak 1971 bank dunia sudah bergantung pada market forex untuk bisa beroperasi.

Tiap hari, market forex akan dimulai dari Australia, disusul Asia, diikuti Eropa, lalu Amerika, kembali lagi ke Australia, dan begitu seterusnya. Saat satu area tutup, area lain akan terbuka untuk melanjutkan transaksi mata uang dalam market. Waktu 24 jam memberi fleksibilitas trader untuk trading kapan saja.

Meski trading bisa dilakukan seharian penuh, tapi kebanyakan broker punya jeda waktu meski hanya beberapa menit. Jeda juga dimaksudkan supaya trader punya waktu istirahat barang sebentar. Karena pentingnya mata uang dalam kaitannya dengan ekonomi, trading akan terus berjalan hingga 24 jam.

Di mana trading selama 24 jam dilakukan?

Tak ada pertukaran mata uang secara fisik dalam market forex selama 24 trading. Itu sebabnya, trading forex tak dilakukan di tempat nyata, melainkan di komputer lewat sambungan internet. Karena forex merupakan market terbesat untuk transaksi mata uang, trading langsung difasilitasi oleh broker.

Trading forex dilakukan secara pasang-pasangan. Sebagai perbandingan, dalam market lain trader tak dibolehkan untuk trading selama sebelum mendapat partner dari belahan dunia lain yang mau membeli atau menjual. Di market forex, trader bisa transaksi kapan saja tanpa harus menunggu partner.

Forex merupakan market yang memberlakukan sistem leverage. Artinya, trader hanya perlu investasi kecil untuk bisa trading dengan volume besar. Dengan durasi 24 jam, ada banyak potensi profit yang bisa diambil trader tanpa terkendala waktu. Inilah fleksibilitas yang ditawarkan bisnis forex.

Apakah trader perlu trading 24 jam penuh?

Kalau boleh jujur, sangat tak mungkin bagi trader mana saja untuk trading selama 24 jam penuh. Yang terjadi, trader justru bisa mengalami sakit sehingga menghasilkan keputusan buruk lalu merugi. Meski market 24 jam terbuka, itu tak berarti trader harus selalu trading tiap satu jam dalam sehari.

Sebagai informasi, kira-kira hanya ada waktu setengah hari saja market besar terbuka. Waktu ideal untuk trading yaitu saat market London buka, dan periode terbaik untuk trading yaitu saat market London dan New York bersilangan. Oleh banyak trader, waktu ini dianggap sebagai periode emas.

Garis besarnya, trading forex selama 24 jam terasa tak masuk akal dilihat dari segi mana saja. Sesi market akan sangat berguna untuk trader harian, trader scalping, trader swing, dan trader breakout. Tapi untuk trader positional, pertimbangan sesi market semacam ini tak akan relevan.

Apa yang terjadi saat libur?

Ini sangat menarik, tapi kata libur sebaiknya diganti dengan waktu libur lokal dan global. Jadi, saat ada hari libur lokal, market forex akan tetap jalan sebagaimana umumnya, trading tak akan berhenti. Ini karena market punya likuiditas untuk tiap pasangan mata uang, terkhusus untuk mata uang mayor.

Contohnya, mata uang ruble (Rusia) tak akan ditraksaksikan saat libur Natal Ortodoks, jadi tak ada likuiditas apapun saat market Rusia tutup sementara. Jadi hanya libur global saja yang bisa membuat aktivitas trading di manapun dihentikan. Meski demikian, bukan berarti secara global market akan berhenti total, hanya saja trading di waktu seperti ini tak memungkinkan.

Contoh libur skala global yaitu Natal. Meski hari Natal tak dirayakan di semua negara, tapi hari suci ini hampir dirayakan di semua negara yang punya market besar. Jadi, trading forex tak akan dilangsungkan saat periode ini karena pelakunya sedang menikmati libur Natal.

Lalu, kapan sebaiknya trading forex? Jawabannya sederhana, kapan saja asal dirasa layak. Misalnya, untuk trader harian dengan instrumen utamanya GBP/USD atau EUR/USD, waktu terbaik yaitu saat volatilitas sedang berada di puncak, yaitu saat market New York dan London saling terbuka.

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini