Moving average convergence divergence (MACD) termasuk indikator populer yang sering dipakai para trader dan analis trading. MACD menggunakan garis moving average untuk menggambarkan pola perubahan harga. Ada banyak cara untuk memanfaatkan MACD dalam kaitannya dengan trading.

Saat harga suatu aset bergerak sesuai arah prediksi dan garis indikator MACD bergerak ke arah lain, maka terjadi divergence. Ini merupakan sinyal peringatan harga bahwa terjadi pembalikan arah, meski sinyal ini kadang tak akurat dan seringnya menyesatkan.

Bentuk lain dari divergence yaitu saat harga menyentuh harga tertinggi terbaru atau terendah terbaru. Secara umum, ini memberi indikasi arah pergerakan harga kehilangan momentum dan cenderung akan terjadi pembalikan. Ini juga menghasilkan sinyal yang kurang tepat untuk trading.

Meski tak semua trader diharapkan bisa menghitung garis tren dari MACD, tapi dengan memahami cara kerja indikator MACD, trader akan dapat pengetahuan lebih cara mencari posisi bagus dan mampu menghindari sinyal palsu seperti saat harga berubah arah tapi MACD tak memberi sinyal peringatan.

Sumber: freestockcharts.com

Masalah terkait divergence setelah pergerakan tajam

Memonitor indikator teknikal MACD yang berkaitan price action akan memberi beberapa masalah yang bisa berimbas pada trader, terutama yang sangat bergantung pada MACD divergence. Suatu pola divergence di antara dua garis tren MACD akan selalu terjadi setelah pergerakan harga tajam, entah itu naik atau turun.

Untuk tahu apa harga bergerak tajam atau tidak, butuh pengamatan lebih luas tentang kondisi sekitar. Momentum pergerakan harga tak akan berlangsung lama, dan saat harga mulai hilang momentum, garis tren MACD akan menyimpang atau bercabang. Misalnya, MACD bergerak naik tapi harga sedang jatuh.

Setelah penguatan harga kembali naik, indikator MACD divergence sudah tak diperlukan lagi. Saat jatuh sementara harga bergerak naik terus atau bergerak sideways, MACD menunjukkan momentum berubah jadi lambat meski tak memberi indikasi akan terjadi pembalikan.

Dalam gambar di atas, EUR/USD sedang jatuh tapi menunjukkan MACD sedang naik. Anda akan berasumsi kalau MACD yang naik merupakan sinyal positif untuk trading sehingga mengambil short-trade, lalu Anda kehilangan profit tambahan. Atau mengambil long-trade meski price action menunjukkan penurunan tren yang signifikan dan tak ada pembalikan.

Ini bukan berarti divergence tak bisa menghasilkan sinyal pembalikan, hanya saja butuh pergerakan market besar supaya terlihat. Karena divergence selalu terjadi setelah pergerakan besar, dan karena pergerakan besar tak langsung berbalik arah, Anda mungkin berasumsi ini adalah divergence, maka pembalikan akan terjadi yang umumnya membuat Anda kalah.

Sumber: freestockcharts.com

Masalah terkait divergence dengan MACD tinggi rendah

Trader juga bisa membandingkan harga tertinggi sebelumnya di MACD dengan harga tertinggi terbaru, atau harga terendah sebelumnya dengan harga terendah sekarang. Semisal harga sekarang lebih tinggi dari harga sebelumnya, anda akan melihat MACD bergerak ke atas harga tertinggi sebelumnya.

Jika tidak, maka terjadi divergence atau ini merupakan sinyal peringatan akan terjadinya pembalikan. Sinyal ini bisa saja salah, seperti yang sudah didiskusikan di atas. MACD rendah dengan tingkat harga tinggi menunjukkan kalau harga tak punya kemampuan untuk bergerak naik, dan bukan indikasi akan adanya pembalikan.

Pergerakan harga tajam terjadi karena ada pergerakan besar dari MACD, lebih besar dari apapun yang menyebabkan harga bergerak melambat. Harga suatu aset bisa bergerak naik atau turun secara lambat untuk periode waktu lama. Jika ini terjadi setelah pergerakan tajam, maka MACD akan menunjukkan divergence lebih banyak daripada saat harga bergerak lambat.

Jika anda melihat MACD rendah naik, artinya harga akan langsung berbalik arah, peluang bernilai tinggi akan langsung hilang jika mengambil posisi long. Atau, Anda mungkin akan mengambil short saat tren naik menguat. Inilah salah satu kelemahan dari MACD, karena tak akan berjalan baik di situasi ini.

Gambar di atas menunjukkan adanya penurunan tren dikarenakan pergerakan ke arah bawah sangat tajam lalu melambat. Pergerakan harga tajam ini mengakibatkan penurunan lebih besar di MACD daripada pergerakan harga secara pelan. Ini akan menghasilkan divergence saat pergerakan harga selanjutnya tak tajam, meski tak menandakan akan terjadi pembalikan.

Jika menggunakan MACD divergence tiap waktu, maka harga kemungkinan akan selalu jatuh. Saat mengamati divergence, seluruh profit yang dihasilkan dari penurunan arah bisa saja hilang. Masalah lain yang sering muncul saat memakai divergence tipe ini yaitu sering tak menampilkan harga sebenarnya saat tren pembalikan terjadi.

Perlu sikap lebih teliti saat memakai indikator ini, karena MACD kadang menampilkan sinyal palsu (divergence muncul, tapi harga tak berbalik arah), tapi juga gagal memberi sinyal dari harga sebenarnya saat terjadi pembalikan (harga berbalik arah saat tak terjadi divergence).

MACD divergence hanya bagus untuk melihat pembalikan arah. Tapi tak akan terlalu akurat dan sering memberi sinyal palsu yang mengelabui anda. Akan lebih baik jika strategi trading yang diambil difokuskan ke price action, alih-alih hanya mengandalkan divergence.

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini