Satu kenyataan berat yang harus diimplementasikan dalam trading yaitu, bahwa semua trader berharap bisa mendapat profit konsisten. Tapi untuk bisa mencapai tahapan ini, trader harus bisa berpikir dan bertindak seperti trader-trader sebelumnya yang sukses lebih dulu.

Sederhananya, jika ingin sukses layaknya trader professional, trader pemula harus bisa mengikuti jejak perilakunya, mentalitas, sistem, dan prosesnya yang sudah dilewati trader pro. Mungkin terkesan relatif agak mudah, tapi ada banyak sebab kenapa tak semua trader bisa melakukannya.

Alasan kenapa banyak trader gagal mengikuti yaitu karena tak bisa konsisten mempraktikkan perilaku yang cenderung ‘membosankan’ dan ‘tak nyaman’. Diperlukan kemauan diri untuk berubah, terutama dalam pola pikir dan tindakan, jika ingin mengikuti jejak suksesnya.

Pola Pikir Trader Professional

#1. Menghargai peluang

Mau tahu cara instan untuk kehilangan uang dalam market? Cobalah trading dengan sikap putus asa. Atau jika ingin lebih cepat lagi, tambahkan sikap putus asa tersebut dengan hal konyol seperti tak usah membuat target atau tujuan apapun yang ingin dicapai.

Trading dengan sikap putus asa bisa dimaknai bahwa trader sedang dalam kondisi putus asa karena tak juga memperoleh profit secepat mungkin. Ironisnya, sikap seperti ini justru bisa menghalangi trader profit. Sebenarnya masih ada banyak pengertian lain dari trading putus asa.

Misalnya, saat membuka trading tapi tak mengatur target yang ingin dicapai, menaikkan position sizing melebihi dari apa yang bisa ditanggung, dan melenceng dari rencana trading. Itu semua bisa merujuk pada kondisi trading dengan sikap putus asa.

Satu kesamaan alasan, semua perilaku negatif tersebut muncul karena keinginan kuat segera mendapat profit. Trader harus menghentikan sikap tersebut jika ingin berpikir layaknya trader professional. Mereka tak pernah putus asa untuk mencari profit, bukan karena sudah kaya.

Trader professional justru melihat peluang tak terbatas dalam market sehingga tak akan buru-buru mengambil semua peluang yang muncul. Professional justru mau bersabar hingga peluang setup yang berkualitas benar-benar muncul sehingga risiko bisa diminimalkan.

#2. Menghargai performa sendiri

Satu perbedaan besar antara trader sukses dan trader payah, bahwa trader sukses lebih menghargai performa alih-alih menghargai uang (profit). Saat trader lebih menghargai performa trading dalam market, trader akan lebih fokus untuk memperbaiki hal-hal benar.

Ini seperti mengembangkan kebiasaan trading yang layak guna menjaga performa tetap positif. Tapi jika lebih menghargai uang, trader dengan mudah bisa melupakan semua hal yang harusnya dilakukan untuk meningkatkan performa, yang secara tak langsung akan memberi profit.

Faktor seperti rencana trading, lebih disiplin, jangan trading berlebihan, jangan mengambil risiko terlalu besar, menahan trading terlalu lama, dan menempatkan stop-loss terlalu jauh, semua bisa terjadi dengan mudah pada trader yang lebih mementingkan mencari profit.

Dalam hal ini, trader lebih memilih menghargai apa yang bisa dilihat (uang dalam saldo naik misalnya). Sangat sulit untuk menghargai performa trading, proses, dan kebiasaan baik karena tak langsung terlihat. Satu saran, mencoba membuat profit cepat justru membuat cepat kehilangan uang.

#3. Menghargai kemampuan diri sendiri

Meragukan diri tak akan membantu dalam hal apapun. Tapi dari waktu ke waktu banyak trader yang tak juga segera masuk trading saat sinyal sudah ada di depan mata karena merasa takut dengan berbagai alasan. Sebenarnya, trader hanya ragu dan tak merasa percaya diri denga kemampuannya.

Penyebabnya bukan hanya ada pada ketidak-tahuan tentang target yang ingin dicapai, tapi lebih sering karena terlalu banyak berpikir. Satu hal yang harus dimiliki segera oleh trader yaitu lebih sedikit berpikir dan banyak bertindak dengan lebih percaya pada kemampuan diri.

Seperti dalam kehidupan dan bisnis lain, rasa percaya diri ada di titik paling atas dalam melakukan apapun. Trading tak ada bedanya. Untuk bisa menghasilkan uang dari trading, trader harus percaya pada kemampuan. Ketakutan dan ketidak-pastian harus bisa dihilangkan dalam hal ini.

Ada sejumlah hal yang bisa dilakukan trader untuk meningkatkan rasa percaya diri. Pertama dan paling penting yaitu mau mempelajari market forex, lalu mengembangkan strategi yang ideal, kemudian dilatih dan diuji coba di akun demo sampai benar-benar yakin.

Cara Bertindak Trader Professional

Mengetahui cara trader pro berpikir hanya baru setengah jalan, setengah lagi yaitu bagaiamana cara trader pro beraksi dalam market. Seperti yang sudah banyak dipahami, mengetahui sesuatu adalah satu hal, dan menjalankan sesuatu adalah hal lain yang sangat terkait.

#1. Trading lebih sedikit

Ada kecenderungan kalau trader professional lebih memilih membuka trading di sepertiga akhir dari sesi trading harian, intinya di sesi kedua saat market terbuka. Ada alasan kuat di balik pemilihan waktu ini, dan kebanyakan tak disadari oleh trader pemula.

Logikanya, tak banyak peluang dengan probabilitas tinggi di market di tiap saat yang bisa membuat trader harian benar-benar sukses. Meski begitu, trading harian tetap menjadi semacam katalisator yang mampu menarik trader baru terus berdatangan ke market.

Tapi trading harian juga ‘memaksa’ trader agar trading lebih banyak, mengambil risiko lebih besar, dan melakukan segala sesuatu menjadi salah. Trading di siang bolong menyediakan banyak godaan lewat banyak peluang yang muncul dalam market meski kurang ideal.

Trader seolah tak ada batasan waktu saat ingin membuka trading lagi dan lagi. Trader pro lebih memilih di sesi kedua karena berbagai hal. Misalnya sesi pertama dimanfaatkan untuk mengamati sedang sesi dua digunakan untuk trading. Sesi kedua waktunya hanya sebentar, dan ini yang dimanfaatkan trader pro sebagai batasan waktu trading supaya tak berlebihan.

#2. Mengontrol risiko secara seksama

Mengontrol position sizing merupakan rangkuman kunci sukses trading. Jika position sizing yang diambil sesuai, pikiran trader tak akan terbebani sehingga mindset trading berada di posisi tepat. Lebih lanjut, mengontol dan mengelola position sizing juga termasuk aplikasi dari menghargai peluang.

Menjaga position sizing tetap berada dalam jangkauan menandakan trader tetap tenang, dan itu berarti menjelaskan tentang sikap percaya diri. Apapun hasil yang akan diterima, trader tak akan mencoba membuat profit cepat karena tidak dalam posisi putus asa.

Trader seharusnya lebih fokus untuk melindungi modal lebih dulu, alih-alih mencoba mencari profit cepat. Karena jika fokus menjadi trader yang lebih ‘bertahan’, semua akan cenderung berjalan lebih sesuai arah. Sederhananya, lindungi yang jadi milik sendiri, bukan yang sedang dicari.

Sebenanya, trader hanya melakukan apa yang menjadi refleksi keseharian, apakah itu pikiran positif atau negatif. Bagaimanapun juga, sukses trading dimulai dari kepala, dalam otak. Mungkin ini terdengar klise, tapi apa yang dipikirkan biasanya cenderung menjadi kenyataan.

Jadi, berhati-hati dalam memilih fokus trading. Tanyakan pada diri sendiri, apakah trading dibuka karena harapan untuk meraih profit cepat, atau karena ingin mencari konsistensi performa? Dua pertanyaan dasar ini selanjutnya bisa membawa trader ke dimensi lain dalam trading, sukses atau tidak.

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini