Besaran nilai spread selalu didasarkan pada harga jual dan beli suatu mata uang, sementara biaya trading didasarkan pada nilai spread dan ukuran lot yang diambil. Spread dalam forex tergolong sebagai biaya variabel dan secara otomatis sudah dihitung oleh platform trading.

Sangat penting bagi trader untuk lebih memahami tentang spread karena merupakan semacam alat pembayaran utama saat trading. Trader juga wajib paham bagaimana cara kerja spread dan cara menghitung biaya demi memaksimalkan potensi profit yang bisa didapat.

Spread Dalam Trading Forex

Tiap market finansial punya pengertian sendiri terkait istilah spread, sama halnya dengan forex. Suatu spread sederhananya didefinisikan sebagai perbedaan harga saat trader membeli lalu menjual suatu aset. Untuk trader ekuitas seringnya menyebut dengan spread bid/ask.

Gambar di bawah ini menunjukkan perhitungan spread pada mata uang EUR/USD. Pertama, bisa dilihat bahwa harga beli yaitu 1.13398 lalu dikurangi harga jual sebesar 1.3404. Nilai yang tersisa dari hasil proses pengurangan dalam contoh ini yaitu .00006.

Trader harus selalu ingat bahwa nilai pip kemudian diterapkan ke pasangan mata uang EUR/USD dengan menghilangkan empat digit angka setelah titik desimal, sehingga membuat perhitungan hasil akhir menjadi 0.6 pip. Setelah tahu cara menghitung spread dalam pip, bagaimana dengan biaya sebenarnya?

Menghitung Spread dan Biaya
Sumber: google.com

Menghitung Spread dan Biaya

Sebelum menghitung biaya dari suatu spread, selalu ingat bahwa spread hanyalah harga ask dikurangi harga bid dari suatu mata uang. Jika merujuk pada contoh di atas, hitungannya menjadi 1.3404-1.13398 = 0.00006. Dengan menghilangkan empat angka setelah titik desimal, hitungannya menjadi 0.6 pip.

Menggunakan hasil perhitungan ini, bisa diketahui kalau trader bisa membeli EUR/USD di 1.3404 lalu menutup transaksi di harga jual 1.13398. Dengan demikian, semakin cepat trader membuka posisi, trader setidaknya dikenai biaya spread sebesar 0.6 pip.

Untuk menemukan total biaya spread, sekarang trader harus mengalikan nilai ini dengan biaya pip dengan menimbang jumlah total lot. Jika trading dengan satu lot EUR/USD senilai USD 10 ribu, trader akan dikenai total biaya 0.00006 (atau 0.6 pip) x 10,000 = USD 0.6.

Semisal trader membuka posisi dengan standar lot (100 ribu unit mata uang), biaya spread akan menjadi 0.00006 x 100,000 = USD 6. Sebagai catatan, jika akun yang digunakan menggunakan pecahan mata uang lain (GBP misalnya), trader harus mengkonversi lebih dulu ke dolar Amerika.

Spread Tinggi dan Spread Rendah

Harus dipahami bahwa spread dalam forex selalu berubah tiap saat, bisa spread tinggi dan spread rendah. Situasi ini terjadi karena pergerakan spread dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti volatilitas atau likuiditas market. Itu sebabnya, perhitungan spread kerap masuk dalam analisa teknikal.

Trader akan tahu bahwa beberapa mata uang, termasuk mata uang yang mengalami kenaikan dalam market, memiliki spread lebih besar dibanding mata uang mayor. Alasannya, mata uang mayor kerap ditransaksikan dengan volume tinggi dibanding mata uang yang mengalami kenaikan.

Volume trading yang tinggi selanjutnya cenderung memicu spread menjadi rendah di bawah kondisi normal. Menjadi pengetahuan umum bahwa likuiditas bisa saja turun dan spread bisa meluas karena terpicu oleh event ekonomi dalam sela-sela waktu trading.

Spread tinggi bisa diartikan bahwa ada perbedaan besar antara harga ask dan bid. Pasangan mata uang yang sedang naik dalam market secara umum punya spread tinggi dibanding mata uang mayor. Spread di atas normal secara umum mengindikasikan dua hal, yaitu volatilitas tinggi dalam market atau likuiditas rendah karena di luar jam trading.

Sebelum rilis berita atau saat ada event besar (sperti Brexit atau pemilu), spread bisa meluas secara masif. Di sisi lain, spread rendah terjadi karena ada perbedaan kecil antara harga ask dan bid. Sangat disarankan untuk membuka trading di market besar saat spread sedang rendah. Spread rendah mengindikasikan bahwa volatilitas sedang rendah dan likuiditas sedang tinggi.

Mengamati Perubahan Dalam Spread

Berita ekonomi bisa menyebabkan ketidak-pastian dalam market. Rilis berita pada kalender ekonomi bisa terjadi secara sporadis dan bergantung pada ekspektasi apakah terpenuhi atau tidak, tetap mampu menyebabkan harga mengalami fluktuasi secara ketat.

Layaknya trader individual, likuiditas tinggi memicu ketidak-jelasan, terutama saat berita baru rilis. Karena kondisi ini, trader akan mencari cara lain untuk menjauhkan risiko dengan memperlebar spread. Tapi jika kurang hati-hati, spread terlalu besar bisa menyebabkan margin call.

Semisal trader menahan posisi dan spread melebar secara drastis, trader bisa saja dikeluarkan dari posisi trading, atau dalam istilah lain sering disebut margin call. Satu-satunya cara untuk melindungi diri saat spread melebar yaitu dengan membatasi jumlah leverage yang dipakai dalam akun.

Kadang juga sangat menguntungkan dengan menahan trading saat spread melebar karena bisa saja spread tiba-tiba kembali normal. Dalam situasi seperti ini, diperlukan teknik trading yang memanfaatkan spread supaya terhindar dari kemungkinan spread yang naik tajam.

Hati-Hati Dengan Spread yang Melebar

Trader harus selalu waspada pada spread karena merupakan biaya pembayaran utama saat trading forex. Karenanya, spread yang melebar akan memicu pada membengkaknya biaya trading, yang pada hasil akhirnya bisa mengurangi jumlah profit dari suatu trading.

Volatilitas dan likuiditas suatu mata uang berpadu dengan leverage yang salah bisa memberi sinyal berakhirnya aktivitas trading, bahkan karir trader. Selalu diingat bahwa leverage tinggi membutuhkan spread biaya tinggi yang diambil ekuitas akun, sehingga jauh lebih menguntungkan jika memakai leverage kecil atau tidak sama sekali.

Trader pemula sudah sewajarnya kuatir tentang spread. Semisal trader punya akun dalam jumlah kecil tapi mengambil posisi trading yang cukup besar, spread bisa saja melebar dan trader mungkin saja akan menerima margin call sehingga posisi trading akan ditutup sepihak oleh broker.

Sebenarnya ada beberapa teknik atau metode yang bisa digunakan untuk mengakali spread besar. Misalnya, trader harus terbuka pada semua faktor yang berpengaruh pada ukuran spread, atau dengan memilih mata uang yang punya likuiditas tinggi, juga membuka trading pada jam tertentu.

Untuk mencegah biaya besar yang ditimbulkan spread yang melebar, trader harus waspada pada tingkat likuiditas, volatilitas, dan event ekonomi. Secara umum, spread akan kembali ke titik awal dalam beberapa menit seperti sedia kala, sehingga sangat disarankan agar trader lebih sabar.

Yang juga banyak diadopsi trader untuk mengakali spread tinggi yaitu dengan memilih pasangan mata uang yang punya likuiditas tinggi. Dalam situasi normal, mata uang dengan likuiditas tinggi punya spread rendah sehingga tak banyak memakan biaya transaksi.

Saat sesi market mayor berlangsung, nilai spread ada dalam kisaran normal, bahkan kadang ada dalam titik paling rendah karena volume trading tinggi. Sebab itu, pemilihan waktu trading juga pengaruh ke besaran spread, dan memilih waktu bisa dimasukkan sebagai salah satu faktor pertimbangan saat menyusun strategi.

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini