Satu hal utama yang harus selalu dipahami trader forex yaitu bahwa cepat atau lambat kekalahan akan datang. Harap ditanamkan dalam pikiran kalau kalah trading merupakan bagian pasti dari bisnis forex. Meski demikian, kalah trading bisa membuat trader jatuh secara mental.

Saat mental sudah jatuh, seolah ada perasaan tak terima dengan kekalahan sehingga akan membekas dalam otak. Jika trader sudah sampai dalam tahap ini, agak sulit untuk segera pulih secara mental. Terlebih jika pasca kalah trading, trader tak mendapat treatment yang tepat.

#1. Respon Cepat

Tiap trader tentu ingin mendapat profit maksimal dan risiko minimal, tapi forex merupakan market yang sulit ditebak dan trader bisa saja kalah. Trader pemula pasti langsung ciut nyali, tapi trader veteran paham bahwa situasi ini hanya sementara dan bisa diatasi dengan beberapa langkah.

Bagaimanapun juga, forex merupakan market dengan pergerakan cepat dan sangat dinamis. Hanya dalam beberapa detik saja, harga bisa bergerak mendekat ke level support lalu berpindah ke resistance. Kemudian tak jarang juga terjadi breakout sembari muncul pola lain.

Karena market forex bergerak cepat, trader sangat dituntut untuk memberi respon cepat terhadap situasi terbaru yang ada di market. Respon lambat, baik dalam berpikir atau bertindak, bisa membuat trader melewatkan peluang, atau yang lebih buruk bisa menyebabkan kalah trading.

Satu atribut utama yang harus dipunyai trader yaitu jangan panik, selalu tenang meski market bergerak tak sesuai arah. Kalah trading dalam jumlah besar bukan berarti kehilangan segalanya, tak juga berarti karir dalam dunia trading akan segera berakhir.

Satu kunci bangkit dari situasi semacam ini yaitu dengan mencoba lagi dan meminimalkan risiko kalah. Trader tak seharusnya membuang uang lebih banyak dengan trading lagi demi mengembalikan modal yang hilang. Meski demikian, respon cepat hendaknya diimbangi dengan pemikiran cepat.

#2. Belajar Dari Kesalahan

Berada dalam periode kemenangan seringnya membuat trader lupa diri, dalam arti lupa mengambil evaluasi, belajar, juga riset. Begitu kekalahan menerpa, trader baru paham betapa pentingnya mengambil pelajaran dari tiap proses trading yang sudah dilakukan.

Paling tidak ada dua alasan besar kenapa kekalahan terjadi, terlebih setelah periode menang berkepanjangan. Satu di antaranya yaitu karena kalah secara emosi. Perasaan ini muncul karena trader menjadi lebih emosional saat mengambil keputusan penting dalam trading.

Bisa juga karena trader terlalu banyak membuka trading, atau terlalu percaya diri dengan kemampuan yang dipunyai. Ada juga kalah secara normal. Situasi ini bisa dilihat dari statistik juga data yang digunakan yang mana trader kemungkinan besar salah mengkalkulasi.

Dalam kondisi ini, trader mungkin tak akan mendapat satu kemenangan sama sekali, dan umumnya persoalan ini lebih terkait pada hitung-hitungan matematis. Bahkan jika trader sudah melakukan hal benar saat mengeksekusi rencana, tetap saja ada kemungkinan kalah trading.

Selalu ada sesuatu yang baru yang bisa dipelajari dari forex, karena dunia trading begitu luas. Selalu terbuka pada kesalahan lalu ambil sebagai bahan pelajaran, karena sejatinya market forex selalu dipenuhi dengan kesalahan dan tak ada trader yang bisa lepas dari salah.

#3. Menerima Kekalahan

Satu perasaan yang membuat trader semakin terpuruk dan sulit untuk bangkit kembali yaitu ketidak-mampuan menerima kekalahan. Masalahnya, kebanyakan trader tak membekali dengan persiapan mental semacam ini, yaitu kemampuan menerima kekalahan saat trading tak berpihak.

Sebaliknya, trader justru makin bernafsu membuka trading demi menebus modal yang hilang dalam market. Hasilnya malah bukan memperbaiki catatan akun, melainkan semakin memperburuk. Seharusnya, inilah titik di mana trader harus berdamai dengan kekalahan.

Dengan begitu, trader diharapkan mampu menilai dengan logis seberapa besar kekalahan berdampak pada kondisi akun secara khusus, dan kondisi finansial secara umum. Lewat penilaian semacam ini trader nantinya bisa lebih cepat pulih meski kalah trading dalam jumlah besar.

Bangkit setelah kalah besar memang sulit, tapi tetap mungkin. Kondisi ini tak ubahnya semacam peringatan bahwa ini merupakan waktu yang tepat menerima kekalahan, dan bahwa trader sendiri yang sepenuhnya bertanggung-jawab atas keputusan akhir yang diambil sehingga kalah trading.

Trader harus paham bahwa keputusan tersebut merupakan hasil dari pemikiran dan tindakannya sendiri. Dengan kata lain, kekalahan yang diterima adalah buah dari pengetahuan yang kurang, atau kurang siap menghadapi situasi dalam market yang selalu bergerak dinamis.

#4. Kembali ke Titik Awal

Satu hal terbaik untuk memulihkan diri yaitu dengan introspeksi diri. Dalam arti yang lebih spesifik, ini berarti merujuk pada kondisi untuk kembali ke titik awal di mana semua dimulai, yaitu dengan mengingat kembali masa-masa awal memulai trading forex.

Ada semacam ketenangan jiwa begitu mengingat titik awal saat memulai trading forex, terutama jika bernostalgia dengan kemenangan yang pernah didapat. Kekalahan merupakan bagian lain dari forex yang wajar dialami oleh trader forex manapun, bahkan untuk profesional.

Setelah mau tanggung jawab atas kekalahan yang didapat, sekarang waktunya kembali ke permainan. Trader baru mungkin akan sungkan untuk mengambil risiko, jadi sebaiknya mulai trading lagi dengan perlahan untuk mendapatkan ritme trading baru yang lebih baik.

Ini bisa diawali dengan mulai menggunakan akun demo sebelum berlanjut dengan akun trading. Perlu ada semacam penyesuaian lagi dengan kondisi market setelah sempat terpuruk, dan akun demo merupakan cara terbaik untuk membiasakan diri dengan suasana trading.

Semisal sudah mulai mendapat rasa nyaman dengan suasana trading dengan akun demo, trading hendaknya diawali dengan modal kecil lebih dulu. Jika proses ini berjalan lancar tanpa ada kendala apapun, secara bertahap lanjutkan trading hingga ke tahap yang lebih tinggi.

#5. Berinvestasi ke Masa Depan

Saat aktivitas trading sudah berjalan normal lagi, berarti saatnya mulai berpikir ke depan. Dalam kata lain, berinvestasi jangka panjang untuk masa depan. Ini bisa diawali dengan menambah pengetahuan, meningkatkan penguasaan materi, juga sederet hal lain yang sekiranya dibutuhkan.

Menambah pengetahuan nantinya akan bermuara pada tumbuhnya kemampuan trading, secara khusus dalam aspek perencanaan strategi trading. Dengan demikian, trader jadi lebih paham semisal strategi yang dipilih berjalan baik atau tidak, tergantung situasi yang berkembang.

Trader pro tentu sudah menemukan cara sendiri untuk berdamai dengan kekalahan, tapi akan berbeda ceritanya untuk trader pemula. Untuk trader baru yang baru menderita kalah besar, kuncinya yaitu menambah pengetahuan dan punya kemauan untuk menghadapi perbedaan.

Dengan metode belajar yang sesuasi disertai materi yang tepat guna, ada peluang besar trading yang di masa lalu selalu berakhir kalah bisa berubah menjadi lebih baik di masa depan. Trader sebaiknya harus mengambil jeda sembari menambah kemampuan dengan berpikir jauh ke masa depan.

Sebaik-baiknya trader yaitu mereka yang mau berpikir jauh ke masa depan, tentunya disertai dengan persiapan yang memadai. Sekali lagi, trading forex bukan pekerjaan mudah dan dibutuhkan keseriusan tingkat tinggi sebelum benar-benar mulai trading setelah kalah trading.

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini