Ada satu pertanyaan yang paling mengemuka, strategi trading forex jangka panjang seperti apa yang dianggap terbaik? Tergantung. Beberapa trader membuka trading beberapa kali tiap minggu, yang lain membuka trading tiap hari. Tapi satu gaya trading yang dicari yaitu trading jangka panjang.

Bagaimapun juga, sistem trading jangka panjang bisa memberi profit tinggi jika, misalnya, dibandingkan sistem trading jangka pendek. Hanya sekali membuka posisi dalam jangka panjang, profit yang didapat bisa sedemikian besar. Dalam kata lain, trading lebih berkualitas.

Misalnya saja, ada kemungkinan platform trading error sehingga bisa merusak posisi trading jangka pendek, seperti scalping, sehingga bisa menyebabkan kalah trading dalam jumlah signifikan. Kondisi ini tak akan terjadi jika memakai strategi trading forex jangka panjang.

#1. Trading Tren

Tak ada kemungkinan lain yang lebih penting saat menghasilkan uang baik untuk trading jangka pendek dan jangka panjang selain trading searah tren yang berlangsung dalam market. Lupakan tentang kesalahan yang biasa terjadi saat mencoba memprediksi tinggi rendah harga.

Karena bagaimanapun juga, hal seperti ini sangat sulit untuk diprediksi, tapi titik tertinggi atau terendah baru bisa menjadi permulaan tren. Saat melihat, bukan memprediksi, titik tertinggi atau terendah baru (pergerakan yang mengakhiri poin resistance lama setidaknya setinggi 3 pip), akan sangat mungkin terjadi tren baru pada market.

Di momen seperti inilah trader harus beraksi. Mayoritas trader yang mencoba menebak tinggi rendah akan menunggu harga turun kembali ke bawah atau ke atas melebihi lever resistance, lalu tiba-tiba semuanya menjadi telat. Trader dalam hal ini gagal memahami tren.

Trader berarti sudah kehilangan untuk menghasilkan profit dengan potensi luar biasa, dan kian berat karena mereka seringnya mendapat kekalahan signifikan dari kondisi ini. Lebih baik ambil waktu sejenak untuk bejalar melihat tren demi masa depan yang lebih baik.

Trading jangka panjang akan terjadi saat trader menahan posisi lebih lama dalam market, biasanya lebih dari sehari dan bisa berlangsung hingga bulanan. Tak seperti trading jangka pendek, trading jangka panjang butuh analisa teknikal dan fundamental guna menghasilkan sesuatu.

Trading tren barangkali termasuk satu jenis strategi yang banyak dipakai trader jangka panjang yang biasanya fokus pada tren harga. Mengikuti arah pergerakan tren bisa memberi keuntungan sendiri untuk trader jika dipadu dengan aturan ketat dan disiplin tinggi.

#2. Trading Swing

Trading swing sepertinya menjadi metode terbaik untuk trader pemula. Ini karena metode trading swing tak memerlukan pengalaman tinggi atau disiplin super tinggi dari trader layaknya saat memakai strategi trading forex tanpa indikator. Jadi, trader pemula sebaiknya fokus pada metode ini.

Trading swing hanya fokus pada spike harga yang terjadi di market, entah mengarah ke atas atau ke bawah. Dari sini trader lalu menentukan area spesifik dari support dan resistance dan mencari perubahan momentum sebelum masuk dengan sinyal trading jangka panjang.

Pada praktiknya, swing trading harus menaham posisi dalam market dari 2 sampai 7 hari. Jika mau jujur, trading swing bisa bekerja karena ‘kebodohan’ partisipan market yang lain. Spike harga besar yang terjadi di market seringnya disebabkan sikap emosional, dan itu terjadi pada banyak trader.

Sebagai hasilnya, ada lonjakan harga signifikan dalam periode singkat di market meski pada akhirnya akan kembali ke titik normal seperti sebelumnya. Trading swing mencari kondisi tersebut di area support dan resistance lalu membuka trading saat momen ini terjadi.

Analisa ini merupakan bagian strategi trading untuk menghasilkan uang dari trading forex jangka panjang. Trading swing akan bergantung pada tren market dan analisa teknikal untuk menentukan poin keluar masuk market dan mampu memberi profit dalam periode lebih pendek dibanding strategi lain.

Tapi trading swing tak hanya mengharuskan trader untuk selalu memantau market tiap waktu, dan trader purna waktu paling bisa memetik keuntungan dari strategi ini. Strategi swing bisa mencegah kekalahan besar dan lebih ramah risiko dibanding strategi lain.

#3. Konfirmasi

Sebenarnya ini merupakan dari strategi tren, hanya saja lebih spesifik, dan itu sebabnya dijadikan metode trading tersendiri. Konfirmasi yang dimaksud yaitu mengkonfirmasi breakout (saat permulaan tren baru terbentuk) sehingga terhindar dari breakout palsu.

Dalam market yang dinamis, breakout palsu sering muncul dan terjadi saat tren baru gagal terbentuk. Konfirmasi melibatkan penggunaan sejumlah indikator momentum untuk menganalisa apakah tren sebelumnya benar-benar sudah terbentuk atau belum.

Dua jenis indikator paling penting untuk digunakan yaitu RSI dan stochastic, yang sekaligus membuat indikator tersebut sangat populer di kalangan trader. Kemampuannya dalam mengkonfirmasi tren tak perlu diragukan, tinggal sesuaikan dengan gaya trading yang dimiliki.

Analisa fundamental bisa membantu trader mendapat profit signifikan, tapi jika pun tidak, trader masih bisa memakai analisa teknikal untuk mencari entry dan exit point dari chart. Seperti yang sudah disebut, konfirmasi merupakan bagian dari strategi tren, meskipun dapat berdiri sendiri sebagai suatu metode.

Pada praktinya, konfirmasi bisa melibatkan indikator tambahan untuk mengkonfirmasi tren atau breakout yang dihasilkan dari indikator awal. Misalnya, trader bisa memakai indikator momentum untuk menganalisa tren yang akan terjadi selanjutnya.

Dua indikator yang sudah disebut, RSI dan stochastic, kadang memberi sinyal berbeda yang biasa disebut divergence. Kondisi divergence berarti mengisyaratkan akan terjadinya perubahan arah harga yang tiba-tiba yang bisa memberi trader peluang profit besar.

#4. Positional Trading

Menyusun strategi trading forex jangka panjang melibatkan banyak kerja keras yang sekaligus bisa menghabiskan banyak waktu. Tak berbeda jika memakai pendekatan dengan positional trading, yang mana trader harus memantau chart mingguan atau bulanan sebagai dasar analisa market.

Tapi positional trading sebenarnya masih lebih hemat waktu karena trader hanya perlu membuka posisi dalam market yang akan berjalan dibanding strategi lain. Trader positional bisa membuka trading dari jangka waktu bulanan sampai tahunan dengan frekuensi sangat jarang.

Dalam periode satu tahun misalnya, trader positional hanya membuka 1-3 trading saja, tapi dengan maksud mencari profit luar biasa besar. Karena trading berlangsung dalam periode lama, trader positional biasanya mengacuhkan pergerakan harga jangka pendek dan pembalikan harga.

Walau demikian, positional trading tetap dianggap sebagai strategi trading forex jangka panjang terbaik oleh kebanyakan trader jangka panjang. Sangat jauh berbeda dengan trading swing yang hanya berjalan hitungan hari saja, dan perlu analisa fundamental yang mendalam.

Sebagai informasi, empat jenis strategi trading forex jangka panjang di atas merupakan pendekatan paling populer yang dipakai trader jangka panjang dengan berbagai tingkat pengalaman. Tapi seperti yang sudah sama-sama diketahui, pemahaman akan strategi menjadi dasar penting.

Tapi tentu saja, semua strategi trading forex jangka panjang tersebut tak akan berhasil jika tak diimbangi dengan manajemen keuangan yang super ketat. Sebaiknya, tetap berpegang pada satu strategi saja, dan jangan terpancing emosi saat menderita kalah.

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini