Support dan resistance merupakan bagian penting dalam market finansial. Pelaku market mengartikan ini sebagai permintaan dan penawaran, atau saat di mana bull dan bear terjadi. Ada banyak metode untuk mengetahui tingkat support dan resistance yang nantinya berguna untuk membaca chart.

Sebagai bagian dari analisa teknikal, support dan resistance akan membantu saat menyusun strategi trading. Market forex memiliki ritme sendiri, sehingga support dan resistance sangat dibutuhkan untuk mengidentifikasi pergerakan harga mata uang hingga layak trading.

#1. Support dan Resistance Dengan Fibonacci

Fibonacci merupakan deretan angka yang terbentuk dari hasil penambahan dua nomor sebelumnya, misalnya 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, dan seterusnya. Deretan Fibonacci digunakan untuk mengindikasikan target dan entry point saat market mengalami tren.

Fibonacci akan menunjukkan sinyal poin pembalikan saat trader melihat kenaikan kembali dalam tren. Saat tren menurun, terapkan Fibonacci dari atas ke bawah, atau dari kiri ke kanan. Poin A merupakan swing atas, titik B merupakan swing rendah, dan titik C merupakan titik di mana poin naik kemungkinan berakhir, dan tren baru berpeluang terbentuk yang bisa saja menjadi entry point.

Support dan Resistance Dengan Fibonacci
Sumber: market.com

Fibonacci menyediakan potensi profit tinggi jika titik awal dari pergerakan terakhir sudah di uji coba lebih dulu, dan harga terus bergerak sesuai arah trading. Dalam Fibonacci, performa harga masa lalu tak akan dimasukkan sebagai variabel yang digunakan untuk memprediksi harga.

#2. Wolfe Wave

Wolfe wave merupakan pola trading yang cara kerjanya hampir serupa dengan Elliot wave. Perbedaan Pola Wolfe wave, yang dikembangkan oleh Bill Wolfe, hanya terletak pada teknik charting. Wolfe wave bisa terjadi pada time frame kapan saja, dan digunakan untuk memprediksi ke mana harga mengarah.

Jika digunakan secara cermat, wolfe wave mampu memprediksi pergerakan harga secara akurat dan mengantisipasi pembalikan harga yang dapat menyebabkan lonjakan harga. Formasi Wolfe wave terdiri dari lima gelombang dan punya dua tipe berbeda, yaitu strict wave dan modified wave.

Wolfe Wave
Sumber: smallbusiness.com

Setelah wolfe wave sudah teridentifikasi, tempatkan order limit pada entry point di area dekat garis diagonal resistance dari pola harga yang muncul. Secara umum, trading harus diambil saat harga mendekat ke atas garis tren yang dibuat oleh gelombang 1 dan 3.

Order stop-loss ditempatkan pada pola titik atas/bawah dari gelombang terakhir. Titik ke lima merupakan profit target, dan diharapkan mampu menyentuh target profit dengan mempertemukan poin 1 yang memotong poin 4.

#3. Camarilla Pivot

Secara fungsi, camarilla pivor berguna untuk melihat tren dan range. Trader bisa dengan mudah mengidentifikasi kondisi market hanya dengan melihat indikator camarilla dalam beberapa detik saja. Sederhananya, camarilla pivot menunjukkan tingkat support dan resistance secara otomatis.

Dalam camarilla pivot, harga akan mengalami tren jika berada di luar zona H3 dan L3. Ini berarti, harga harus di atas H3 saat terjadi tren naik, atau di bawah L3 untuk tren turun. Harga dalam keadaan range jika berada dalam zona H3 dan L3.

Camarilla Pivot
Sumber: fxtrading.com

Short dengan trading breakout jika harga sudah bergerak di bawah L3 sebelum trading diambil. Stop-loss di tempatkan di atas H3 atau H4 untuk short trade. Jika ingin menggunakan bounce trade, pastikan harga menolak H3 sebelum masuk trading, lalu stop-loss ada di atas H4.

Camarilla Pivot
Sumber: fxtrading.com

Long dengan trading breakout jika harga bergerak di atas H3 sebelum trading dimulai. Order stop lalu ditempatkan di bawah L3 dan L4 untuk trading long. Jika ingin memakai strategi bounce trade, pastikan harga memantul dari L3 sebelum memulai trading. Tempatkan stop-loss di bawah L4.

#4. Murrey Math Line (MML)

Menurut teori Gann, harga bergerak dalam bentuk nada oktaf dan direpresentasikan dengan 1/8 yang merupakan titik support dan resistance. Jika tiap nada oktaf dipadukan dengan price action, tiap garis dari Murrey math line akan menghasilkan karakteristik sendiri.

  • Garis 8/8 dan 0/8: menunjukkan tingkat support dan resistance yang presisi. Harga kemungkinan menolak garis ini di uji coba pertama dan sulit melakukan penetrasi).
  • Garis 7/8: dicirikan harga lemah dan mudah berbalik arah. Garis ini merupakan titik terlemah dari resistance, dan jika harga naik cepat lalu berhenti, maka akan terjadi pembalikan cepat.
  • Garis 6/8 dan 2/8: merupakan pivot pembalikan. Dua garis Murrey ini hanya beda sedikit dengan garis 4/8 dalam hal kemampuannya untuk membalikkan harga ke arah berlawanan.
  • Garis 5/8: merupakan puncak dari trading range. Harga umumnya menghabiskan 40% waktunya di antara garis 5/8 dan 3/8. Jika harga bergerak ke atas garis 5/8 dan menetap untuk beberapa saat, market akan berada dalam posisi bagus untuk menjual.
  • Garis 4/8: kebanyakan support dan resistance terjadi di area ini. Garis ini menyediakan jumlah support dan resistance tinggi, juga menunjukkan support saat harga ada di atas dan resistance saat harga ada di bawah garis.
  • Garis 3/8: merupakan range paling rendah. Jika harga ada di bawah garis ini dan bergerak ke atas, maka garis ini akan berperan sebagai resistance. Jika harga bergerak ke atas dan diam untuk beberapa saat, akan ada tendensi harga akan menetap.
  • Garis 1/8: ditandai support dan resistance paling lemah. Jika harga turun cepat dari level ini dan diam, maka akan terjadi pembalikan secara cepat. Tapi jika harga tak berhenti dari garis ini, ada peluang turun hingga garis 0/8.

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini