Semua trader pasti paham bahwa pergerakan market forex dipengaruhi beragam faktor yang memicu perubahan harga. Salah satu faktor yang dianggap penting yaitu berita forex atau kalender forex. Bahkan profit tidaknya suatu trading kerap dipengaruhi efek berita tersebut.

Karena tingkat kepentingannya yang begitu tinggi, trader bisa memanfaatkan berita forex untuk trading. Berita semacam ini bisa diperoleh secara online, cukup ketik kalender forex di mesin pencari. Mengetahui event ekonomi apa saja yang akan berlangsung bisa memberi benefit bagi trader.

Meski demikian, memantau berita saja tak cukup jika tak diimbangi dengan strategi trading profit berita forex yang solid untuk mengambil benefit yang ditawarkan saat berita dirilis. Salah-salah trader justru terjebak dengan kondisi market yang riuh karena efek berita ekonomi.

#1. Position Trading

Seperti namanya, position trading berarti trader harus siap ada di posisi yang bagus sebelum berita dirilis. Dalam hal ini, trader harus bisa menyingkirkan semua stress dan ketakutan yang mungkin muncul saat pengumuman dikeluarkan sehingga terhindar dari kemungkinan salah ambil keputusan.

Meski terlihat punya risiko tinggi, tapi strategi ini sebenarnya sangat aman karena trader tak hanya berada beberapa langkah di depan, tapi juga karena sudah mengatur batasan risiko dan target pasti sehingga trading menjadi seperti auto-pilot (otomatis berjalan).

#1. Position Trading
Via: google.com

Lihat bagaimana strategi position trading digunakan untuk trading saat voting Brexit di Juni 2016. Chart di atas menunjukkan GBP/USD dengan durasi 1 jam di hari sebelum dan sesudah voting Brexit dilakukan. Satu-satunya yang digunakan untuk menganalisa yaitu melalu price action.

Seperti yang bisa dilihat di chart, di hari menuju voting Brexit, pasangan mata uang terlihat mengalami tren naik kuat. 8 jam sebelum hasil voting keluar, area resistance baru terbentuk (garis merah horisontal) dan memicu trader melepas besar-besaran GBP/USD.

Level stop-loss (garis kotak merah) ada di atas area beli yang ditentukan area hijau di belakang garis kotak merah. Targetnya yaitu paling tidak menyentuh support di 1.40444. Setelah hasil voting mulai diumumkan, harga kemudian naik karena spekulasi yang beredar bahwa Brexit ditolak.

Tapi yang terjadi adalah, muncul perubahan arah dan membuat harga turun signifikan dalam beberapa jam. Trading memberi profit 841.4 pip dan itu berarti lima kali lebih tinggi daripada risiko. Mudahnya, memberi risiko USD 1000 dengan mendapat USD 5000 hanya untuk beberapa jam.

Tapi jika trader memindahkan level break even ke bawah dengan trailing stop misalnya, trader bisa mendapat profit lebih tinggi hingga 1500 pip, dan itu berarti 9 kali lebih tinggi dari risiko awal. Hanya dengan memilih berita yang tepat, dipadu position trading, trader bisa membawa profit tinggi.

#2. Reaction Trading

Beberapa trader lebih memilih trading setelah berita keluar, dan ini sangat masuk akal karena trader menjadi tahu lebih pasti bagaimana reaksi market terhadap rilis berita. Dengan melihat reaksi yang muncul, trader bisa mendapat kesempatan bagus untuk trading profit berita forex.

Tapi ada syarat utamanya, bahwa trader harus cepat dalam membuka trading setelah berita keluar guna menangkap reaksi lebih dini dan supaya tetap berada dalam trading selama mungkin. Trader harus cepat karena pergerakan yang dipicu berita bisa sangat ‘meledak-ledak’ sehingga tiap detik menjadi penting guna memaksimalkan profit.

#2. Reaction Trading
Via: google.com

Gambar di atas menjelaskan bagaimana strategi reaction trading berjalan. Chart EUR/USD di atas berdurasi 5 menit saat ECB mengumumkan rasio suku bunga dalam konferensi pers. Indikator yang digunakan indikator untuk breakout guna mengidentifikasi munculnya breakout.

Saat pengumuman rasio suku bunga keluar, harga jatuh ke bawah dan segera masuk dengan posisi short dengan stop-loss di atas konsolidasi sebelumnya. Dalam hal ini, satu-satunya moment yang harus ditangkap trader yaitu tepat setelah ECB mengumumkan berita.

Begitu trader masuk market, trader bisa ‘mengendarai’ tren menurun yang berlangsung. Masuk terlalu lama berarti meminimalkan profit dan memaksimalkan risiko yang didapat. Dalam 24 jam, trader bisa mendapat 4,5 kali profit (209.6 pip) dari risiko yang diambil.

#3. Analysis Trading

Seperti yang sudah disebut di bagian awal, berita forex bisa memicu pergerakan yang meledak-ledak sehingga profit bisa didapat dengan cepat, tapi juga bisa hilang secara cepat juga. Ada trader yang membuka posisi sebelum berita dirilis, tapi ada juga trader yang menunggu sampai berita dirilis.

Tapi ada juga trader yang lebih ingin menunggu reaksi market hingga beberapa saat sambil melakukan analisa. Tapi bukankah menjadi lebih berisiko jika telat membuka trading? Tak selalu. Banyak ahli yang mengatakan, ‘jangan lihat datanya, tapi lihat reaksi ke data tersebut’, dan itu ada benarnya.

Pada dasarnya, data hanya berupa angka saja, sedang trader punya ekspektasi lebih sehingga reaksi mereka akan bergantung apakah data tersebut sesuai dengan ekspektasi. Satu contoh, trader bisa mendapat data yang tak sesuai dengan saat dirilis, tapi jika market bereaksi lebih buruk, trader tepat bisa mendapat keunggulan.

Untuk beberapa kondisi, akan jauh lebih baik kalau membiarkan trading berjalan apa adanya setelah berita dirilis. Dalam kata lain, ambil sedikit waktu untuk menganalisa reaksi kemudian baru membuka posisi. Contoh bisa dilihat di chart berikut.

#3. Analysis Trading
Via: google.com

Chart USD/JPY tersebut berudari 1 jam yang menampilkan pergerakan harga setelah FOCM merilis hasil rapat. Begitu pernyataan dari FOCM sudah diumumkan, terlihat reaksi negatif di awal dengan dimulai penurunan drastis. Tapi dalam satu jam kemudian, candle lalu berubah menjadi positif.

Terjadi penolakan pada tren menurun yang kemudian merubah market mengalami pergerakan ke atas. Bahkan tepat di candle berikutnya, terlihat harga naik lebih tinggi meski itu hanya jebakan bull. Dalam beberapa jam, kondisi menjadi jelas bahwa USD/JPY tak bisa naik lebih tinggi.

Di kondisi seperti ini, saat candle berubah menjadi merah, sanga dianjurkan untuk mengambil posisi short. Contoh tersebut mendemonstrasikan bagaimana menunggu dengan sabar setelah berita dirilis merupakan strategi yang sangat valid dan bisa diandalkan.

#4. Trading Seperti Biasa

Ingat, kalender forex tak selalu menjadi teman yang baik untuk trader. Beberapa trader bahkan sengaja tak pernah melihatnya, dengan alasan apapun. Meski demikian, trader seharusnya tetap memantau kalender forex dengan mengamati event mayor yang bakal berlangsung.

Misalnya saja, trader teknikal pasti akan menguji tiap strategi sebelum masuk market. Tapi saat melakukan backtesting, trader sebenarnya memakai pergerakan harga yang dipengaruhi rilis berita dan event ekonomi lain dengan berbagai skala.

Jadi, jika strategi yang diuji coba ternyata berjalan, trader sangat mungkin mengacuhkan semua rilis berita yang akan datang dan lebih konsentrasi pada optimalisasi setup trading. Pada dasarnya, trader teknikal murni pasti mempertimbangkan berbagai faktor lain yang memengaruhi laju harga.

Sehingga, kapanpun trader teknikal melihat setup trading sudah valid, trader tetap membuka posisi meski akan terjadi rilis berita. Satu-satunya kesempatan trader teknikal mau mengubah strateginya yaitu saat berita dengan pengaruh besar akan dirilis, seperti Brexit yang sudah disebutkan.

KIRIM KOMENTAR & DISKUSI

Masukkan komentar atau pertanyaan anda
Masukkan nama anda disini